Event

Memasuki 1 Dekade, Shell Eco Marathon Ajak Mahasiswa Terus Berinovasi

Shell Eco Marathon

Tim GARUDA UNY ECO TEAM, dari Universitas Negeri Yogyakarta, 2018 di Singapura. (Edwin Koo/AP Images for Shell)

Jakarta – Shell Eco Marathon sebagai event yang menampilkan inovasi karya anak muda dalam membuat kendaraan ramah lingkungan sudah memasuki usia 10 tahun.

Ajang ini sendiri sebenarnya sudah ada sejak 1985 sebagai wadah mahasiswa untuk memamerkan inovasi kendaraan ramah lingkungannya.

“Dalam 10 tahun ini, Shell Eco Marathon patut bangga dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang terlibat karena sudah lebih dari 200% partisipasi kampus untuk mengikuti acara ini,” kata President Director & Country Chair Shell Indonesia Dian Andyasuri.

Partisipasi dari mahasiswa ini menghasilkan berbagai kendaraan ramah lingkungan dan energi. Misalnya kategori internal combustion, mobil listrik, dan hydrogen fuel cell.

Shell Eco Marathon 2017

Peserta Shell Eco-Marathon 2016. (Foto: istimewa)

Indonesia juga berhasil memukau dunia lewat ajang Driver’s World Championship sebagai perwakilan regional Asia.

Tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan tim Bumi Siliwangi 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pernah meraih gelar juara dengan mengalahkan tim pesaing dari Kanada, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa.

Merilis Buku Shell Eco Marathon

Untuk merayakan pencapaian 10 tahun, Shell Indonesia meluncurkan buku bertajuk Shell Eco-Marathon Stories: A Quest of Contribution on Developing Indonesia Innovative Talents.

Sebagai puncak dari peluncuran buku ini, Shell Indonesia juga menggelar webinar “Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan untuk Transisi Energi: Mendorong Solusi Energi yang Lebih Bersih Melalui Kendaraan Hemat Energi”.

Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi hal ini.

“Generasi muda adalah aktor utama dalam mencapai target penurunan efisiensi energi sebesar 1% per tahun, bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025, dan penurunan emisi CO2 sebesar 198 juta ton CO2 pada sektor energi di tahun 2025,” jelas Dadan.

Masih ujarnya,”Merekalah yang akan menikmati dan menjalankan terwujudnya energi bersih masa depan. Partisipasi dan prestasi mahasiswa Indonesia di ajang Shell Eco-marathon perlu diapresiasi dan didukung untuk mempersiapkan para generasi muda yang tanggap terhadap tantangan energi di masa mendatang”.

 

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Baca Juga: Kemenperin Berharap IIMS Motobike Gairahkan Penjualan Sepeda Motor

Rizen Panji

Hobinya menghabiskan bahan bakar di akhir pekan. Dan pastinya tergila-gila dengan mobil tua apalagi mobilnya model pintu dua. Oiya, dirinya juga senang melihat interior mobil yang sangat rapih dan bersih, lho!

Related Posts