Berita Sumber informasi Tips dan Trik

Lima Part yang Sering Diremehkan dalam Hal Perawatan Fuso Colt Diesel

Jakarta – Keseriusan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) dalam melayani konsumen baik perawatan maupun lainnya menjadi hal utama. Ya, tentu saja produsen dengan logo tiga berlian ini tak mau ditinggalkan konsumennya.

Apalagi setelah pencapaian penjualan colt diesel satu juta unit KTB sangat memanjakan konsumennya dalam hal perawatan. Dengan komitmen ‘zero downtime’ KTB juga sering mengadakan pelatihan kepada konsumen. Hingga para mekanik dapat melakukan perawatan rutin, dan kendaraan selalu dalam kondisi optimal.

“Ya, kita merangkul semua konsumen fleet maupun retail, baiasanya kita akan mengenalkan teknologi baru,” Public Relation & Promotion Department Head Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) PT KTB, Sudaryanto

Sebagai armada penunjang kegiatan bisnis, kendaraan Mitsubishi Fuso harus selalu dalam keadaan siaga. Sehingga bisnis terus berjalan dan mendatangkan keuntungan maksimal.

Terkait hal ini butuh perawatan rutin dan mutlak diperlukan. Salah satu kendala yang umumnya dihadapi konsumen adalah keterbatasan waktu untuk memeriksakan kendaraan niaga mereka ke bengkel terdekat.

Agar lebih menghemat waktu biasanya para konsumen sudah memiliki mekanik tersendiri yang menangani berbagai macam perawatan serta perbaikan.

Part yang Sering Bermasalah

Diluar hal yang dibahas diatas biasanya para konsumen menemui masalah kecil yang seharusnya tidak terjadi. Ini dikarenakan karena masalah kelalaian konsumen sendiri.

“Ya biasanya itu hal sepele sih, sejak awal kita sebagai konsumen sudah tahu namun biasanya ini jarang terjadi kalau tidak terpaksa,” ujar Nuryatna Subrata pemilik penyewaan truk colt diesel Bukit Jaya Motor dari Cirebon.

Menurutnya kalau sekarang hal-hal seperti itu bisa diminimalisir, karena pihaknya menghindari kerusakan yang fatal. Biasanya yang sering diremehkan oleh pengguna colt diesel adalah masalah perwatan rutin. Yang akan menimbulkan masalah pada part di bawah ini:

1. Injection pump.
Biasanya masalah ini dikarenakan kondisi tangki dibiarkan sampai kosong. Disarankan saat tangki berisi 1/3 dari kapasitas, harus segera diisi kembali. Jika tangki kehabisan solar, pemakai harus memompa injection pump karena sifat solar tidak menguap.

Injection pump

Saat tangki berisi 1/3 dari kapasitas, harus segera diisi kembali. Foto/Carmudi Indonesia.

2 Filter udara.
Ini harus rajin dibersihkan minimal setiap 20 km. Sebab debu adalah musuh utama dari mesin diesel. Debu yang masuk ke ruang mesin mempercepat keausan pada ruang bakar karena debu akan menjadi bahan pengasah antara selinder dengan ring piston.

Filter Udara

Saringan udara harus rutin dibersihkan karena bisa mengurangi performa mesin. Foto/Carmudi Indonesia.

3 Filter solar.
Hal ini juga harus diperhatikan kebersihannya. Bila rusak harus segera diganti. Jangan ditunda-tunda, harus terbebas dari sampah supaya tidak terjadi penyumbatan.

Biasanya saat lakukan servis rutin part ini akan selalu diganti karena tidak mau mengambil resiko. Maka secara rutin dianjurkan membersihkan saringan solar dan diganti setelah menempuh 16.000 km.

Filter solar

Filter solar memerlukan perawatan rutin.

4 Baterai Aki.
Biasanya, Fuso Colt diesel ini di gunakan untuk kendaraan ekspedisi yang menempuh jarak jauh. Tak haram bila pemilik melakukan beberapa modifikasi dengan membenamkan sound audio.

Namun biasanya mereka mengeluhkan kapasitas baterai yang tidak mencukupi. Biasanya mereka mengganti dengan kapasitas yang lebih besar.

Accu

Baterai aki juga sangat vital memerlukan perawan dan ini sering diremehkan. Foto/Carmudi Indonesia.

5. Kampas Rem
Ini hal yang paling fatal dalam fitur keselamatan, namun ini biasanya yang banyak menimbulkan permasalahan bagi pengguna. Kok bisa? Ya, menurut Totok standart part yang ada sudah pasti telah di uji lebih dahulu dan sesuai peruntukannya. Baik beban baupun modifikasi lain. Namun biasanya yang terjadi pengguna truk memberikan beban angkut 2 kali lipat dari standart yang telah di tentukan.

Kampas rem

Kampas rem biasanya cepat habis karena muatan yang berlebihan. Foto/Carmudi Indonesia.

“Ya, kebanyakan mereka tak mau rugi, untuk sekali pengiriman bebannya di tambah dua kali lipat. Otomatis beban kerja rem akan cepat terkuras karena beban terlalu berat,” ujarnya. (Dol)

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts

/