Modifikasi

Mengenal Lebih Dekat Rumah Modifikasi Porsche, Singer Vehicle Design

singer vehicle design porsche

Singer Vehicle Design (SVD) adalah tuner atau rumah modifikasi spesialis Porsche dan telah mendapat pengakuan secara resmi dari pabrikan.

Mendengar nama Porsche tentu yang terlintas di benak kaum pria adalah mobil dengan performa mesin yang buas, desain bodi yang keren dan harganya yang cukup mahal.

Bagi sebagian orang, nama Singer Vehicle Design cukup jarang terdengar.

Hasil karya SVD terkenal detail dengan tingkat finishing touch terbaik. Bahkan karyanya bisa dibilang hampir menyerupai pabrikan. Ibaratnya seperti Mercedes-Benz punya AMG, Brabus, dan Carlsson; atau BMW dengan AC Snitzer dan Hamann.

Nah, Singer Vehicle Design ini yang lebih melayani modifikasi dan restorasi Porsche.

Bagi para pemilik Porsche di seluruh dunia pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama tuner ini.

Sejarah Singer Vehicle Design

Bagi mereka yang benar-benar menggilai otomotif, nama Singer Vehicle Design pastinya tidak asing. Tetapi, belum tentu mereka tahu tentang sejarah rumah modifikasi ini pastinya.

Robert Dickinson merupakan orang yang pertama kali memiliki ide untuk melakukan modifikasi pada Porsche 911E miliknya.

singer vehicle design porsche

Pada 2003, Rob panggilan akrabnya menampilkan Porsche hasil modifikasinya dengan nama The Brown Bomber. Ibarat mendapat durian runtuh, pria yang berprofesi sebagai vokalis ini ternyata mendapatkan apresiasi yang sangat besar dari orang yang melihat hasil karyanya.

“Mobil itu meyakinkan saya bahwa saya bisa menemukan mobil yang terlihat keren dan membuat orang terpana,” kata Rob Dickinson dilansir dari Total 911.

Tahun 2009, akhirnya Robert mendirikan Singer Vehicle Design dengan didukung beberapa investor. Lokasi bengkel yang didirikan oleh Rob berada di Los Angeles, California, Amerika Serikat, hingga saat ini.

Perusahaan yang memiliki moto “Segalanya Adalah Hal yang Penting” ini selalu mencoba memberikan kepuasan kepada konsumen. Mereka melayani permintaan untuk mengkustomisasi interior, mesin, bodi, pelek, hingga restomod.

Bukan Berasal dari Mekanik

Sebagai seorang musisi, Dickinson tahu betul jika dirinya tidak terlalu menguasai tentang mesin.

“Saya bukanlah seorang mekanik, tetapi saya memiliki latar belakang desain dan seni,” sambungnya.

Oleh sebab itu, ia melakukan metode pendekatan kepada setiap konsumen dengan memberikan detail yang super. Untuk mengerjakan hal mekanis dan teknis, Rob mulai memikirkan kerja sama dengan beberapa perusahaan aftermarket seperti Ohlins dan Cosworth.

Dengan Ohlins ia bekerja sama untuk membuat custom-valved dampers. Sedangkan dengan Cosworth ia bekerja sama membangun mesin. Salah satu mesin yang cukup terkenal adalah mesin 3.600 cc, 3.800 cc, dan 4.000 cc racikannya bersama Cosworth.

Bagi orang awam, cukup mudah mengenali hasil karya Singer karena memiliki ciri khas di bodi yang terbuat dari carbon fiber asli dan mesin yang dibangun ulang bersama Cosworth.

Siapa sangka, hasil modifikasi yang awalnya sengaja dilakukan oleh Rob ini justru melahirkan sejarah baru. Terbukti setiap hasil karya SVD selalu memiliki nilai jual yang sangat fantastis.

Bahkan Porsche mengakui jika hasil modifikasi Rob sangat bagus dan menobatkannya sebagai tuner resmi.

Penggunaan Nama Singer Vehicle Design

Ada alasan menarik Rob lebih memilih nama Singer, yaitu karena ia ingin terus melanjutkan tongkat estafet dari kerja keras Norbert Singer.

Norbert Singer sendiri merupakan orang yang sukses membuat nama Porsche bersinar di ajang balap. Proyek yang membuat namanya melambung pada 1979.

Pria kelahiran 1939 itu diberi tugas untuk memodifikasi Porsche 935 untuk mengikuti ajang balap 24 Hours of Le Mans. Adapun mobil yang dikerjakan olehnya merupakan mobil yang sudah berusia 15 tahun.

Hasilnya mobil tersebut bak kura-kura yang menjelma menjadi seekor kelinci, mampu melesat mengasapi lawan-lawannya saat itu.

Sejak saat itu, Singer mulai sering mendapat proyek untuk mengerjakan Porsche 956 dan 962 yang tampil di Group C.

Singer pun berhasil mendaratkan 7 gelar 24 Hours of Le Mans.

Karyanya pun tak berhenti sampai di situ saja. Pada era 90-an ia kembali mengerjakan proyek Porsche WSC dan meraih kemenangan pada tahun 1996 dan 1997.

Pada tahun 1998, Singer menjadi kepala mekanik untuk mengawasi Porsche 911 GT1-98. Gelar juara pun kembali diboyong ke markas Porsche dan gelar tersebut menjadi piala ke-16 bagi Porsche di ajang balap 24 Hours of Le Mans.

Piala terakhir tersebut menjadi piala terakhir bagi Porsche, karena setelah itu pabrikan asal Jerman ini memutuskan untuk pensiun dari ajang balap Le Mans. Mereka pensiun untuk lebih fokus melahirkan Porsche Cayenne yang sedang disiapkan untuk lahir ke dunia.

Orang Indonesia yang Pernah Membantu Singer

Nama Singer bukanlah rumah modifikasi kacangan. Banyak orang ingin bekerja atau ingin membantu menjadi salah satu bagian dari proyek yang dikerjakan. Beruntung ada salah satu orang Indonesia yang pernah bekerja membantu Singer.

Dia adalah pria bernama Shane Paul Sumampouw yang merupakan desainer asli asal Indonesia. Shane pernah diminta Singer mendesain pelek untuk Porsche 911 yang sedang direstorasi.

Kini, Shane menjadi desainer untuk perusahaan pelek asal Indonesia, HSR. Kalau kalian benar-benar menyukai Porsche, kalian wajib tahu tentang Singer dan nama Shane Paul Sumampouw yang pernah membantu Singer menyelesaikan PR untuk konsumennya.

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Rizen Panji

Hobinya jelas, menghabiskan bahan bakar mesin 6 silinder di akhir pekan. Seleranya juga sudah jelas, mobil tua yang pintunya cuma dua. Oh iya, dirinya sangat mencintai interior mobil yang bersih dan simpel. Kalau ada yang mau ngasih mobil dengan ciri tersebut, akan diterima dengan senang hati..

Related Posts