Reviews

Kia Picanto 2008, Mobil Mungil yang Impresif

Berdasarkan pilihan editor pada kisaran 2007 lalu untuk segmen mobil Mini-Subkompak, Kia Picanto 2008 memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan para kompetitornya. Bertarung di segmen yang sama, Kia menawarkan kualitas dan pengembangan yang lebih baik, terlebih bila dibandingkan dengan mobil-mobil lansiran Tiongkok. Setelah mendapatkan sedikit penyegaran (facelift), Kia semakin menjauhkan diri dari pertarungan di segmen yang sama, karena memiliki tampilan yang lebih baik dan peningkatan dalam penyelesaian akhir modelnya.

Seperti halnya dengan slogan ‘Anda akan mendapatkan untuk apa yang dibayarkan,’ Picanto menawarkan sesuatu yang lebih pada para pembelinya. Namun, para calon pembeli harus mengetahui lebih jauh lagi mengenai mobil ini. Saat melakukan pengetesan, Picanto yang dipergunakan dibekali dengan model manual 5-percepatan.

(Kia Picanto 2008)

(Kia Picanto 2008)

Sektor Interior

Memasuki area kabin, Anda akan disambut dengan suasana kabin yang sangat lapang. Di antara varian lainnya, model ini mampu mencegah Anda menyenggol siku penumpang setiap kali memindahkan gigi. Sementara itu, ada cukup ruang yang tersedia untuk kepala, siku, dan kaki sehingga membuat mobil ini cukup untuk dijejali empat orang dewasa.

Suzuki Alto, Chana Benni, dan Chery QQ memiliki ruang kabin yang sempit, sehingga pergerakan kecil saja mampu menyenggol orang di sebelah Anda. Memang bukan sesuatu yang buruk jika Anda memang lincah, tapi ketika sedang mengemudi, jika hal itu kerap kali terjadi akan sangat mengganggu.

(Interior Kia Picanto 2008)

(Interior Kia Picanto 2008)

Performa Kia Picanto

Keunggulan lain dari Kia Picanto adalah kemudahan dalam mengendarainya, meskipun hal tersebut terbilang relatif, mengingat kalau mobil ini berjenis mini-subkompak. Dibekali dengan mesin berkapasitas 1.0L, tenaga yang mampu disemburkan sebesar 65 dk dan torsi maksimalnya mencapai 72 lb-ft, sehingga mampu bermanuver cukup lincah ketika berkendara di dalam kota.

Ketika mellihat ukurannya, Picanto terbilang cukup gesit dan suspensinya juga setara dengan model standar saat ini. Tak seperti model mini-subkompak lainnya, kecuali i10, suspensinya masih terasa seperti model tahun 90-an. Namun untuk bisa menikmati performanya, maka Anda harus selalu menekan pedal gas karena mesinnya yang kecil, sehingga mengalahkan tujuan awal untuk mencari keiritan dari mobil ini.

Hasilnya, konsumsi bahan bakarnya mencapai 9 km untuk satu liternya. Tapi, jika melaju di jalan raya seperti biasa, maka konsumsi bahan bakarnya kembali lagi menjadi 17 km/l. Sedangkan ketika melaju di jalan bebas hambatan, kecepatan Picanto sanggup menembus 140 km/jam, lebih baik dibandingkan para pesaingnya.

(Mesin Kia Picanto 2008)

(Mesin Kia Picanto 2008)

Fitur-fitur Tambahan

Ketika berkendara di waktu malam, lampu utama di desain lebih dari sekedar aksesoris semata, karena penerangannya sangat impresif untuk jenis kendaraan seperti ini. Penerangannya sangat jelas dan jarak pandangnya juga bagus. Sedangkan lampu kabutnya lebih seperti pemanis, tapi lampu LED yang disematkan di lampu belakang mampu member peringatan pada kendaraan lain di belakang.

Para calon pembeli juga cukup bersyukur karena mobil ini sudah dilengkapi A/C sebagai fitur standarnya. Sedangkan untuk fitur hiburan, Picanto sudah dilengkapi dengan perlengkapan stereo yang terintegrasi dengan pemutar cakram dan MP3. Sementara yang cukup mengecewakan, pintu bagian belakang tak dilengkapi dengan power window dan sistem pengereman belum dilengkapi dengan ABS, dibandingkan dengan para kompetitornya.

(Kia Picanto 2008)

(Kia Picanto 2008)

Kesimpulan

Berada di segmen kendaraan mini-subkompak, Picanto menghadapi persaingan dari Hyundai i10, Suzuki Alto, Chery QQ, dan Chana Benni. Namun, Picanto mampu membuktikan diri sebagai kendaraan mungil yang cukup menjanjikan, khususnya dengan wajah dan bagian belakang yang baru, serta bagian interiornya. Mulai dari ruang kabin, kualitas komponen interiornya hingga cara penggantian gigi, Picanto menjadi pilihan yang bagus untuk sebuah mobil mungil.

(sumber: C! Magazine)

Galih Rachdityo

Memulai karir sebagai jurnalis otomotif di media cetak MODIF dan Classic+ pada akhir 2007. Sempat beralih menjadi jurnalis olahraga pada akhir 2010 di media online, bolanews.com. Terhitung sejak akhir September 2014, bergabung dengan tim editorial Carmudi Indonesia sebagai content writer yang mengulas berita-berita otomotif terkini. E-mail: [email protected]

Related Posts