Berita

MG Akui Penjualan Raih Top 4 Segmen SUV

Jakarta – Sebagai pemain baru, nama MG Motor Indonesia memang masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun perusahaan merek Inggris yang bermarkas dan produksi di China ini mengklaim bahwa penjualan produknya cukup positif.

Bahkan Arief Syarifuddin, Marketing & PR Director MG Motor Indonesia mengatakan jika penjualannya sukses meraih posisi top 4 segmen SUV.

Dalam perbincangannya bersama Carmudi, Arief mengaku raihan penjualan selama setahun terakhir semakin terkoreksi, walaupun di awal pandemi sempat terseok.

morris garage

“Sebenarnya pasar sesungguhnya di 2020 lalu semakin terkoreksi. Memang pasar belum kembali normal tetapi sudah recovery. Namun semakin ke sini angkanya (penjualan) semakin membaik,” kata Arief di tengah buka puasa bersama, Kamis (22/4/2021) kemarin.

Salah satu titik balik penjualannya ada di Oktober 2020 lalu. “Oktober kemarin SUV C kita sudah ada di top 4. Ini sudah cukup menggembirakan buat kita,” sambung Arief.

Di tahun 2021 khususnya Maret, penjualannya diklaim sudah lebih membaik.

“Angka di bulan Maret sebagai barometer. MG ZS sudah masuk ke dalam 4 besar. Untuk medium SUV ini artinya kita sudah ada di dalam 4 besar,” jelasnya.

review mg zs 2020

Review MG ZS 2020. Foto: (Liputan6)

Namun sayang, ketika ditanyakan mengenai angka spesifiknya Arief enggan memberikan jawaban.

“Kita fokusnya di SUV B dan C tetapi kita sudah ada di top 4 berdasarkan data Gaikindo,” jelas Arief.

Salah satu hal yang diklaim mampu mendongkrak penjualan terjadi pada saat relaksasi pajak dan vaksin. Arief mengaku kedua hal tersebut memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap penjualan MG.

Alasan Konsumen Memilih Produk MG

Mungkin banyak yang bertanya, apa alasan masyarakat memilih MG?

Arief pun memiliki beberapa alasan yang membuat penjualannya terdongkrak.

“Mereka melihat MG sebagai brand reputation premium. Kedua, mereka sangat mementingkan teknologi dan kami berbicara berdasarkan survey kepada mereka yang membeli MG,” ujarnya.

Alasan lainnya adalah faktor aftersales. Para pembeli MG biasanya memiliki profil yang matang dengan usia 35-45 tahun. Para profil ini diakui memiliki fokus terhadap keamanan mobil.

“MG menawarkan keamanan produk yang baik. Dan yang terakhir adalah garansi 5 tahun atau 100 ribu km bebas biaya jasa dan suku cadang. Ibaratnya mereka tinggal isi bahan bakar saja tak perlu memikirkan spare part,” pungkas Arief.

Baca Juga:

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Rizen Panji

Pikirannya selalu dipenuhi oleh mobil buatan asal Jerman, Swedia, dan Prancis dengan tahun produksi di bawah 2000. Jangan lupa, mesin yang bersemayam di dalam kap mesin tentunya harus 6 silinder guna memompa adrenalin ketika mengendarainya

Related Posts