Home » Berita » Luhut: Perpres Mobil Listrik Akan Terbit Bulan Depan

Luhut: Perpres Mobil Listrik Akan Terbit Bulan Depan

Luhut di Peluncuran e-Taxi Bluebird
Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat Peluncuran e-Taxi Bluebird. (Foto: Carmudi)

Jakarta – Seakan tidak ingin berlarut-larut menunggu Perpres mobil listrik terbit, perusahaan taksi Bluebird baru saja meluncurkan armada mobil listrik yang disebut e-Taxi, di kantor pusatnya, Jakarta Selatan. Peluncuran ini cukup menggebrak sektor bisnis transportasi umum lantaran menggunakan unit mobil listrik.

Tidak tanggung-tanggung, Bluebird langsung mengimpor Tesla X dan BYD e6 dari Inggris dan China. Bukan cuma sektor bisnisnya, manuver Bluebird ini ternyata membuat pemerintah malu karena Perpres kendaraan listrik belum juga rampung.

Pengakuan tersebut langsung diutarakan oleh Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang juga hadir di peluncuran e-Taxi Bluebird kemarin, Senin (22/4). Setelah mengatakan bahwa membeli mobil listrik tentu lebih mudah daripada membuat peraturannya.

Luhut mengklaim bahwa draf Perpres mobil listrik sudah ada di meja Presiden. Dirinya pun menambahkan bahwa paling lambat, awal bulan depan Perpres ini sudah rampung.

“Perpres hari ini (Senin) sudah diajukan ke Presiden, saya berharap bulan ini atau paling lambat awal bulan depan sudah terbit,” ujar Luhut.

Infrastruktur Mobil Listrik Juga Terus Digenjot

Fasilitas pengisian daya listrik milik Blue Bird
Fasilitas pengisian daya listrik milik Blue Bird

Menyusul pernyataan tentang Perpres mobil listrik, sektor infrastruktur pun jadi perhatian terutama Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). Menurut data ESDM yang disampaikan Menteri Ignasius Jonan di kesempatan yang sama, saat ini sudah ada 1.600 SPLU yang dibangun di Indonesia. Untuk tahun ini ditargetkan akan mencapai 2.000 unit yang diprioritaskan di daerah Jabodetabek.

Selain itu dirinya menyampaikan bahwa pengadaan unit mobil listrik baik untuk transportasi umum maupun pribadi disarankan memang yang kelas satu. Hal ini bertujuan untuk menjaga minat masyarakat akan kendaraan listrik.

“Saya sangat menyarankan karena ini baru, jadi pengadaan mobil listriknya itu kualitasnya yang kelas satu, karena kalau misalnya kita coba spek down di awal-awal begini kalau ada gangguan malah pelanggannya juga jadi kurang,” tutur Ignasius.

Bluebird sendiri saat ini baru menyediakan 30 unit taksi listrik. Pihak perusahaan telah menargetkan 2.000 unit mobil listrik hingga 2025 dan tidak ada pengurangan spesifikasi pada mobil listrik yang diimpornya.(dol)

Previous post
Wuling Confero Pakai Transmisi e-Clutch, Tren Baru di Low MPV
Ford Bronco Listrik
Next post
Ford Bronco Listrik, Bodi Tua Berharga Rp4,2 Miliar