Home » Tips dan Trik » Marak Aksi Pencurian Ban Mobil, Begini Cara Antisipasinya

Marak Aksi Pencurian Ban Mobil, Begini Cara Antisipasinya

Ilustrasi pencurian ban mobil

Jakarta – Beberapa waktu lalu marak diberitakan kasus pencurian ban mobil di beberapa kota. Sindikat ini berhasil menggasak seluruh ban dari sebuah mobil dalam waktu singkat. Carmudian tentu khawatir bisa menjadi korban berikutnya, untuk itu ayo kita antisipasi supaya ban mobil tidak dicuri.

Pada zaman dahulu banyak pelaku kejahatan menyasar sebuah mobil baru untuk dicuri ataupun dibegal yang selanjutnya dijual. Namun saat ini mereka cenderung lebih memilih hanya mencuri  ban mobil saja. Bukan hanya ban mobil baru dan pelek original, bahkan mobil uzur alias mobil jadul dengan pelek KW pun tak luput dari aksi pencurian ban  mobil. Mencuri pelek mobil caranya cukup mudah tapi butuh waktu sedikit lebih lama untuk melucutinya.

Memang, aksi kriminal yang satu ini masih dianggap sepele. Namun perlu kalian ketahui, bila ban berikut pelek mobil cenderung lebih cepat dijual oleh kalangan pencuri. Ini membuat mereka lebih cepat untuk menghilangkan jejak.

Modus kejahatan ini sebenarnya bukan kasus baru, namun seperti mengulangi kasus yang pernah ada. Para kawanan pencuri memilih target mobil yang laris di pasaran.

Mereka beroperasi dengan cara mendongkrak mobil untuk mengambil ban beserta pelek mobil. Kita bisa mengantisipasi pencurian pelek ini sebab proses pencuriannya cukup memakan tenaga dan waktu. Para pencuri bahkan bisa memakan waktu antara 5-10 menit untuk melucuti seluruh ban mobil.

Saat ditemukan, mobil yang jadi korbannya ditinggalkan dalam keadaan diganjal batu. Harga satu set pelek mobil beserta bannya juga tidak murah, lho. Setidaknya, kita harus merogoh kocek Rp5 jutaan untuk kembali mendapat satu set pelek dan ban. Berikut ini beberapa tips untuk antisipasi supaya kita tidak jadi korban berikutnya. Hindari pencurian ban, parkir di tempat yang aman

Parkir mobil sebaiknya di tempat yang mudah diawasi

Tips yang pertama ialah, pastikan mobil diparkir di tempat yang sudah terjamin keamanannya. Sebaiknya parkir mobil di lokasi tempat parkir resmi dengan tim keamanan yang lalu lalang selalu mengawasi. Bila tidak ada tempat parkir yang memadai, kita bisa memilih tempat yang sekelilingnya ramai lalu lalang orang.

Dengan parkir di tempat yang ramai, saat alarm berbunyi maka orang di sekitar langsung memperhatikan apabila ada aktivitas tak lazim di mobil. Bila akan parkir di malam hari, sebaiknya cari area parkir yang terang serta dilengkapi dengan pengawasan CCTV. Pelaku kejahatan biasanya enggan melakukan aksinya di area seperti ini. Sebab, membongkar pelek mobil butuh waktu yang cukup lama.

Bagi kalian yang ingin parkir di tepi jalan, sebaiknya posisikan roda mobil mepet trotoar. Cara ini akan menyulitkan pencuri bila ingin menggasak seluruh roda.

Mereka pasti butuh ruang untuk mendongkrak dan melepas roda. Bila roda sudah mepet trotoar, maka tidak ada ruang untuk melepas roda sekalipun bisa memasang dongkrak dari sisi berlawanan.

Pakai Baut yang Dibuka Kunci Khusus

Baut dengan kunci khusus

Cara berikutnya yang bisa kalian lakukan untuk antisipasi pencurian pelek mobil yaitu mengganti baut roda dengan model terkunci. Baut seperti ini biasa digunakan untuk ban serep gantung di pintu belakang mobil.

Baut seperti ini bisa didapatkan di berbagai sentra otomotif. Kelebihannya, baut ini tidak bisa dibuka dengan kunci roda biasa dan butuh kunci khusus yang sesuai dengan pola baut.

Kelemahan baut seperti ini ialah menimbulkan vibrasi dan suara yang sedikit mengganggu. Untuk meminimalisir, kita bisa mengkombinasilan baut roda biasa dengan lock nut atau baut khusus untuk mengunci drat.

Kalian bisa pasang secara acak, misalnya 2 baut biasa dan 2 baut terkunci. Dengan begini, pencuri lebih sulit membongkar dan vibrasi atau suara dari roda juga tetap minim. Bila ingin lebih kokoh, memang sebaiknya dipasang pada seluruh baut roda.

Cara serupa sebelumnya sudah terlebih dahulu diaplikasikan pada banyak mobil keluaran merek Eropa. Pabrikan benua biru biasanya memasang sebuah baut yang hanya bisa dibuka memakai kunci khusus yang tersimpan di toolkit bagasi. Pasalnya, kasus pencurian pelek mobil ini awalnya begitu marak di Eropa menyerang mobil-mobil mewah.

Nah, kita bisa saja membeli baut sejenis baik itu copotan atau produk aftermarket. Adanya baut khusus ini pasti akan membuat pencuri kian kesulitan karena tidak memiliki kunci serupa.

Pasang Kunci Roda Tambahan

Gembok roda untuk antisipasi pencurian

Cara ini sebenarnya biasa dilakukan oleh Dinas Perhubungan atau pihak keamanan yang sedang menindak pemilik mobil yang parkir sembarangan. Namun, kita juga bisa memakai cara tersebut ketika akan parkir dalam waktu lama.

Memang, akan sangat merepotkan bila kita memasang kunci tambahan di seluruh roda. Kunci berupa gembok ban mobil ini bekerja dengan cara mengunci roda kendaraan Anda sehingga roda tidak akan bisa berputar.

Pasang Alarm Berbasis Getar

Langkah terakhir yang bisa kalian lakukan untuk melindungi ban dari si tangan panjang yaitu dengan memasang alarm tambahan atau memodifikasi alarm yang sudah ada di mobil. Alarm yang digunakan yaitu jenis yang bisa bunyi bila ada guncangan di mobil hingga bergetar. Memang, alarm jenis ini kadang menjengkelkan bila mobil diparkir di tempat ramai.

Alarm akan berbunyi bila kondisi mobil tersentuh atau ada getaran di sekitarnya. Pemilik mobil yang lain di parkiran tentu akan terganggu apabila tiba-tiba saja alarm berbunyi karena hal sepele. Namun dengan alarm ini, komplotan pencuri akan terhambat kerjanya karena alarm mobil keburu berbunyi saat mereka mulai membongkar roda.

Alarm langsung menyita perhatian dari orang lain di sekitar mobil yang jadi sasaran. Upaya pencurian ban mobil pun bisa dihindari karena maling pasti segera melarikan diri agar tidak dikenali.

Modus Pencurian Ban Mobil

Kasus pencurian ban mobil sempat menghebohkan di beberapa kota. Mereka menggasak ban beserta peleknya di mobil yang sedang diparkir. Kasus ini cukup meresahkan karena tidak sekali dua kali terjadi namun sudah beberapa kali di tempat berbeda.

Peralatan yang dipakai pencuri pun relatif konvensional. Mereka hanya memakai alat biasanya seperti dongkrak dan kunci pas roda yang belum berteknologi mesin. Tak lupa, mereka juga membawa bata hebel untuk mengganjal mobil.

Awalnya mereka memakai dongkrak untuk menaikkan kendaraan, kemudian kunci pas untuk membuka baut roda. Setelah mobil terangkat, mereka memasang bata hebel yang digunakan untuk mengganjal mobil ketika bannya sudah dilepas.

Aksi yang dilakukan pencuri ini kadang dilakukan sendirian. Mereka hanya memilih mobil yang posisinya mudah untuk dilucuti. Karena mobil yang ditinggalkan cukup lama, mereka bisa membongkar mobil dengan memakan waktu hingga satu jam.

Barang curian ini langsung mereka jual di pedagang ban dan pelek bekas. Sejauh ini, motif pencurian yang dilakukan karena alasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka sebelumnya mempelajari situasi di lokasi yang menjadi sasaran sehingga bisa melancarkan aksinya dengan mudah.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Begini Cara Gampang Baca Arti Ukuran Ban Motor

Previous post
Virus Corona Bikin Penjualan Mobil di China Memburuk
Next post
Meski Punya Desain Jadul, Sepeda Motor Mirip Honda Astrea Ini Masih Dijual