Sumber informasi

Mesin Mobil Terdengar Suara Kletek-Kletek, Ini Penyebabnya

Ruang mesin

Ruang mesin mobil yang juga harus diperhatikan. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Ada saja keluhan yang sering ditemui pada setiap kendaraan, termasuk mobil. Salah satu keluhannya adalah mesin mobil berbunyi kletek-kletek, pada mesin mobil tidak bisa dianggap sepele.

Bisa jadi ini merupakan sinyal bahwa terdapat masalah serius pada mesinnya. Memang mesin akan mengeluarkan suara saat mobil dinyalakan. Namun, jika terdengar suara yang tidak normal atau tidak seperti biasanya seperti bunyi kletek-kletek, disarankan untuk segera mengecek mesin mobil.

Jika dibiarkan saja, kemungkinan besar akan menambah permasalahan lainnya pada mesin mobil hingga harus dilakukan servis besar. Carmudi telah merangkum penyebab mesin mobil berbunyi keletek-kletek dan cara mengatasinya yang dilansir dari berbagai sumber sebagai berikut.

Penyebab Mesin Mobil Berbunyi Kletek-Kletek

Celah Katup Terlalu Lebar

Celah katup merupakan jarak antara rocker arm dan batang katup. Adanya celah katup ini bertujuan agar waktu yang dibutuhkan katup tersebut untuk membuka dan menutup sesuai dengan kondisi mesin.

Selain itu, juga sebagai batas toleransi batang katup saat memuai. Jika mesin panas, akan ada sedikit pemuaian pada batang katup. Ini disebabkan karena bahannya adalah logam.

Pemuaian tersebut menyebabkan batang katup semakin memanjang. Jika tidak ada celah pada batang katup ini, bisa menekan katup sehingga akan terus terbuka.

Pada umumnya, celah katup berukuran maksimal 0,3 mm. Celah tersebut juga harus diatur ulang saat servis berkala.

Jika melewatkan proses penyetelan katup saat servis, biasanya celah katup bisa bertambah lebar. Celah katup mobil yang terlalu lebar dapat menyebabkan suara ketukan antara batang katup dengan rocker arm hingga terdengar bunyi kletek-kletek.

Di sisi lain, terdapat penyebab lain celah katup bisa tambah lebar, yaitu beberapa komponen pendukung sudah aus sehingga kinerjanya tidak maksimal.

Untuk mengatur celah katup, bisa dilakukan dengan bantuan alat kunci ring 10 dan obeng. Namun sekarang ini, kebanyakan mobil telah menerapkan sistem Hidraulic Lash Adjuster (HLA).

Sistem tersebut merupakan sistem yang menyesuaikan celah katup secara otomatis. Jika mobil menggunakan auto katup, maka HLA mengalami kerusakan.

Masalah ini sebenarnya termasuk ringan karena tidak berdampat besar pada performa mesin. Saat digas, bunyi kletek-kletek pada mesin biasanya akan hilang atau terdengar samar.

Engine Knocking

Engine Knocking. (Foto: phoenixtowingservice)

Orang biasa menyebut engine knocking dengan sebutan ‘ngelitik’. Engine knocking merupakan suara ketukan logam yang berasal dari pembakaran kurang sempurna.

Ini biasanya disebabkan karena menggunakan bensin yang oktannya rendah. Namun, bunyi ketukan atau bunyi kletek-kletek tersebut tidak disebabkan karena salah satu komponen mesin aus atau oblak.

Ciri-ciri engine knocking antara lain RPM rendah dan terdengar bunyi di wilayah blok silinder. Biasanya, bunyi kletek-kletek karena engine knocking tidak terdengar saat digas.

Solusi untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan bensin beroktan tinggi dan melakukan tune up.

Pada umumnya, tune up dilakukan oleh mekanik atau orang yang sudah profesional. Tune up tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena memerlukan skill dan pengetahuan khusus.

Bagi Carmudian yang ingin melakukan tune up sendiri, bisa lakukan langkah-langkah berikut.

  • Menyiapkan beberapa peralatan seperti amplas, kunci ring, kain lap (kanebo atau lap biasa), obeng plus dan minus, tes kompresi, pengukur celah atau feeler gauge, timing light, dan kunci pas.
  • Selanjutnya adalah membersihkan filter udara. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan air sabun, lalu dikeringkan sampai benar-benar kering. Jika komponennya kertas berpelumas, sebaiknya diganti baru.
  • Langkah ketiga adalah memeriksa beberapa komponen pengapian seperti busi, kabel busi, serta tutup distributor.
  • Langkah selanjutnya, melakukan penyetelan bagian idle dan pengapian. Caranya cukup dengan memutar bagian distributor saat mobil sedang menyala.
  • Setelah itu, lakukan perawatan aki mobil. Jika mobil menggunakan aki kering, pastikan air aki tidak di batas terendah.
  • Langkah terakhir adalah membersihkan bagian intake manifold. Jika terlihat kotor, maka perlu disemprot dengan cairan kimia khusus yang tidak membuat catalytic converter sambil mesin mobil dinyalakan sekitar 2.500 rpm.

Jika ingin hasil yang lebih sempurna, sebaiknya sesekali bawa mobilnya ke bengkel.

Bantalan Crankshaft Aus

Crankshaft atau poros engkol merupakan mekanisme yang membuat gerakan naik turun piston menjadi memutar.

Terdapat dua buah bantalan pada poros engkol, yaitu concord bearing (bantalan batang piston pada poros engkol) dan main bearing (bantalan poros engkol pada blok silinder).

Jika salah satu bantalan mengalami aus, poros engkol bisa oblak. Dengan RPM mesin lebih tinggi, Ini bisa menyebabkan bunyi kletek-kletek pada mesin mobil meskipun oblaknya cukup kecil.

Saat di kecepatan idle, mungkin bunyi tersebut kurang terdengar. Namun saat digas, suaranya bisa terdengar.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengganti bantalan, tetapi untuk menggantinya perlu kekuatan besar karena letak poros engkol berada di bawah piston.

Oli Belum Naik

ganti oli mesin mobil

Oli mesin mobil. (Foto: Istimewa)

Jika terdengar bunyi kletek-kletek pada mesin mobil saat pertama kali menyalakan mesin, bisa jadi disebabkan karena oli belum naik.

Perlu diketahui, oli mesin ditampung di bak oli yang terletak pada bagian paling bawah mesin mobil. Terdapat pompa oli untuk mensirkulasikan oli ke bagian-bagian mesin. Saat mesin hidup, pompa oli tersebut aktif.

Namun jika dalam kondisi mesin mati, tidak ada sirkulasi oli, serta oli yang sebelumnya melumasi kepala silinder akan turun ke bak oli sehingga kepala silinder akan kering.

Saat mulai menyalakan mesin mobil, akan terdengar suara mesin berbunyi kletek-kletek yang cukup keras. Namun, suara tersebut akan hilang saat oli sudah bersirkulasi. Ini dinilai normal, khususnya jika mobil jarang dihidupkan dalam waktu lama.

Auto Klep Lemah

Saat ini, klep auto sudah banyak digunakan pada kendaraan mobil, khususnya mobil keluaran baru.

Dengan menggunakan klep tersebut, pemilik mobil tidak perlu menyetel klepnya secara berkala karena pengaturan celah klep sudah bisa dilakukan secara otomatis.

Sebagai informasi, auto klep sering disebut Hydraulic Lash Adjuster atau Auto Lash Adjuster. Ini biasanya disematkan di bagian rocker arm yang langsung terhubung ke bagian klep.

Pertanyaannya, kenapa mesin mobil tetap terdengar bunyi kletek-kletek jika sudah menggunakan auto klep?

Ini biasanya terjadi karena spring atau pegas yang berada di dalam auto klep tersebut sudah digunakan dalam waktu cukup lama sehingga kinerjanya menjadi lemah.

Di sisi lain, ini juga mengakibatkan kerapatan celah klep dan kerenggangan rocker arm yang membuat mesin mobil jadi mengeluarkan suara klete-kletek saat digas.

Flange Flywheel Rusak

Bagi pengguna mobil matik yang mesin mobilnya mengeluarkan bunyi kletek-kletek saat digas, bisa jadi disebabkan karena adanya komponen Flange Flywheel yang rusak, dimana komponen tersebut merupakan tempat Torwye Converter dipasang.

Jika ingin mengetahui rusaknya komponen Flange Flywheel secara lebih detail, biasanya bisa dilihat pada bagian plat yang dimiliki.

Adanya bagian yang pecah atau gerakan seperti bergerak dan bergeser nantinya menyentuh bodi mesin mobil, sehingga akan terdengar bunyi kletek-kletek pada mesin jika digas.

Silinder Kemasukan Benda Keras

Silinder mobil. (Foto: SPBUkita)

Penyebab lainnya mesin mobil terdengar suara kletek-kletek adalah silinder kemasukan benda keras. Ini sebenarnya jarang sekali ditemui. Namun pada kasus mesin mobil berbunyi kletek-kletek, hal tersebut bisa jadi salah satu penyebabnya.

Benda keras yang bisa masuk ke silinder dan menyebabkan bunyi kletek-kletek adalah pecahan keramik dari kepala busi yang pecah, lalu jatuh ke ruang silinder.

Hal ini dapat menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna, serta membuat mesin mobil berbunyi kletek-kletek yang cukup keras.

Pulley Damper Oleng

Mobil memiliki banyak sekali komponen penting. Komponen-komponen tersebut biasanya saling berkaitan, khususnya pada bagian mesin.

Jika terdengar bunyi kletek-kletek pada mesin, disarankan untuk mengecek bagian pulley damper. Pulley damper merupakan komponen di dalam mesin mobil untuk membuat kerja mesin berjalan lancar.

Baca juga: Pemula Wajib Simak, Ini Cara Lepas Kopling Mobil Biar Mesin Tidak Mati

Pengguna mobil pastikan pulley damper sesuai di tempatnya. Jika tidak sesuai, bisa menyebabkan masalah yang cukup besar. Tidak hanya membuat suara mesin kletek-kletek saat digas, tetapi juga bisa menyebabkan timming chain rusak bahkan pecah.

Penulis: Nadya Andari

Editor: Lesmana

Nadya Andari

Memulai karir sebagai Content Writer di Carmudi Indonesia sejak awal tahun 2019. Lulusan Desain Komunikasi Visual yang suka sekali menulis, seperti cerpen, artikel, dan sebagainya.
Follow Me:

Related Posts