Home » Berita » Mekanisme Denda Tilang Elektronik, Lebih Mahal Daripada Tilang Biasa

Mekanisme Denda Tilang Elektronik, Lebih Mahal Daripada Tilang Biasa

E-Tilang
Besaran denda tilang elektronik lebih mahal. Foto/Ilustrasi.

Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memberlakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) untuk mobil dan sepeda motor. Pada ruas jalan yang ditentukan, terdapat kamera canggih yang bisa merekam pelanggaran dari pengguna jalan. Bila kalian kedapatan melanggar tilang elektronik, bisa saja dikenai denda maksimal sebesar Rp500 ribu.

Melalui sistem E-TLE ini, pihak kepolisian memang tidak menyita surat-surat kendaraan seperti SIM atau STNK sebagaimana tilang manual. Hukuman yang akan diberikan kepada pengendara yang tidak membayar denda yaitu akan dilakukan pemblokiran data STNK. STNK akan diblokir untuk sementara apabila tidak membayar pada waktu yang ditentukan.

Electronic Law Traffic Enforcement (E-LTE) salah satu tujuannya sebagai cara mengurangi kemacetan di Ibu Kota sekaligus menertibkan para pengendara. Skema tilang elektronik ini dilakukan dengan mengirim surat tilang ke alamat pengendara setelah sistem merekam adanya pelanggaran. CCTV merekam data mulai dari jenis pelanggaran, wajah pengemudi, nomor polisi dan ciri-ciri fisik kendaraan.

Berikut ini daftar pelanggaran yang kena tilang elektronik:

  1. Melanggar marka dan rambu
  2. Melanggar batas kecepatan
  3. Melanggar jalur khusus bagi kendaraan tertentu
  4. Kelebihan daya angkut dan dimensi
  5. Menerobos lampu merah
  6. Melawan arus
  7. Mengemudi tanpa kendali
  8. Tidak menggunakan sabuk pengaman
  9. Mengemudi sambil menggunakan ponsel

Polisi juga akan menindak beberapa pelanggaran lain yang biasa dilakukan oleh pengendara sepeda motor seperti tidak menyalakan lampu, berbonceng lebih dari dua, menggunakan ponsel saat berkendara, hingga melanggar marka jalan.

Polisi kemudian melakukan verifikasi kendaraan yang melanggar untuk menetapkan sanksi sesuai dengan pelanggarannya. Adapun kendaraan dari luar Jakarta yang melanggar, akan diberikan tilang manual oleh petugas di lapangan.

Titik Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

Tilang Elektronik ini terus diperluas di kawasan jalan protokol di Jakarta. Untuk tahap awal, E-TLE diberlakukan sepanjang Jalan Sudirman dan M.H Thamrin. Setelah pemberlakuan E-TLE untuk sepeda motor, wilayahnya diperluas termasuk jalur Trans Jakarta Koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas) sepanjang jalan Warung Buncit Raya.

Kepolisian Republik Indonesia semakin tegas dalam menindak para pelaku pelanggaran lalu lintas. Semakin banyaknya pengendara yang menerobos jalur Trans Jakarta mendorong pihak kepolisian memasang sejumlah 57 kamera E-TLE di sepanjang jalur Trans Jakarta Koridor 6. Polri rencananya akan menambah pemasangan kamera E-TLE di 12 titik.

Kamera E-TLE akan merekam pelanggaran seperti tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone saat mengemudi, pelanggaran marka, mengemudi melebihi batas kecepatan, mendeteksi kecelakaan, pelanggaran parkir, menerobos alat pemberi isyarat lalu lintas, serta menerobos tanda dilarang masuk.

Besaran Denda Tilang Elektronik

ETLE-Motor di Jakarta

Sempat disinggung di atas, pihak kepolisian akan memberlakukan denda maksimum bagi para pelanggar tilang elektronik. Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 287 ayat 1. Pasal tersebut berbunyi sebagai berikut:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pelanggaran tidak menggunaan helm dikenakan denda Rp250 ribu. Selanjutnya, pelanggaran marka jalan Rp500 ribu serta ancaman penjara dua bulan; dan menggunakan ponsel diancam kurungan tiga bulan dengan denda Rp750 ribu

Pihak kepolisian telah menegaskan bila pelanggar yang tertangkap kamera ETLE dikenakan denda maksimal sesuai dengan undang undang yang berlaku. Artinya, kita tidak bisa lagi seperti zaman mengikuti sidang tilang atau menebus surat tilang di kantor Kejaksaan Negeri yang hanya dikenai denda biasa.

Skema E-TLE di Jakarta

Pengendara yang diduga melakukan pelanggaran lalu lintas dan terekam oleh CCTV akan dikirimi surat tilang oleh pihak kepolisian maksimal tiga hari setelah kejadian. Surat bukti pelanggaran elektronik ke pemilik kendaraan beserta foto pelanggaran.

Apabila kalian merasa tidak melanggar atau ingin melakukan sanggahan maka pemilik kendaraan bisa melakukan konfirmasi melalui website www.etle-pmj.info maksimal lima hari setelah surat diterima.

Dalam klarifikasi ini, pemilik kendaraan bisa menyanggah apabila ternyata saat kejadian berlangsung kendaraannya dikendarai orang lain. Kita juga bisa melakukan sanggahan apabila kendaraan itu sudah bukan lagi miliknya namun belum dilakukan balik nama oleh pemilik yang baru.

Setelah kita mengakui bila pelanggaran tersebut benar kita yang berbuat melalui website www.etle-pmj.info, maka pihak kepolisian kemudian mengirimkan slip tilang. Slip tersebut mencatat pasal pelanggaran, berapa jumlah denda yang harus dibayar oleh pelanggar lalu lintas, dan kode pembayaran virtual melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Cara Membayar Denda Tilang Elektronik

Proses membayar denda tilang elektronik yaitu dengan cara transfer ke virtual account BRI. Batas waktu pembayaran tilang yaitu selama dua minggu setelah slip tilang diberikan. Apabila tidak membayar selama waktu yang ditentukan, maka STNK akan diblokir untuk sementara.

Nah, kita bisa membuka blokir dengan cara mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri. Sidang ini merupakan cara menyanggah atau bila kita memiliki argumen kuat untuk membela diri. Perlu kalian catat, periode sidang ini hanya tujuh hari setelah masa pembayaran tilang berakhir.

Perlu kalian perhatikan, bila tidak segera membayar denda tilang elektronik ataupun mengikuti sidang tilang maka STNK akan diblokir dan tidak bisa diperpanjang. STNK baru bisa diaktifkan kembali setelah pengemudi membayar denda tilang.

Beda Slip Biru Tilang Elektronik dan Tilang Biasa

Surat tilang
Surat tilang biru dengan pembayaran denda maksimal. Foto/Carmudi Indonesia.

Para pengendara yang terekam kamera E-TLE saat melanggar lalu lintas setelah mengonfirmasi kesalahannya maka akan dikirimkan slip tilang. Konon, slip yang dikirim ini adalah lembar warna biru yang berarti akan dikenai denda maksimum. Tilang dengan slip warna biru kini juga diberikan oleh petugas kepolisian di lapangan bagi para pengendara yang melanggar.

Namun demikian, ada beberapa perbedaan antara slip biru untuk tilang elektronik dan tilang biasa. Untuk tilang elektronik ini pembayarannya hanya bisa dilakukan melalui virtual account dari bank BRI. Untuk besaran dendanya akan membayar denda maksimum dari pasal yang mereka langgar.

Sementara itu untuk tilang biasa, slip biru ini diberikan karena pengendara mengakui kesalahannya. Adapun tilang dengan slip merah dahulu diberikan bagi pengendara yang tidak merasa melakukan pelanggaran lalu lintas dan bersedia ikut sidang untuk melakukan sanggahan.

Untuk pembayaran denda tilang slip biru dari petugas kepolisian ini bisa dilakukan saat persidangan. Setelah lewat tanggal persidangan, kita bisa ke loket khusus kantor Kejaksaan Negeri wilayah kita melakukan pelanggaran untuk membayar denda sekaligus mengambil surat yang ditahan.

Untuk besaran denda dari slip biru tilang biasa ini bukanlah denda maksimum. Di tiap Kejaksaan Negeri telah menentukan besaran tarif untuk tilang dari tiap-tiap pasal.

Beda cara urus tilang slip merah dan tilang slip biru (Foto PGSJ)

Misalnya saja denda maksimum untuk pengendara motor atau penumpangnya yang tidak pakai helm sebesar Rp250 ribu. Maka saat kita akan menebus surat yang ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri, kita mungkin hanya dikenai denda sebesar Rp50 – 75 ribu.

Untuk tilang elektronik ini bila kita tidak kunjung membayar denda sampai batas waktu yang ditentukan maka akan dilakukan blokir data sementara untuk STNK. Kita tidak bisa melakukan pembayaran pajak bila belum membayar tilang elektronik. Selain itu, tilang elektronik memberikan efek jera karena nilai denda yang diberikan sangat besar karena berupa denda maksimum.

Kelebihan dari tilang elektronik yaitu pelanggar tidak perlu hadir sidang di pengadilan atau kejaksaan negeri. Pembayaran bisa dilakukan secara online atau datang ke cabang bank BRI terdekat. Selain itu, STNK dan SIM tidak ditahan oleh pihak kepolisian sebagaimana saat tilang biasa.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Perhatikan, Berteduh Sembarangan di Kolong Flyover atau Terowongan Bisa Kena Tilang

Previous post
Akhir Pekan Ini, Saatnya Intip Promo Mobil Baru Toyota
Yamaha Nmax generasi baru.
Next post
Menengok Deretan Motor Baru Yamaha di 2020