Home » Mobil » Dampak Kritik Masyarakat, Kualitas Mobil Baru LCGC Sedikit Membaik

Dampak Kritik Masyarakat, Kualitas Mobil Baru LCGC Sedikit Membaik

Test drive New Daihatsu Sigra di Bandung, Jawa Barat.
Daihatsu Sigra kualitasnya paling baik diantara mobil LCGC.

Jakarta – Seiring perkembangan teknologi, masyarakat lebih mudah mencari tahu informasi soal mobil yang diinginkan. Kemudahan informasi ini membuat masyarakat milenials kian kritis saat membeli mobil. Mereka sangat memperhatikan kualitas sebuah mobil baru di kelas entry level seperti LCGC, khususnya saat baru tiba dari diler.

Pemilik mobil baru di Indonesia terus menyebutkan masalah desain kendaraan. Menurut survei J.D Power Indonesia Initial Quality StudySM (IQS) 2019, desain hampir setengah dari total masalah kualitas awal kendaraan. Masalah utama yang berhubungan dengan komplain desain tersebut antara lain mengenai tempat duduk, konektivitas dan pendingin udara di dalam kendaraan.

Studi J.D Power Indonesia didasari atas tanggapan dari 2.230 pemilik kendaraan baru yang membeli kendaraan mereka antara September 2018 dan Juli 2019. Studi ini mencakup 43 mobil penumpang dan kendaraan utilitas yang mewakili delapan merek. Studi ini sendiri dilakukan antara Maret dan September 2019.

Penelitian menggunakan metode perhitungan dari mengambil acuan masalah yang dialami setiap 100 kendaraan (PP100) selama dua hingga enam bulan pertama kepemilikan. Skor lebih rendah mencerminkan kualitas lebih tinggi begitu pula sebaliknya. Dari sisi manufaktur, pabrikan mobil semakin memperbaiki fitur dasar sebuah kendaraan seperti pada bagian speaker, wiper kaca depan dan belakang, serta klakson.

“Produsen secara konsisten meningkatkan kualitas kendaraan, namun mereka harus mencatat tanggapan dari pemilik kendaraan Indonesia yang lebih muda. Kalangan milenials merupakan 40% dari semua pembeli kendaraan baru. Mereka melakukan perjalanan lebih banyak, sehingga menghasilkan penggunaan kendaraan dalam waktu lama,” kata Srabani Bandyopadhyay, Country Manager Indonesia J.D. Power.

Menurut penelitian tadi, Srabani menyebut bila pengguna mobil berusia muda lebih sensitif terhadap masalah yang terkait dengan kebisingan, getaran, degradasi material, dan konektivitas. Berdasarkan studi, Daihatsu Sigra (46 PP100) menduduki peringkat tertinggi kepuasan di segmen entry compact atau LCGC.

Peningkatan Kualitas Mobil LCGC Lebih Signifikan Ketimbang MPV

Berdasarkan penelitian tadi, pemilik kendaraan di segmen SUV dan MPV lebih banyak mengeluhkan masalah pada mobilnya (68 PP100), dibanding dengan pemilik mobil kecil (58 PP100). Masalah yang jamak dikeluhkan dari SUV muncul pada bagian interior kendaraan (+6,3 PP100); fitur, kontrol, dan tampilan (+3,5 PP100); pemanas, ventilasi, dan AC (+2,7 PP100).

Mitsubishi Xpander paling minim keluhan (Foto: Santo/Carmudi)

Namun, tidak semua SUV menghadirkan banyak keluhan dari penggunanya. Mitsubishi Pajero Sport (43 PP100) menduduki peringkat tertinggi soal minimnya keluhan di segmen SUV. Sementara itu, Honda HR-V (40 PP100) menempati peringkat tertinggi di segmen entry SUV.

Uniknya, angka keluhan untuk kualitas mobil MPV masih lebih tinggi ketimbang LCGC. Dalam hal ini, Mitsubishi Xpander dengan poin 51 PP100 menempati peringkat tertinggi di segmen entry MPV.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Keren, Toyota Indonesia Sudah Pikirkan Daur Ulang Baterai Mobil Hybrid

Toyota C-HR
Previous post
Keren, Toyota Indonesia Sudah Pikirkan Daur Ulang Baterai Mobil Hybrid
Program menarik Chevrolet
Next post
GM Sudah Lebih Dulu Hengkang dari Malaysia, Gara-Gara Penjualan Rendah