Home » Tips dan Trik » Minim Penyakit Serius, Ford Everest Layak Jadi Buruan

Minim Penyakit Serius, Ford Everest Layak Jadi Buruan

ford everest 2009
Ford Everest 2009, populasinya masih banyak dan minim penyakit

Jakarta – Nama Ford Everest kini mungkin sudah mulai tenggelam, seiring hengkangnya Ford Motor Indonesia. Sekalipun pamornya turun, Ford Everest masih banyak dicari bekasnya karena minim penyakit. Kemampuannya di medan off road sudah tidak perlu diragukan lagi dan mobil ini juga termasuk kaya fitur.

Mesin Ford Everest terkenal dijuluki ‘badak’ karena ketangguhannya. SUV ini juga lekat sebagai mobil operasional di kawasan proyek konstruksi atau pertambangan. Sebagai mobil off road, karakter suspensi Ford Everest mendapat pujian dari para pemiliknya karena empuk.

Ford Everest bekas bisa sebagai lawan sepadan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport untuk segmen mobil bekas. Everest berani tampil beda dengan aksen boxy di seluruh tubuhnya. Bodi yang kotak itu mungkin membuatnya terlihat sedikit konvensional, di sisi lain memunculkan kesan macho yang timeless.

Generasi kedua Ford Everest diperkenalkan pada GIIAS 2015 dan dijual di Indonesia melalui sistem inden. Sayangnya, sebelum mobil ini sampai ke tangan para pemilik, Ford memutuskan hal yang berat yakni meninggalkan pasar Indonesia. Itulah mengapa, Everest Gen 2 jarang terlihat di jalanan.

Kini, populasi Ford Everest terbesar masih berasal dari generasi pertama. Facelift generasi pertama pun sudah berusia sekitar 10 tahun atau 2009 lalu. Mesinnya sudah menggunakan teknologi TDCi (turbo, direct injection dan intercooler) membuatnya tak hanya bertenaga namun juga hemat bahan bakar.

Ford Everest TDCi memiliki 2 pilihan transmisi dan 2 pilihan penggerak yakni 4×2 dan 4×4. Ford Everest terbagi dalam empat varian, yaitu Ford Everest XLT 4×2 (A/T), lalu Ford Everest XLT 4×2 (M/T), kemudian Ford Everest Ltd 4×2 (A/T), dan Ford Everest 10-S 4×4 (M/T). Meski dirancang fleksibel untuk mendukung mobilitas di medan berat, tapi tak sedikit yang memakai Everest untuk lalu lintas perkotaan.

Ford Everest yang diluncurkan pada 2009 masih terlihat segar sampai sekarang, meski kini sudah muncul generasi terbaru. Sebab, Everest generasi kedua populasinya sangat sedikit dan bisa dihitung jari. Bicara mobil bekas, unit Everest yang tersedia usianya sudah di atas lima tahun.

Kenali Penyakit Ford Everest

ford everest 2009
ford everest 2009

Ford Everest sebenarnya tidak memiliki banyak keluhan selama digunakan. Penyakit yang muncul di mobil ini lebih karena usia pakai yang membuat kemampuannya menurun. Kesulitan yang dihadapi pemilik Everest lebih pada pengadaan spare part yang sedikit lebih sulit.

Secara umum, Everest adalah SUV yang tangguh dengan perawakan tinggi sehingga aman dari banjir. Komponennya kuat, jadi selama melakukan perawatan berkala, maka mobil akan selalu enak dikemudikan. Jadi pastikan mobil yang akan dibeli nanti dirawat secara teratur oleh pemiliknya.

Kebanyakan mereka yang menggunakan Everest di kota-kota besar demi memanfaatkan ground clearance tinggi yang tahan banjir. Mobil ini punya kaki-kaki tangguh untuk melintas di jalan berlubang.

Penyakit Ford Everest yang lain sebenarnya cukup umum dialami mobil-mobil lain seperti karatan, bodi yang bisa saja lecet, penyok atau pecah. Dengan habitat di medan off road, membuat performanya cepat menurun, suspensinya juga menjadi lemah dan perpindahan gigi transmisi lama kelamaan menjadi tidak halus.

ford everest 2009
ford everest 2009

Cek Lelehan oli mesin

Mesin diesel Ford Everest termasuk tahan banting asalkan pemilik sebelumnya rutin melakukan perawatan berkala. Kendati begitu, tetap lihat fisik mesinnya, salah satu indikasi mesin sehat adalah kering tanpa lelehan oli mesin.

Jangan khawatir dulu bila ada lelehan oli, karena biasanya itu karena ada kebocoran di gasket. Bocornya gasket ini sebenarnya mudah ditanggulangi dengan biaya perbaikan yang tidak terlalu mahal.

Injektor Tersendat

Sempatkan tes jalan lalu lajukan pada kecepatan sedang. Injak pedal gas dalam dan rasakan tarikan mesinnya. Jika sampai ada gejala mesin tersendat dan brebet kemungkinan besar injektornya yang ada masalah.

Kalau injektornya sekadar masalah ringan, kalibrasi dan servis adalah solusi murah. Namun jika sampai rusak dan harus diganti, maka pembelian injektor baru mencapai Rp 3 juta per unit.

Suspensi Lemah

Meski suspensi Everest termasuk tangguh, tapi sebaiknya tetap cek kondisi shockbreaker-nya. Caranya, kita ajak mobil melaju di jalan bergelombang dan deteksi ayunannya.

Shockbreaker yang masih baik mampu menahan guncangan dan tidak mengayun berlebihan. Semestinya, ayunan suspensi yang sehat hanya sekali atau dua kali anggukan saja. Kalau lebih dari itu berarti shockbreaker sudah lemah dan perlu diganti.

Transmisi Kasar

Ini juga butuh tes jalan sebagaimana suspensi, kita perlu kendarai mobil di jalan biasa dan rasakan perpindahan giginya. Untuk yang bertransmisi otomatis, perpindahannya mestinya halus tanpa ada entakan. Tenaga pun tersalur sempurna tanpa diikuti power loss seperti slip kopling.

Lain halnya untuk Everest bertransmisi manual. Cara memeriksanya yaitu jika sampai muncul gejala slip kopling, itu menjadi tanda kalau pelat kopling sudah tipis dan harus diganti. Ini sama artinya dengan kita perlu keluar biaya ekstra.

Tips Membeli Ford Everest Bekas, Periksa Catatan Servis

Buku ini penting karena menjadi catatan (track record) selama kepemilikan sebelumnya. Melalui buku servis akan terlihat rajin atau tidak si pemilik Ford Everest dalam merawat mobilnya.

Apabila tidak ada buku servis atau pemilik biasa servis di bengkel spesialis, maka tanyakan juga komponen apa yang sudah diganti. Biasanya pemilik mobil dengan tipikal merawat, akan menyimpan bon atau kuitansi setelah perbaikan mobil. Berdasarkan bon ini, kita bisa melihat sudah sejauh mana perawatan atau kerusakan yang telah ditangani pemilik.

Sebagai mobil pekerja, tidak jarang perawatan Ford Everest ini terabaikan. Mobil ini hanya digunakan oleh staff pekerja dan bisa saja tidak melakukan perawatan rutin. Dengan patokan kerusakan umum Ford Everest di atas, kita bisa menghitung estimasi biaya perbaikan yang dibutuhkan untuk memperbaikinya.

Ford Everest Patut Masuk Pilihan

ford everest 2009
kabin ford everest 2009

Seiring ditutupnya Ford Motor Indonesia, banyak pengguna Ford Everest yang panik soal layanan purna jual. Sebagian dari mereka lantas segera menjual mobilnya dengan harga miring. Padahal, layanan purna jual Ford ini sebagian besar masih ada karena disediakan langsung oleh Ford Motor Corporation.

Suplai suku cadang dilakukan oleh bengkel resmi yang didatangkan langsung dari Ford Thailand. Memang, hengkangnya Ford dari Indonesia membuat proses pengadaan suku cadang jadi lebih lama. Itulah yang membuat harga jual Ford Everest bekas cukup menggiurkan.

Dengan jarak jok ke lantai yang terhitung rendah, penumpang di Everest terasa rileks dengan kaki yang berselonjor. Tapi untuk bangku baris ketiga sebaiknya diisi anak kecil karena legroom-nya terbatas.

Everest ini memiliki pengendalian masuk di taraf kompromi. Pengendaliannya tidak terlalu presisi dengan radius putar besar, namun juga tidak limbung untuk ukuran SUV tinggi bersasis tangga (ladder frame).

Berbekal mesin 2.499 cc turbodiesel TDCi, Everest yang juga akrab disebut Everest TDCi ini menghasilkan tenaga 143 Hp dengan padanan torsi 340 Nm. Varian Everest dengan transmisi otomatis ini kinerja matiknya cukup fleksibel dengan durabilitas tinggi.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Bengkel Spesialis dan Authorized Siap Tangani Layanan Servis Pasca Ford Angkat Kaki

Previous post
Dulu Hanya untuk Jepang, Sekarang All New Mazda CX-8 Dijual di Indonesia
Next post
Benarkah All New Mazda CX-8 Cocok Digunakan untuk Perjalanan Jauh?