BeritaSepeda motorSumber informasi

Marc Marquez Jatuh di Seri Terakhir Andrea Dovizioso Juara

Penulis: Dony Lesmana

Carvena – Perebutan gelar juara dunia MotoGP masih belum selesai, masih menyisakan satu kali balapan lagi. Rencanannya seri pamungkas akan di gelar di Grand Prix Valencia, 12 November mendatang.

Andrea Dovizioso yang merupakan pebalap Ducati hingga kini mampu memangkas selisih poin dengan Marquez dari 33 ke 21. Bila di akumulasi perolehan point di musim 2017, Marquez berada diposisi pertama klasemen dengan 282 poin, sedangkan Dovizioso di urutan kedua dengan 261 poin.

Bila bicara peluang dalam mendapatkan gelar juara MotoGP musim ini sangat kecil bagi Andrea Dovizioso. Pasalnya selisih point yang cukup jauh ini akan susah diraih meskipun Dovizioso finish pertama di seri terakhir. Asalkan Marc Marquez terjatuh atau di posisi di atas urutan 11.

Baca juga: Marc Marquez Akan “Bungkam” Dovizioso di MotoGP Valencia

Andalkan Keajaiban

Dengan selisih angka 21 point, rider asal Italia itu hanya bisa mengandalkan keajaiban untuk merebut gelar juara dunia dalam balapan di Valencia, akhir pekan ini.

Bahkan Luigi DallIgna, Manajer Umum Ducati Corse, mengakui jika timnya tak hanya butuh kerja keras membantu Dovizioso menjadi juara dunia, tapi juga perlu keberuntungan.

Dalam seri pamungkas Marquez hanya butuh finis di posisi 10 besar untuk memastikan gelar juara dunia MotoGP yang keempatnya sepanjang kariernya. Namun meskipun juara dunia MotoGp sudah didepan mata, Luigi DallIgna yakin apa pun masih bisa terjadi selama balapan.

“Memang peluang Davizioso sangat kecil, saya tidak tahu. Sudah pasti akan sangat sulit mengalahkan Marquez. Akan tetapi kami masih terlibat dalam perburuan gelar pada seri terakhir dan itu yang paling penting. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di Valencia nanti,” ujar DallIgna, dikutip dari Speedweek (6/11).

Meskipun peluangnya sangat kecil namun Dovizioso tetap percaya diri dan ini diakuinya. Menurutnya Marquez masuk di musim ini bersamaan dengan masa sulit dalam kariernya saya. Menururnya mustahil berpikir suatu saat bisa bersaing dengannya seperti saat ini.

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts