Tips dan Trik

Mengganti Oli Mesin Mobil Harus Ikuti Buku Manual, Ini Alasannya

Jakarta – Mengganti oli mesin mobil berkala memiliki peran penting, namun masih banyak yang kebingungan, kapan waktu yang tepat melakukan penggantian.

Sebenarnya periode penggantian oli sudah tentukan oleh pabrikan, dan informasi tersebut tercantum di buku manual.

Umumnya di buku manual tertulis periode mengganti oli mesin setiap 3.000 km atau 3 bulan, 5.000 km atau 9 bulan, dan seterusnya tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

mengganti oli mesin

Periode penggantian oli mesin yang telah ditentukan oleh pabrikan mobil berbeda-beda. Ada yang jangka waktunya lama, tapi ada juga yang sebentar.

Itu semua diatur dan ditentukan setelah pabrikan melakukan pengujian di lapangan dengan menggunakan oli yang beredar di pasaran.

“Bahwa dengan menggunakan pelumas kekikinian, yang saat ini beredar di pasaran itu adalah limit (batasan) yang mereka sarankan untuk dilakukan pergantian oli mesin,” ujar Brahma Putra Mahayan Technical Specialist HSD Engine Oil, PT Pertamina Lubricants, dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

Lantas bagaimana jika mobil lebih banyak diam atau jarang digunakan, apakah aturan yang ada di buku manual tetap berlaku?

Jawabannya: “Ya”, oli harus tetap diganti sesuai dengan waktunya.

“Kalau mobil dipakai jelas harus ganti oli, kalau enggak dipakai kenapa oli harus tetap diganti. Rupanya meskipun oli itu tidak dipakai, di dalam mesin itu terdapat bermacam-macam material, ada besi tembaga, nikel, dan partikel lain. Partikel-partikel itu meskipun mesin tidak bekerja tetapi mereka itu bersifat sebagai katalis,” terang Brahma.

Pelumas Mengandung Zat Aditif

Zat aditif merupakan salah satu bahan utama yang terkandung dalam pelumas. Secara umum ada sembilan tipe zat aditif dalam pelumas mesin, kegunaannya pun berbeda-beda.

Anti Oxidant

Mencegah terjadinya oksidasi pada molekul pelumas

Detergent

Menjaga permukaan metal bebas dari kotoran

Dispersant

Mengendalikan kotoran atau contaminant agar terdispersi secara merat dalam pelumas.

Anti karat / anti korosi

Mencegah terjadinya korosi/karat pada bagian metal yang berhubungan dengan pelumas.

Anti Wear / Extreme Pressure

Mencegah gesekan & keausan bagian mesin yang dalam kondisi “boundry lubrication”.

Pour Point Depressant

Menekan titik beku pelumas agar mudah mengalir pada suhu rendah.

Friction Modifier

Meningkatkan tingkat kelicinan dari film pelumas

Anti Foam

Mencegah / Mengurangi terjadinya busa.

Metal Deactivator

Mencegah terjadinya efek “katalis” dari partikel keausan mesin sehingga dapat mencegah akselerasi proses oksidasi pelumas.

mengganti pelumas mesin mobil

Zat aditif yang terkandung dalam oli mesin tidak selamanya bisa melindungi komponen-komponen mesin. Oleh karena itu diperlukan pergantian oli mesin secara berkala.

“Dalam jangka waktu yang lama karat itu bisa saja timbul artinya zat aditif memang ditambahkan dengan fungsi-fungsi berbeda. Tetapi mau aditif sehebat apapun itu tidak akan bisa menghilangkan proses alamiah yang terjadi,” tutur Brahma.

“Begitu juga dengan Metal Deactivator yang memang penggunaannya mencegah terjadinya efek katalis. Tetapi ya tidak ada yang ideal, efek katalis pasti akan terjadi. Angka yang ditunjukkan oleh manual book itu adalah angka yang berdasarkan riset mereka.”

Baca Juga:

Penulis: Santo Sirait
Editor: Dimas

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts