Berita

Krisis Chip Semikonduktor, Hyundai Atur Strategi Global

Jakarta – Krisis chip semikonduktor masih menghantui industri otomotif secara global. Para pabrikan merasakan langsung dampak dari kelangkaan salah satu komponen penting untuk membuat mobil baru tersebut. Permasalahan ini tentunya juga dialami oleh Hyundai.

Ilustrasi Logo Hyundai - krisis chip semikonduktor

Ilustrasi logo Hyundai (Foto: Car Brands)

Hal tersebut disampaikan Makmur, Chief Operating Office PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dalam peresmian diler Hyundai Bintaro, Senin (11/10/2021) kemarin di Bintaro, Tangerang Selatan.

“Kalau dibilang krisis semikonduktor sebenarnya tidak hanya dunia otomotif. Semua yang berhubungan dengan elektrik pasti akan terpengaruh,” jelasnya kepada wartawan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Hyundai menyiapkan strategi pada level global di tangan Hyundai Motor Company selaku prinsipal.

“Namun kita secara global sudah mengatur itu semuanya, sehingga suplainya di masing-masing negara sudah di-arrange,” sambung Makmur.

“Mereka sudah me-manage itu dengan baik, mengantisipasi hal tersebut. Kalau dikatakan ada terdampak, pasti ada. Semua bisnis industri pasti ada. Cuma bagaimana me-manage-nya, mereka sudah mengantisipasi itu,” tambahnya.

Sebagai informasi, chip semikonduktor juga dikenal dengan istilah microchip atau sirkuit terintegrasi. Pada intinya komponen ini diperlukan pada kendaraan untuk mengendalikan arus listrik.

Test Drive Hyundai IONIQ dan Kona Electric

Hyundai IONIQ dan Kona Electric (Foto: Carmudi/Mada Prastya)

Mulai dari sistem bantuan pengemudi, hiburan dan konektivitas, serta keamanan akan membutuhkannya.

Akan tetapi ketersediaan komponen ini menipis dalam setahun belakangan karena produksinya yang ikut terhenti akibat pandemi COVID-19.

Prediksinya krisis ini akan berlangsung hingga paruh kedua 2022 seperti diramalkan petinggi AMD dalam suatu pemberitaan CNBC.

Inden Pembelian Mobil Baru Hyundai

Dengan kondisi yang ada sekarang konsumen pembeli mobil baru Hyundai harus bersabar untuk inden.

Pada kesempatan yang sama Makmur menyampaikan inden pembelian mobil baru Hyundai mencapai hitungan bulan.

“Kebetulan penerimaan masyarakat kita baik sehingga rata-rata kita inden satu sampai dua bulan untuk semua model,” jelas Makmur.

hyundai staria bensin

Namun demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi Hyundai mengantongi penjualan yang memuaskan di Indonesia.

“Kita adalah produk global, merek global yang bermain di dunia dan kita buktikan, kita masuk di sini untuk memberikan pelayanan dan produk yang terbaik kepada masyarakat kita. Dan kalau kita lihat hasilnya pun sangat fantastis,” kata Makmur.

Mada Prastya

Bergabung sebagai penulis di Carmudi Indonesia sejak Februari 2021. Menyukai kendaraan roda dua karena simpel, cepat, dan memberi rasa kebebasan dalam berkendara. Email: [email protected]

Related Posts