BeritaSepeda motor

Trik Nekat Marquez Sukses Atasi Ducati Desmosedici di Aragon

Ducati Desmosedici Mendominasi Saat Sesi Kualifikasi di Aragon (Foto: Motorsport)

Madrid – Balapan MotoGP yang digelar di Sirkuit Aragon, Spanyol, berakhir tadi malam. Dalam balapan itu, Marc Marquez berhasil menjadi juara disusul Andrea Dovizioso. Hal ini sedikit mengejutkan, sebab performa Ducati Desmosedici besutan Dovi dan beberapa pebalap lain mendominasi selama Free Practice dan sesi kualifikasi.

Sebagaimana dikutip Motorsport, Ducati menguasai empat besar pada Free Practice 1, Jumat (21/9). Kedigdayaan Ducati menular hingga ke tim satelit Pramac Racing dengan duet pebalapnya yaitu Danilo Petrucci dan Jack Miller berhasil mengamankan posisi kedua serta ketiga.

“Saya pikir kami perlu memperbaiki di beberapa bagian. Sementara itu, Ducati memiliki sedikit kelebihan atas kami karena mereka tes di Aragon bulan lalu,” ujar pebalap tim LCR Honda, Cal Crutchlow.

Crutchlow mengakui bila Ducati Desmosedici tampaknya memiliki kecepatan lebih baik dibanding Honda. Namun demikian, pebalap tim satelit Honda ini optimistis bila kubu sayap kepak berhasil mengatasi kedigdayaan Ducati saat GP Aragon.

“Para Ducati sudah tes di sini, jadi mereka memiliki informasi untuk dapat melaju dengan cepat. Saya pikir Marc punya peluang terbesar untuk menang pada Minggu, bersama dengan dua Ducati. Kita tahu ini adalah sirkuit favorit Marc dan dia tampil sangat baik di sini,” jelasnya.

Jelang balapan, Honda menghadapi masalah pada pemilihan ban. Crutchlow menyebut bila Honda butuh ban depan yang lebih mencengkram. Di sisi lain, ban depan dengan kompon hard, grip-nya kurang maksimal sekalipun awet saat race berlangsung.

Marquez Nekat Pakai Ban Belakang Soft Hadapi Ducati Desmosedici

Marquez Menjuarai GP Aragon (Foto: Motorsport)

Kubu tim Repsol Honda terpaksa ‘berjudi’ agar bisa kompetitif melawan kehebatan Ducati Desmosedici di Aragon. Marc Marquez menerapkan strategi agresif dalam pemilihan ban. ‘The Baby Alien’ memilih ban belakang soft jelang balapan karena menurutnya itu satu-satunya cara yang bisa membuatnya menang.

“Ini adalah satu-satunya kesempatan untuk bertarung melawan Dovi. Saat pakai ban hard feelingnya bagus, namun tidak bekerja dengan baik dengan gaya membalap saya, khususnya saat masuk tikungan,” ungkap Marquez.

Keputusan pebalap dengan nomor 93 ini berbuah manis. Marquez akhirnya menuntaskan puasa gelar juara seri sejak libur musim panas. Di saat yang bersamaan, kemenangan Marquez di Aragon sekaligus mematahkan dominasi Ducati dalam tiga balapan terakhir.

“Sepanjang akhir pekan, saya sudah cepat. Namun Dovizioso jauh lebih cepat, ia pembalap terkuat. Saya sangat senang dengan kemenangan ini, karena sudah lama sejak terakhir saya berdiri di puncak podium,” tambahnya. (dna)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts