Home » Berita » Kualitas Mobil BMW Dipertanyakan, Lebih dari 300 Ribu Unit Cacat Produksi

Kualitas Mobil BMW Dipertanyakan, Lebih dari 300 Ribu Unit Cacat Produksi

London – Kabar tidak sedap kembali menimpa pabrikan mobil mewah, BMW. Setelah kantor pusat BMW di Munich, Jerman digeledah oleh 100 polisi dan aparat penegak hukum beberapa waktu lalu terkait dugaan skandal penipuan emisi diesel. Kali ini ada masalah baru lagi.

Dilaporkan BBC sebanyak 312 ribu mobil BMW di recall (Penarikan kembali) di Inggris karena cacat produksi. Tahun lalu BMW juga melakukan penarikan terhadap 36.410 mobil bermesin bensin karena masalah yang sama.

Adapun model yang terindentifikasi mengalami masalah yaitu BMW 1-Series, 3-Series, Z4 dan X1, baik itu yang menggunakan mesin bensin maupun diesel. Tahun produksinya Maret 2017 sampai Agustus 2011.

BMW akhirnya mengakui ada masalah yang sama pada mobil-mobil tersebut yang tidak masuk dalam daftar penarikan awal. Cacat produksi yang melibatkan mobil BMW di Inggris sebenarnya sudah terendus pada 2016.

Kala itu Ford Fiesta yang dikemudikan oleh Narayan Gurung bersama istrinya di jalan raya Guildford, Surrey menabrak pohon. Ini dilakukan untuk menghindari tabrakan dengan mobil BMW 3-Series berwarna hitam yang berhenti mendadak di tengah jalan. Akibat kejadian tersebut pengemudi Fiesta mengalami luka parah dan meninggal dunia.

Sementara, seorang pengemudi BMW 3-Series bernama Mwape Kambafwile kepada BBC juga menceritakan kejadiannya. Mobil yang dikendarainya saat itu tiba-tiba berhenti atau mandek ketika tengah dikendarai pada hari Natal 2016.

Setelah kejadian tersebut Kambafwile langsung menghubungi diler BMW langgannnya untuk mencari tahu masalah yang ada pada mobil miliknya. Setelah dilakukan pemeriksaan salah seorang teknisi mengatakan ada masalah di kabel,

“Kabel telah terbakar dan tidak ada arus listrik yang melewati kontak sekring,” kata pria itu.

BMW Z4s (Foto: Carscoops)

Anehnya Kambafwile diizinkan untuk membawa mobilnya pulang tanpa adanya penyelesaian serta perbaikan menyeluruh.  Dianggap mobil tidak aman maka dirinya menolak untuk mengendarainya.

Setelah dicari tahu kembali rupanya masalah yang sama juga terjadi bukan hanya mobil yang bermesin diesel saja tapi juga bensin.

“Saya merasa tidak nyaman mengendarainya sehingga saya pulang naik taksi, saya berjalan ke kantor setiap hari. Itu adalah mimpi buruk. Itu (mobil) tidak aman untuk dikendarai, ” ucap Kambafwile seperti dikutip dari Telegraph.

BMW Terkesan Tidak Peduli

BMW terkesan tidak peduli atas masalah yang ada di produknya. Driver and Vehicle Standards Agency sudah memberitahu mengenai masalah yang sama pada awal 2011. Tapi tidak mendapat tanggapan yang positif dari produsen mobil Jerman itu.

Sebelum kejadian di Inggris rupanya BMW juga pernah melakukan penarikan ratusan ribu mobil karena masalah yang sama. Tercatat sebanyak 500 ribu mobil di tarik di Amerika Serikat pada 2013, serta di Australia, Kanada dan Afrika Selatan.

“Oleh karena itu kami mengumumkan bahwa kami akan mengambil langkah proaktif memperluas penarikan di Inggris untuk memperbaiki semua kendaraan yang berpotensi terkena dampak masalah pasokan listrik karena kabel terbakar,” ujar juru bicara BMW.

Sebagai informasi, perbaikan mobil BMW yang terindentifikasi bermasalah akan memakan waktu sekira dua jam.(dol)

Cortez 1.5
Previous post
Beda Konsep, Wuling Confero 1.5 dan Cortez 1.5 Tidak Saling Makan
Test Drive Isuzu Traga
Next post
Beda dengan Versi Indonesia, Isuzu Traga untuk Ekspor Pakai Standar EURO 4