Home » Sample Blog » Mencicipi Daihatsu Ayla Turbo di Kursi Penumpang, Akselerasinya Nggak Nendang

Mencicipi Daihatsu Ayla Turbo di Kursi Penumpang, Akselerasinya Nggak Nendang

Daihatsu Ayla Turbo
Daihatsu Ayla Turbo perlu pembenahan di sektor mesin

Karawang – Setelah unjuk diri pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2018 lalu, PT Astra Daihatsu Motor kemudian mengajak beberapa media untuk merasakan performa Daihatsu Ayla Turbo.

Berhubung ini mobil prototype, maka PT ADM hanya mempersilakan awak media duduk sebagai penumpang. Sepanjang acara, Ayla Turbo hanya dikendarai oleh pengemudi dari tim R&D Daihatsu untuk memutari lintasan dalam satu putaran.

Carmudi Indonesia berkesempatan merasakan performa Ayla Turbo di atas lintasan Test Course dari Research and Development (R&D) Center, Karawang. Daihatsu ingin membuktikan kepada awak media bila adanya turbo bisa jadi dopping tenaga pada sang LCGC saat melaju di trek.

Ayla Turbo
Ayla Turbo saat taxi drive di Karawang

Menurut klaim Daihatsu, tenaga Ayla Turbo mencapai 200 PS dengan torsi 242 Nm. Tentu saja besaran tenaga tersebut sangat fantastis di atas kertas. Namun, bagaimana saat diuji di atas lintasan atau dibandingkan dengan mobil sejenis?

Perbandingan Akselerasi Ayla Turbo dengan Mobil Lain Sejenis

Ayla Turbo
Ayla Turbo

Masih menurut klaim Daihatsu, mereka berhasil membuat akselerasi Ayla Turbo dari 0-100 km/jam cukup 10,3 detik dari awalnya selama 14 detik. Pradipto Sugondo selaku Research & Development Division Head PT ADM menyebut bila turbo bekerja optimal pada putaran mesin 3.000-5.500 rpm.

Namun, menurut kami sebagai penumpang di Ayla Turbo ternyata dopping itu belum bisa membuat akselerasi awalnya gahar secara signifikan. Sebab, catatan akselerasi ini serupa dengan hatchback dan city car standar produksi pabrikan mobil lain.

Karakter turbo pada Ayla modifikasi ini lebih pas untuk putaran atas dan mengail top speed lebih tinggi lagi. Otomatis, putaran bawahnya hanya mengandalkan kinerja mesin 1.200 untuk akselerasi awal.

Bila turbo belum bermain, kinerja Ayla Turbo ini disokong dari mesin dan racikan gear rasio baru dengan dukungan knalpot bawaan yang dibuat free flow. Ini jelas membutuhkan effort dari test driver untuk “memancing” tenaga dari turbo itu keluar.

Mesin Ayla Turbo
Mesin Ayla Turbo

Berikut ini catatan akselerasi beberapa mobil yang relatif setara dengan Ayla Turbo:

– Daihatsu Ayla Turbo : 0-100 km/jam dalam 10,3 detik
– Mazda2 : 0-100 km/jam dalam 10,1 detik
– Honda Brio Satya : 0-100 km/jam dalam 11,9 detik
– Suzuki Ignis : 0-100 km/jam dalam 12,7 detik
– VW Polo TSI : 0-100 km/jam dalam 9,7 detik

Perbedaan akselerasi ini dipengaruhi oleh tenaga dari masing-masing mobil. Tapi tetap saja, tidak bisa melampaui tenaga maksimum Ayla Turbo sebesar 200 ps.

Performa Ayla Turbo di Atas Lintasan

Ayla Turbo
Ayla Turbo Akselerasinya Lambat

Dalam sesi taxi drive kali ini Ayla Turbo belum bisa menunjukkan performa optimalnya. Test Driver berusaha main RPM tinggi dan gantung kopling supaya turbo bekerja secara instan. Memang, tenaga mobil masih bisa dikail tapi sayangnya akselerasi Ayla Turbo kurang spontan.

Padahal, bobot mobil sudah dibuat ringan karena tidak terpasang kursi belakang dan ban serep. Interiornya sudah disulap layaknya mobil balap touring car yang biasa berlaga di sirkuit Sentul. Roll bar menyangga bagian kabin untuk perlindungan ekstra pebalap dan penguat apabila mobil dipacu kecepatan tinggi.

Ayla Turbo
Interior Ayla Turbo

Sepertinya pihak R&D Daihatsu perlu melakukan tuning ulang untuk kinerja turbo agar langsung ngisi sejak putaran bawah. Tidak harus menghasilkan tenaga melimpah, setidaknya akselerasi Ayla Turbo masih bisa lebih baik dari sekarang.

Ini bisa diketahui saat mobil melewati trek lurus cukup panjang, tarikan di putaran atasnya terasa nendang banget. Saya pun seketika langsung terdorong ke sandaran kursi bucket seat karena luapan turbo yang baru terasa di putaran atas.

Sayangnya panjang trek lurus Test Course kurang memadai untuk mengetahui seberapa gahar efek turbo saat dipacu pada kecepatan tinggi. Dengan beberapa penyesuaian, dopping power dari turbo tidaklah mubazir karena tenaga mesin bisa seketika mengisi sejak putaran bawah.

Handling Daihatsu Ayla Turbo Stabil

Membahas soal akselerasi, itu jadi kelemahan mendasar dari Ayla Turbo. Namun tidak dengan pengendalian dan stabilitas suspensinya. Racikan tim R&D Daihatsu berhasil membuat suspensi yang stabil dan relatif minim limbung di atas lintasan.

Ayla Turbo stabil saat ngepot

Suspensi mampu menjaga posisi mobil tetap stabil saat melewati U-Turn pada Test Course di Karawang. Saya pun tidak merasa bila mobil dibuat sedikit dibuat ngepot ketika lewat tikungan yang sedikit basah karena hujan gerimis pada Rabu (6/3).

Suspensi juga mampu menjaga stabilitas Daihatsu Ayla Turbo saat melewati bagian yang dibuat zigzag dengan cone. Namun, kondisi cuaca gerimis ini membuat test driver tidak bisa unjuk performa maksimal dari sang city car. Not bad lah untuk sebuah mobil prototipe dengan standar balap dari IMI.

Sekalipun aspal basah, ban semi slick Achilles Accelera masih mencengkram dengan baik. Test Driver dari tim R&D menyebut bila traksi ban sebenarnya lebih optimal saat aspal kering atau benar-benar basah saat hujan turun. Kondisi gerimis membuat test driver menjaga laju Ayla Turbo agar tidak sampai melintir atau selip.

Kesimpulan

Untuk sesi bertajuk Daihatsu Ayla Turbo Media Test Drive ini menurut saya masih belum memuaskan. Performa mantan LCGC tidak bisa ditampilkan secara maksimal. Faktor cuaca dan setting mesin jadi penyebab mengapa performa Ayla Turbo masih belum greget.

Melihat catatan akselerasi, Ayla Turbo masih kalah cepat dibanding Mazda2 dengan SkyActive atau VW Polo TSI yang notabene tenaganya masih jauh dibawahnya. Turbo ini sifatnya masih sekedar gimmick karena belum bisa menampilkan akselerasi spontan ala mobil touring car.

Semestinya Ayla Turbo bisa jauh lebih melesat untuk akselerasi 0-100 Km/jam bila dibandingkan hatchback dan city car sejenis. Bayangkan saja, tenaga 200 ps masih kalah dengan Mazda2 yang tenaganya sekitar 115 hp. Semestinya, Ayla Turbo bisa berakselerasi antara 8-9 detik saja mengingat bodinya yang sudah sangat ringan.

Catatan positif saya berikan soal racikan suspensi Ayla Turbo. Memang, suspensinya terasa rigid tapi tidak keras kok. Ayunan suspensi coilover custom ala R&D Daihatsu masih ada empuk-empuknya gitu. Efeknya, handling tidak limbung lalu efek terguncang dari trek yang bumpy juga minim.

Mestinya untuk orang awam, saat mobil dipacu pada trek U-Turn rasanya sedikit pusing apalagi bila sedikit ngepot karena efek gaya sentrifugal. Tapi saat itu saya merasa biasa saja, tidak terhempas ke sisi luar mobil ketika menikung cepat. Saya pun heran apakah ini mobil benar lagi menikung atau jalan lurus karena rasanya hampir sama karena cukup stabil di kabin.

Harapannya tim R&D Daihatsu bisa memaksimalkan adanya turbo untuk lebih meningkatkan performa akselerasi. Bila turbo baru terasa di putaran menengah, tenaganya jadi mubazir karena tidak bisa terpakai seluruhnya. Tuning ulang yang pas bisa membuat Ayla Turbo jadi sosok monster kecil yang mampu mengasapi mobil-mobil premium dengan kisaran tenaga 200 ps.

Previous post
Toyota Avanza Bakal Dijejali Cruise Control?
Dealer DFSK
Next post
DFSK Buka Dealer di Depok untuk Lebih Mudahkan Konsumen

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *