Home » Modifikasi » Memilih Velg Aftermarket yang Tepat untuk Mobil Kesayangan, Jangan Sembarangan

Memilih Velg Aftermarket yang Tepat untuk Mobil Kesayangan, Jangan Sembarangan

Referensi Modifikasi Toyota Calya dan Daihatsu Sigra
Referensi Modifikasi Velg Aftermarket di Mobil LCGC. (Foto: Ilustrasi)

Jakarta – Velg selain fungsinya menopang kendaraan, bisa juga mempercantik penampilan. Maka dari itu, pabrikan mobil sekarang ini menyediakan velg berbahan alloy dengan diameter yang cukup besar. Untuk sebagian orang, velg bawaan mobil dinilai masih kurang modis sehingga mereka menggantinya dengan produk aftermarket.

Daya tahan velg alloy buatan pabrikan juga terjamin kualitasnya dan sama baiknya dengan velg kaleng. Keunggulan velg alloy ini selain dari sisi desain, bobotnya juga lebih ringan sehingga membuat mesin tidak dipaksa bekerja keras memproduksi tenaga.

Namun demikian, masih banyak pemilik mobil yang tidak puas dengan velg bawaan. Banyak alasan yang mendasari mereka ingin mengganti velg mobilnya dengan produk aftermarket. Mereka tentunya ingin penampilan mobilnya lebih keren dengan diameter velg yang lebih besar dari bawaan mobil.

Saat memilih velg aftermarket, Anda perlu mempertimbangkan banyak hal yang berkaitan dengan sisi keamanan dan kenyamanan. Pasalnya, di balik penggantian velg ini sebenarnya ada untung ruginya masing-masing.

Pabrikan mobil sebenarnya memperbolehkan pemilik untuk mengganti velg standarnya asalkan masih sesuai batas toleransi. Secara umum, penggantian velg mobil diameternya boleh dinaikkan hingga 2 inci.

Ragam Tren Velg Aftermarket Mobil

Civic Turbo
Honda Civic Turbo masih bisa dijejali velg berukuran 20 inci (Foto: Carmudi Indonesia)

Penampilan ala racing look memunculkan beberapa tren desain velg aftermarket. Salah satu tren yang cukup populer dan tidak lekang oleh zaman yaitu rally look atau velg bergaya mobil reli. Tidak hanya yang asli, versi KW juga Anda jadikan pilihan.

Anda bisa melirik Enkei sebagai merek yang bisa jadi rujukan dengan kualitas Original Equipment Manufacturer (OEM). Untuk produk dengan kualitas pabrikan, ada juga merek Lorinser atau BBS yang digunakan oleh tuner pabrikan. Adapun untuk merek imitasi alias KW lebih beragam, semisal TE 37.

Lain lagi dengan gaya street racing, yang desain velgnya lebih flamboyan dan beragam. Desain velg street racing ini ada yang berupa two piece. Jenis velg seperti ini bagiannya bisa dipisah antara palang dengan ring. Velg two pieces memiliki keunggulan pada desain yang mewah.

Keunggulan velg two piece bisa dipisah antara palang dengan ring, sehingga pemilik mobil bisa mengganti palangnya dengan desain lain atau ringnya. Velg two piece buatan merek terkemuka dengan kualitas OEM sangat mahal, hingga puluhan juta rupiah.

Toko-toko penjual velg aftermarket biasanya menyediakan paket hemat untuk velg two piece ini. Mereka akan menawarkan velg imitasi yang sebenarnya berbentuk one piece bergaya two piece. Velg yang biasanya buatan China ini ditambahi aksesoris baut penyambung layaknya two piece.

Kelemahan velg two piece imitasi biasanya penyok atau paling parah retak apabila menghantam lubang. Velg one piece jelas lebih kokoh saat membentur lubang, sehingga risiko mudah penyok atau ringkih layaknya velg two piece bisa dihindari.

Batas Aman Ganti Velg Aftermarket Dari Pabrikan Mobil

Beragam jenis velg aftermarket untuk mobil. (Foto: Ilustrasi)

Keuntungan dari ganti velg tidak hanya tampil gaya, tetapi juga meningkatkan pengereman mobil. Pabrikan telah menetapkan angka untuk tire assembly karena akan mempengaruhi kinerja komponen lainnya di sekitar roda.

Biasanya, kenaikan ukuran velg dibatasi hanya dua inci dari ukuran standar. Batasan ini, dinamakan total diameter tire assembly. Tidak hanya diameter velg, pabrikan juga mengatur lebar maksimum tapak ban.

Batasan ini sesuai dengan perhitungan geometri yang dilakukan pabrikan karena akan mempengaruhi beberapa bagian lainnya. Sistem Antilock Braking System akan terganggu bila penggantian velg tidak mengacu pada batas aman pabrikan.

Bagged style seperti ini cocok bagi mobil-mobil yang memiliki ruang fendr besar, biasanya sedan midsize atau besar yang mewah

ABS kinerjanya bakal tersendat apabila pergantian velg mobil keluar dari toleransi. Ini disebabkan bagian sensor ABS kesulitan menyesuaikan geometri putaran roda yang diameternya berubah total.

Biasanya semakin besar diameter velg, sisi tapak ban juga melebar, sehingga pengereman mobil lebih baik. Di sisi lain, kenyamanan berkendara bisa saja berkurang karena ketebalan dinding ban semakin tipis.

Batasan ini akan lebih besar pengaruhnya pada mobil-mobiil kecil seperti city car atau Low Cost Green Car (LCGC) karena keterbatasan ruang spakbor. Celah spakbor yang sempit hanya memungkinkan kenaikan ring antara 2-3 inci. Misalnya, velg bawaan mobil berdiameter 14 inci maka batas aman mengganti velg menjadi 16 inci. Khusus untuk mobil dengan velg bawaan 13 inci seperti Datsun Go, kenaikan bisa sampai tiga inci, karena ruang spakbor yang bisa mengakomodir roda berdiameter 16 inci.

Penambahan diameter sesuai rekomendasi tidak membuat Anda melipat atau memotong fender bagian dalam agar nantinya tidak mentok saat dipakai berkendara.

Perhatikan Kualitas Velg Aftermarket

Tirta 5
Bentuk-bentuk Velg yang cocok untuk Toyota Fortuner. (Foto:Carmudi Indoneisa)

Pemakaian velg aftermarket patut memperhatikan banyak hal, mulai dari kualitas, ukuran, hingga lebar bidang tapak ke aspal. Soal kualitas, Anda bisa melirik velg buatan produsen papan atas yang telah teruji di ajang balap atau diakui pabrikan mobil. Kualitas velg asli buatan merek terkemuka telah teruji setara produk OEM.

Velg aftermarket yang tersedia di pasaran biasanya menggunakan bahan dari logam ringan seperti billet, forged alloy atau magnesium. Pemakaian velg imitasi yang kualitasnya diragukan, berisiko menimbulkan insiden saat berkendara normal.

Velg tiruan saat proses produksi tak menutup kemungkinan muncul pori-pori besar dan rongga di tengah serta palang. Gejala keropos ini sangat jarang terjadi pada velg asli.

Ada rupa ada harga, dimana velg aftermarket dengan kualitas setara pabrikan harganya cukup mahal di Indonesia. Pengguna ‘velg asli’ ini biasanya merupakan pemilik mobil mewah. Kebanyakan pemilik mobil, masih mengincar velg aftermarket dengan kualitas KW, asalkan desainnya cocok dan sesuai selera.

Velg aftermarket premium menggunakan campuran logam yang ringan namun kuat. Hal ini tentunya berimbas kepada harga jualnya. Velg yang lebih ringan tentunya akan membuat tarikan atau akselerasi yang lebih ringan pula. Sementara itu, Velg lokal menggunakan bahan yang masih tergolong lebih berat dengan harga lebih terjangkau.

Untung Rugi Mengganti Velg Aftermarket di Mobil

Karimun Wagon R
Desain velg baru Suzuki Karimun Wagon R. Foto/Carmudi Indonesia.

Keuntungan apabila mengganti velg dengan ukuran sesuai rekomendasi pabrikan yakni sisi responsif pengendalian meningkat tanpa mengorbankan kenyamanan. Lebih pendeknya jarak vertical side wall membuat roda lebih merespons perintah setir dan gas.

Sisi vertical side wall tidak banyak berkurang membuat ban masih bisa meredam permukaan aspal yang kurang mulus. Penampilan juga membuat mobil terlihat makin sporty.

Kerugian mengganti velg aftermarket biasanya muncul karena tidak mengikuti anjuran pabrikan. Contohnya dengan menaikkan diameter velg 3 inci keatas.

Semakin besar diameter velg tentunya membuat bobotnya semakin berat. Selain itu, kenyamanan berkurang ketika melewati polisi tidur atau speed trap.

Velg dengan offset yang terlalu lebar juga mengganggu, karena ban akan mentok pada fender mobil. Hal ini bisa mengakibatkan ban cepat aus, fender penyok dan rusaknya komponen kaki-kaki. Mesin juga dipaksa bekerja lebih berat, velg dengan bidang tapak melebar butuh tenaga lebih besar dari yang biasanya.

Beban pada mesin ini pastinya berpengaruh pada konsumsi bahan bakar yang ikut meningkat. Lebih jauh, kinerja komponen lain di sekitar roda juga dapat terganggu. Komponen pendukung seperti odometer, speedometer, atau ABS bakal berubah parameter perhitungannya.

Pemilik mobil mau tidak mau harus mengkalibrasi ulang tiga komponen tadi agar kinerjanya tetap presisi dan tidak terjadi misinformasi kecepatan dan jarak tempuh saat mobil melaju.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Previous post
Bikin Iri, Toyota GR Yaris Mulai Dijual di Jepang
Next post
Honda BR-V Terbaru Meluncur Lebih Dulu di Malaysia, Ini Perubahannya