Home » Berita » Perpres Mobil Listrik Sudah Keluar, Bagaimana Langkah Toyota?

Perpres Mobil Listrik Sudah Keluar, Bagaimana Langkah Toyota?

ppnbm dihapus
Toyota Prius berteknologi Plug-in Hybrid, hasil pengembangan mobil listrik (Foto: Carmudi)

Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai produsen otomotif memiliki pandangan sendiri terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 yang telah diteken Presiden Joko Widodo. Dalam Perpres tersebut, salah satunya berbunyi mengenai program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Salah satu aturan yang berbunyi dalam Perpres ini membahas mengenai insentif yang akan diberikan Pemerintah. Pemerintah akan memberikan insentif kepada mobil listrik, bukan mobil hybrid. Anton Jimmi Suwandy, Director Marketing PT TAM memberikan tanggapannya.

“Perpres udah ada bocorannya. Kita masih menunggu aturan di bawahnya seperti level menteri dan aturan yang lain. Kita juga masih menunggu soal aturan PPnBM karena itu salah satu yang kita dengar juga bocorannya dari Menteri Keuangan. Kedua, bagaimana peraturan untuk produksi,” buka Anton di Jakarta, Kamis (15/8/2019) kemarin.

35% Kandungan Komponen Lokal di Mobil Listrik Mudah Bagi Toyota

Anton menilai langkah Perpres yang dikeluarkan ini sebenarnya sudah bagus. Salah satu gerakan yang ditulis dalam Perpres tersebut adalah adanya pengharusan kandungan lokal dalam setiap mobil listrik. Kandungan lokal mobil listrik ini nantinya akan diwajibkan dengan nilai 35%. Apakah Toyota siap?

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono meninjau Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi tempat ekspor mobil (Foto: Kemenperin)

“Untuk mencapai 35% ini rasanya sangat mungkin. Selain itu juga ada PPnBM khusus bagi kendaraan yang CO2-nya rendah sudah pasti itu mengarah kepada kendaraan ramah lingkungan. TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) 35% itu berat enggak, sih? Tergantung, karena balik lagi kalau kita bicara mobil elektrifikasi, kan, juga salah satu faktor terbesar, mungkin di awal 35% pasti oke. Tapi, kan, lama-kelamaan makin besar. Maka dari itu kita butuh produksi untuk baterainya sendiri,” sambung Anton.

Respons Perpres, TAM Berkoordinasi dengan TMMIN dan Toyota Pusat

Melihat adanya kewajiban kandungan lokal tersebut, TAM mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak TMMIN sebagai langkah ke depan. “Sebenarnya berdasarkan draf-draf sebelumnya, kita juga diskusi dengan prinsipal dan juga melalui teman-teman di line produksi. Di TMMIN kita melakukan beberapa skenario pastinya. Dan sejauh ini kita masih menunggu dua hal yang saya sebutkan di atas. Tapi persiapan-persiapan juga sudah dilakukan,” kata Anton.

Sebelumnya Joko Widodo telah menandatangani Perpres tersebut pada 8 Agustus 2019. Ia mengaku jika pihaknya masih terus menunggu peraturan turunan dari Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tersebut. Salah satunya adalah Peraturan Pemerintah yang akan segera dikeluarkan. Kedua hal tersebut masih menjadi fokus utama yang akan dilihat oleh Toyota sebelum benar-benar mengambil langkah.

Baca juga:

Perpres Mobil Listrik Ditandatangani Presiden Jokowi, Sarat Strategi Bisnis

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Previous post
Protes Ingub Anies, Ratusan Mobil Tua Berkumpul di Senayan
Next post
Komunitas TYCI Ajak Pecinta Kopi Berkumpul di Hari Kemerdekaan