Berita Sepeda motor

Tampil Selalu Kompetitif, Honda RC213V Ternyata Menyimpan Masalah

Honda RC213V Tim Repsol Honda (Foto: Carmudi)

Berlin – Tim Repsol Honda mendominasi balap MotoGP musim ini. Marc Marquez sebagai pebalap andalan mampu bermain apik dan duduk di puncak klasemen pebalap. Namun, ternyata performa Honda RC213V musim ini sebenarnya tidak sebagus yang terlihat.

Motor yang ditunggangi duet Marquez-Pedrosa dari tim Repsol Honda dan Cal Crutchlow dari tim LCR Honda tidak dapat menikung dengan baik. Keunggulan motor ini hanyalah pada pengereman yang baik.

Isu ini sebenarnya kerap dikeluhkan oleh Pedrosa dan Crutchlow. Namun demikian, performa Marquez yang selalu prima di setiap balapan membuat tidak banyak yang mengetahui masalah sesungguhnya dari motor kubu sayap kepak itu.

MotoGP Spanyol

Dani Pedrosa (Repsol Honda) juarai MotoGP Spanyol 2017 yang berlangsung di sirkuit Jerez. Foto/Google

“Honda sejauh ini merupakan motor yang lebih kompleks untuk dikendarai, motor yang paling menguras fisik. Motornya tidak dapat menikung dengan baik, namun sangat baik dalam titik pengereman,” ujar Crutchlow sebagaimana dikutip Motorsport.

Masalah teknis pada RC213V ini paling bisa dilihat dari buruknya performa Pedrosa di musim ini. Di luar isu hengkangnya dari Honda, ‘The Little Samurai’ sulit memaksimalkan potensinya dengan motor yang baru.

Sebenarnya, Pedrosa turut andil dalam membuat kelemahan pada RC213V di musim ini. Ia terlanjur puas dengan performa motor saat tes pramusim di Sepang (Malaysia) dan Buriram (Thailand). Dengan demikian, pebalap 32 tahun ini tidak lagi memberi masukan soal performa motor.

“Saya memiliki beberapa keluhan tetapi mungkin itu tertutupi oleh catatan waktu yang baik. Dua tes awal berjalan baik, namun saya hanya bisa kencang dengan ban baru pada tiga tempat; Sepang, Buriram dan Jerez,” ungkap Pedrosa.

Bak bumerang, sikap Pedrosa ini kemudian mendatangkan masalah sepanjang paruh pertama MotoGP musim 2018. Ia hanya bisa dua kali finis lima besar, yaitu di LeMans dan Catalunya. Pedrosa pun hanya mampu duduk di posisi ke-12 klasemen pebalap.

Marquez Penakluk Honda RC213V

Konsistensi performa yang ditunjukkan ‘The Baby Alien’ menjadikan pebalap itu sebagai penakluk RC213V di atas lintasan. Prestasi Marquez yang sering naik podium dan juara seri membuat kelemahan motor tertutupi.

racikan mesin

Marc Marquez saat ujicoba pramusim di Sepang (Dok.Motosport.com)

Hal ini pun diakui Crutchlow yang melihat Marquez bisa mengatasi masalah RC213V saat berbelok. Adanya Marquez jadi pembeda yang cukup mencolok dari sisi prestasi di antara para pebalap Honda lainnya.

“Honda memiliki pebalap terbaik. Cara membalap Marc berbeda dari kita semua,” ungkap Crutchlow. (dna)

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts