Home » Berita » Mercedes-Benz 300CE, Sedan Incaran Para Kolektor

Mercedes-Benz 300CE, Sedan Incaran Para Kolektor

Jakarta – Beberapa waktu lalu, Carmudi Indonesia pernah membahas Mercedes-Benz W124 atau yang sering disebut boxer. Mobil sedan 4 pintu ini menjadi salah satu mobil yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Tapi, di Indonesia sebenarnya ada versi lain yang hadir dengan pintu dua. Ia adalah Mercedes-Benz 300CE. Lebih dari 1 dekade silam, mobil pintu 2 ini bisa dibilang cukup terasingkan.

Mercedes-Benz 300CE
Mercedes-Benz 300CE

Tetapi, sekarang harga dari mobil ini kian melambung tinggi bahkan lebih mahal dibandingkan dengan beberapa mobil baru. Kira-kira, faktor apa saja sih yang membuat mobil ini layak menjadi mobil koleksi dan punya banderol tinggi?

1. Bentuk Menawan Mercedes-Benz 300CE

Salah satu alasan mengapa banyak orang yang menyukai Mercedes-Benz 300CE ini adalah bentuknya yang indah dipandang. Bagi pecinta mobil sedan pintu dua, mobil ini memiliki desain yang lebih menarik dibandingkan dengan boxer. Secara desain, memang hampir sama dengan boxer, hanya ada ada perbedaan di beberapa bagian seperti aksen bumper, kaca samping model coupe hingga bagian buritan.

Selain itu, mobil ini memiliki kaca pintu dengan model frameless, alias tanpa bingkai jendela dan pillarless alias tanpa pilar B. Pada saat membuka pintu, kesan mewah dan elegan benar-benar terasa. Serasa membuka pintu mobil sport mahal.

2. Interior Berkelas

Mobil yang mengusung DNA E-Class yang bermakna Executive Class ini sudah semestinya memiliki interior yang berkelas. Pada zamannya, interior dari mobil ini benar-benar sangat mewah. Warna coklat yang dipadukan dengan aksen kayu benar-benar membuat bagian dalam mobil ini lebih hidup dan memberi kesan nyaman.

Interior Mercedes-Benz 300CE
Interior Mercedes-Benz 300CE

Ada beberapa paket trim yang ditawarkan oleh Mercedes-Benz. Mulai dari interior berwarna beige, hitam, paduan beige dan hitam, biru, hijau serta merah. Karena ia diposisikan sebagai mobil sport, joknya menggunakan bahan kulit semi bucket. Bagi sebagian orang, model jok ini terasa sangat nyaman sekali di duduki. Seakan benar-benar memeluk badan dengan erat.

3. Sejarah

Mercedes-Benz 300CE ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1988 di Eropa. Sedangkan pada tahun 1990-1993 hadir varian baru sebagai model cabriolet, atau atap yang bisa dibuka tutup dengan nama 300CE-24 Cabriolet. Mercedes meluncurkan varian ini secara bersamaan untuk beberapa negara seperti Inggris, dan juga Jepang. Beberapa tahun kemudian pada 1993-1994, Mercedes juga memproduksi 300CE dengan kapasitas mesin yang lebih besar.

4. Mesin

Untuk mesin yang digunakan, Mercedes-Benz 300CE generasi pertama menggunakan mesin berkode M103.983 dengan dua pilihan mesin. Mesin yang pertama adalah mesin berkapasitas 2.960 cc, 6 silinder yang dapat melontarkan tenaga hingga 177 hp jika menggunakan katalitik converter. Jika katalitik tersebut dilepas, mesin ini mampu memproduksi tenaga hingga 188 hp dengan torsi maksimal mencapai 260 Nm.

Untuk mobil di tahun tersebut, Mercedes-Benz merekomendasikan mobil ini untuk menenggak bahan bakar dengan kadar RON minimal 91 dengan RON 96 yang disarankan. Sayangnya, di Indonesia pada zaman tersebut belum tersedia bahan bakar dengan spesifikasi yang ditentukan. Maka dari itu, proses homologasinya terhambat dan jika diisi dengan bahan bakar Indonesia biasanya saluran injeksinya kerap bermasalah.

Interior Mercedes-Benz 300CE
Interior Mercedes-Benz 300CE

Selain itu, ada juga mesin dengan kapasitas yang lebih kecil, 2.597 cc, 6 silinder. Mesin ini mampu melontarkan tenaga hingga 158 hp dengan menggunakan katalitik, dan 166 hp saat katalitiknya dilepas. Soal torsinya, mencapai 228 Nm tanpa menggunakan katalitik. Bisa dibayangin ya, zaman tersebut tenaga mobil seperti ini menjadi salah satu mobil kencang yang ada di jalan raya.

Apalagi bahan bakar yang disarankan mencapai RON 91 minimal, dengan oktan yang dianjurkan RON 96. Kira-kira zaman tersebut, di Indonesia sudah ada belum ya bahan bakar dengan spesifikasi tersebut? Hehehe. Salah satu teknologi yang tertancap di mesin ini adalah Continuous Injection System – Electronic (CIS-E). Sekadar informasi, mesin yang digunakan pada 300CE ini juga sama dengan mesin yang digunakan di Mercedes-Benz E-Class (W124), S-Class (W126), R129, G-Class (W463) dan R107.

5. Produksi Sedikit

Model Mercedes-Benz 300CE saat ini menjadi salah satu emas bagi kalangan pecinta mobil klasik. Jumlahnya yang cukup sedikit menjadikan mobil ini memiliki nilai lebih dibandingkan versi 4 pintunya. Mengapa? Beberapa faktor yang sudah disebutkan di atas menjadi salah satu alasan mobil ini menjadi salah satu mobil koleksi.

6. Tanpa Pilar B

Pada model 300CE ini, terdapat sebuah kaca samping berukuran kecil yang dapat dibuka sepenuhnya. Kaca samping ini dapat terbuka sangat lebar jika kaca samping penumpang depan dan pengemudi dibuka sepenuhnya. Jika semua kaca dibuka, maka akan terlihat seluruh bagian jok yang ada pada mobil ini. Ini berarti 300CE memiliki struktur desain yang tidak memiliki pilar B.

Jendela samping pillarless pada Mercedes-Benz 300CE
Jendela samping pillarless pada Mercedes-Benz 300CE

Hal ini menjadi salah satu kelebihan dari mobil ini. Soal harganya, mobil ini kini dijual di angka Rp 150-250 jutaan tergantung kondisi mobil tersebut. Satu decade lalu, harga mobil ini terjun bebas lantaran sudah dinilai tua dan usang dari segi desain, mesin, interior dan eksteriornya. Tetapi, orang saat ini membeli 300CE dengan alasan nostalgia masa lalu.

Maklum, mereka yang ingin bernostalgia saat ini merasa belum mampu membeli 300CE pada saat keluar versi barunya. Makanya, mereka baru bisa membeli mobil ini saat ini setelah sudah cukup secara finansial dan sudah lebih paham mengenai kondisi mobil tersebut.

7. Suspensi Empuk

Suspensi pada mobil ini terkenal cukup smooth, atau empuk saat melintasi kondisi jalan yang bergelombang. Pada saat diajak mengebut, mobil ini juga punya karakter yang stabil saat sedang berada di kecepatan tinggi. Handlingnya tergolong biasa saja, tetapi sensasi mengendarai mobil ini benar-benar nikmat bagi pecinta mobil tua.
Karakteristik khas Mercedes-Benz boxer tertuang sepenuhnya bahkan lebih baik dari versi 4 pintu yang diproduksi.

8. Kaki-Kaki

Meskipun mobil ini tergolong tangguh, namun karena pemakaian dan usia maka jangan lupakan bagian kaki-kaki yang mulai lemah. Karakter kaki-kaki mobil Eropa yang mengutamakan kenyamanan perlu mendapat perhatian lebih mengingat kondisi jalan di Indonesia banyak yang keriting.

Pada mobil ini kasusnya adalah rebound suspensi yang sudah mati atau bagian bushing arm yang bunyi akibat sudah berkarat. Untuk suspensi bisa diperbaiki ke bengkel spesialis shockbreaker atau bisa juga ganti baru apabila ingin mengubah karakter bantingannya jadi lebih lembut atau lebih keras.

Pemakaian velg berukuran besar juga berdampak pada kaki-kaki yang berumur pendek. Biasanya, bagian yang cepat bermasalah itu antara lain bushing suspensi, tie rod dan balljoint. Periksa juga sistem ABS apakah masih bekerja dengan baik atau bermasalah. Bila terasa ada lendutan pada pedal rem artinya fungsi ABS normal. Bagi Anda yang ingin mencari mobil sedan yang nyaman dikendarai dengan bentuk yang tak lekang oleh waktu, Mercedes-Benz 300CE rasanya cocok untuk dijadikan teman berkendara sehari-hari.

mobil pedesaan
Previous post
Pemerintah Dorong Produksi Massal Kendaraan Pedesaan
Wuling Almaz SUV di bawah Rp350 juta
Next post
Spesifikasi Wuling Almaz, Momok Menyeramkan Bagi Honda HR-V dan CR-V