Mobil

Konsumsi BBM Toyota Kijang Super Tak Seburuk yang Dikira

Konsumsi BBM Toyota Kijang Super tentu jadi pertanyaan bagi Carmudian yang penasaran dan ingin memeliharanya, kan? Nah, ayo kita simak artikel lengkap mengenai deretan varian (generasi), konsumsi bahan bakar, dan kelebihan dari memelihara Toyota Kijang Super ini.

Check this out!

konsumsi bbm toyota kijang super

Nama Toyota Kijang Super di telinga kaum milenial bisa dianggap sebagai salah satu mobil tua.

Namun harus diakui jika mobil penumpang tersebut menjadi salah satu legenda. Sebab, hingga saat ini Kijang masih terus ada generasi barunya dan terus bertransformasi menjadi kendaraan keluarga yang mewah.

Toyota Kijang Super merupakan generasi ketiga yang ada di keluarga Kijang yang sudah ada sejak tahun 1977.

Nama Kijang sendiri sebetulnya merupakan kependekan dari Kerjasama Indonesia dan Jepang.

Generasi ketiga Kijang memiliki kode bodi KF50 dengan desain yang sudah mulai modern dibanding generasi sebelumnya.

Generasi Emas di Keluarga Kijang

Kehadiran Toyota Kijang generasi ketiga ini jelas menorehkan sejarah baru. PT Toyota Astra Motor (TAM) bahkan menyebut generasi ketiga ini sebagai generasi emas dalam sejarah maupun kiprahnya di Tanah Air.

Penjualannya melesat bak roket yang terbang ke bulan. Tidak heran jika pada era 1990-an nama Kijang sangatlah bersinar dan menjadi mobil idaman hampir setiap keluarga Indonesia.

Jika belum punya Kijang, mungkin anggapannya belum sukses di kala itu. Kata-kata tersebut tentunya cukup familiar bagi masyarakat yang lahir di era 1980-an dan 1990-an.

Hampir setiap orang yang lahir di tahun tersebut pernah mencicipi naik mobil keluarga buatan Indonesia ini.

Generasi ketiga Toyota Kijang eksis selama sepuluh tahun; 1986 sampai 1996.

konsumsi bbm toyota kijang super

Ada dua model yang diluncurkan oleh Toyota untuk Kijang ini. Yang pertama adalah Kijang Super dan kedua adalah Kijang Grand Extra.

Secara desain memang mengadopsi gaya mengotak yang menjadi ciri khas kendaraan tahun 1990-an. Mesin yang digunakan memakai kode 5K dan 7K dengan pengabutan menggunakan karburator.

Kijang generasi ketiga ini lebih dikenal dengan nama Kijang Super. Para pecintanya pun sangat banyak di Indonesia.

Konsumsi BBM Toyota Kijang Super Versi Pemakai

Toyota Kijang Super masih cukup sering meramaikan ajang kompetisi modifikasi, bahkan hingga 2021 ini. Salah satu pegiatnya adalah Risman Jacob, pemilik Toyota Kijang Super short wheelbase lansiran 1991.

Pria yang saat ini menjadi pengusaha pelek di bilangan Joglo, Jakarta Barat, mengaku cukup senang memelihara Kijang Super. Padahal, konsumsi BBM Toyota Kijang Super ini diakui tidak irit-irit amat.

Jika digunakan harian, Risman mengaku konsumsi BBM Toyota Kijang Super masih bisa di angka 1:10 km per liter. Kalau dipakai ke luar kota, konsumsi BBM-nya bisa mencapai angka 1:12 km per liter.

“Kalau dihitung, konsumsi BBM Toyota Kijang Super ini bisa 1:10 untuk dalam kota. Buat luar kota rasanya masih bisa tembus di 1:12 km per liter,” ujarnya kepada Carmudi, Rabu (31/3/2021).

Salah satu kendala yang dihadapi oleh para pemakai Kijang Super biasanya mesin yang sudah berusia cukup tua menjadi faktor borosnya bahan bakar.

Untuk menyiasati bahan bakar yang agak boros ini, biasanya para pengguna Kijang kerap merestorasi sektor mesin. Dapur pacunya disegarkan kembali dengan komponen baru.

Karburatornya juga disegarkan kembali menggunakan repair kit yang baru. Hal ini termasuk wajar, mengingat usia mobil tersebut sudah mencapai lebih dari 25 tahun.

Penyegaran di sektor dapur pacu ini wajib dilakukan jika konsumsi BBM Toyota Kijang Super tidak mau boros. Jika didiamkan, bahan bakarnya bisa menjadi boros di angka 1:7 km per liter sampai 1:8 km per liter.

“Biasanya kalau mau enak itu disetel lagi klepnya. Karburatornya biasanya juga sudah usang seperti pelampung atau seal-seal-nya. Disegarkan lagi dengan part baru sudah bisa lebih enak,” kata pria pemilik Kijang Super yang tampilannya ceper ini.

Bagian komponen internal karburator juga sebaiknya diganti dengan yang baru.

“Ada yang ganti karburator baru, tapi ada juga yang ganti beberapa komponen seperti packing, seal, spuyer, dan lainnya,” lanjutnya.

Semenjak menunggangi Kijang, Risman mengaku cukup mengisi bahan bakar dengan oktan 90 saja. Jika diisi dengan oktan lebih baik, justru tidak terlalu manfaat.

Sebab, teknologi mesinnya masih terbilang jadul dan hanya memakai karburator saja. Berbeda dengan mobil injeksi yang disarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan minimal 92 atau lebih.

Untuk mobil keluaran terbaru memakai oktan yang baik sangat disarankan. Selain berpengaruh kepada emisi, tenaga yang dihasilkan juga lebih baik saat memakai bensin beroktan bagus.

Harga Mobil Murah

Sebagai salah satu pelopor mobil keluarga yang ada di Indonesia, harus diakui jika walaupun usianya tua tetapi peminatnya masih ada. Masih ada sebagian orang yang ingin membeli mobil tersebut untuk dipakai sehari-hari ataupun alasan nostalgia.

Mobil Murah 20 Jutaan

Toyota Kijang keluaran tahun lawas bisa jadi pilihan buat konsumen dengan bujet 20 jutaan. (Foto: Ortizaku.com)

Harga bekasnya sendiri berkisar di Rp20 jutaan sampai Rp50 jutaan tergantung kondisi. Semakin baik kondisinya, kelengkapan suratnya, akan semakin tinggi juga harganya. Salah satu alasan mengapa masih banyak yang mencarinya adalah kemudahan merawat Kijang.

Mesin yang masih memakai karburator sangat mudah dalam hal perawatan. Selain itu harga komponennya juga bisa dibilang sangat murah untuk sebuah mobil.

Kalau karburatornya sudah jelek atau kurang bagus, pemilik masih bisa membeli yang baru. Harganya pun bisa dibilang cukup murah untuk ukuran karburator mobil.

Harga Spare Part Sangat Murah

Di toko online banyak dijual di kisaran Rp600 ribuan sampai Rp1,3 jutaan untuk karburator set. Merek yang ditawarkan pun bermacam-macam tergantung pemilik mau membeli yang mana.

Sedangkan repair kit juga sangat murah, kok. Kisarannya mencapai Rp125 ribuan saja untuk repair kit. Bahkan jika hanya beli komponen internal karburatornya juga sangat murah. Harganya masih masuk ke dalam puluhan ribu rupiah saja.

penyebab knocking pada mobil

Mesin Toyota Kijang Super. (Foto: GridOto)

Artinya, mobil ini benar-benar punya perawatan yang sangat mudah dan murah. Kalaupun karburatornya sudah jelek, toh, masih bisa membelinya dalam kondisi baru.

Bengkel-bengkel tradisional yang bisa menyetel karburator juga sangat banyak. Hampir di setiap daerah terdapat bengkel yang fasih menangani karburator.

Pasalnya, Toyota Kijang Super termasuk ke dalam mobil tua yang usianya sudah hampir 30 tahun. Mekanik yang usianya cukup tua pun tentu masih cukup hafal untuk memperbaiki komponen mesinnya.

Banyak Cerita

Bagi mereka yang besar di era 1990-an, jelas banyak cerita nostalgia manis yang tak terlupakan bersama Kijang. Entah pernah merasakan duduk di baris ketiga bersama ayah dan ibu, atau sekadar liburan bersama keluarga besar.

Tahun 1990-an mobil Kijang kerap dijejali oleh banyak penumpang saat berpergian. Kebiasaan tersebut rasanya masih terjadi hingga sekarang walaupun tidak dialami oleh semua orang.

Membawa keluarga tercinta bersama Kijang selalu berhasil memunculkan memori masa kecil yang indah. Tidak heran kalau di tahun 2021 banyak orang mencari Kijang untuk direstorasi kembali.

Walaupun konsumsi BBM Toyota Kijang Super ini cukup boros, namun sensasi mengendarainya seakan membawa kembali ke era 1990-an. Apalagi suspensinya yang empuk menjadi ciri khas mobil asli Indonesia ini.

Baca Juga:

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Rizen Panji

Hobinya jelas, menghabiskan bahan bakar mesin 6 silinder di akhir pekan. Seleranya juga sudah jelas, mobil tua yang pintunya cuma dua. Oh iya, dirinya sangat mencintai interior mobil yang bersih dan simpel. Kalau ada yang mau ngasih mobil dengan ciri tersebut, akan diterima dengan senang hati..

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *