Sepeda motor

Kritik Buruknya Penampilan Suzuki Ecstar di MotoGP 2017

Texas – Suzuki Ecstar tidak bisa mengulangi prestasi mereka saat MotoGP 2016 di balapan musim 2017. Kegagalan mendulang banyak poin ternyata mendapat sorotan dari Kevin Schwantz, mantan pembalapnya yang menjuarai GP500 pada 1993. Suzuki hanya mengemas perolehan 100 poin, dengan dua kali finis keempat di Motegi dan Valencia.

“Ini sangat membuat frustrasi! Yamaha memulai dengan hebat dan kemudian memiliki masalah besar, serta Honda tidak hebat di awal. Suzuki seharusnya memanfaatkan situasi itu, ketika pembalap lain kesulitan,” tegas Schwantz sebagaimana dikutip Motorsport.

Torehan yang dicapai pabrikan Jepang itu pada musim lalu terhitung mengecewakan. Sekalipun berhasil menempati posisi keempat, perolehan poin pabrikan berlogo S itu tidak bisa mendulang poin lebih baik ketimbang 2016. Setelah diselidiki, Suzuki Ecstar juga mengalami kendala teknis di awal laga seperti para rivalnya.

Pembalap Legendaris Suzuki Ecstar, Kevin Schwantz (Foto: Motorsport)

“Tahun 2017 posisi mereka tidak mendekati lima besar pada banyak seri, kecuali beberapa balapan terakhir. Di akhir musim, Rins yang telah memiliki beberapa pengalaman MotoGP dan mulai menekan Iannone.”

“Saya berbicara dengan Iannone di Austin dan katanya motor tidak bagus, tidak mau menyala start, tidak mau berhenti, tidak berakselerasi dan tidak menikung,” ungkap juara dunia dari tim Lucky Strike Suzuki itu.

Mental Pembalap Suzuki Ecstar Kendor

Schwantz menilai semangat pembalap yang angin-anginan juga jadi salah satu penyebab mereka kurang kompetitif. Ketika tim turun dengan kekuatan terbaik, Suzuki Ecstar berhasil menuai hasil positif seperti yang mereka lakukan di Silverstone.

“Di Catalunya, Iannone disalip Guintoli yang merupakan pembalap pengganti, dan beberapa lap Iannone tertinggal setengah detik. Dia menyalip Guintoli, kemudian melambat lagi. Performanya benar-benar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” cecar Schwantz.

Kegagalan Suzuki Ecstar tidak semuanya harus dilimpahkan kepada Davide Brivio selaku Team Manager. Buruknya prestasi tim biru disebabkan juga dari belum optimalnya Alex Rins pasca mengalami cidera.

“Butuh beberapa satat bagi dia untuk cepat. Setidaknya dua atau tiga balapan terakhir Rins menekan Iannone, keduanya lalu masuk barisan depan. saya merasa Iannone tidak memberikan 100%, dan itu tidak bisa diterima,” ungkapnya. (dol)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts