BeritaMobilSumber informasi

Mitsubishi Gelontorkan 10 Mobil Listrik Gratis untuk Pemerintah

Jakarta – Kini giliran Mitsubishi Motor Corporation (MMC) berikan 10 kendaraan listriknya kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Senin (26/2). 10 unit kendaraan listrik yang diserahkan meliputi 8 unit Mitsubishi Outlander PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) dan 2 unit mobil listrik i-MIEV.

Pihak MMC melakukan penyerahan di kantor Kemenperin, Jakarta yang disaksikan perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kakorlantas.

Ya, ini merupakan langkah Mitsubishi Motor Corporation bersama pemerintah berupaya melakukan studi dan sosialisasi kendaraan listrik kepada masyarakat luas.

“Ini adalah langkah awal kami dalam mendukung terwujudnya mobil listrik di Indonesia. Sebelum kami menjualanya untuk pasar Indonesia,” ujar CEO Mitsubishi Motors Osamu Masuko.

Dirinya menambahkan kalau proses pembuatan mobil listrik membutuhkan proses panjang. Apalagi di Indonesia masyarakatnya masih awam mengenai mobil listrik, selain sosialisasi ini pemerintah juga akan lakukan pengujian.

“Dengan bantuan ini diharapkan ada pembelajaran bagaimana dan apa itu mobil listrik. Masih banyak masyarakat yang mungkin tidak tahu cara penggunaannya dan bagaimana mengisi ulang dayanya. Begitu juga infrastruktur yang harus mendukung industri ini,” ujar Osamu Masuko.

Sedangkan Desember 2017, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto sempat berbicara terkait keinginannya menggelar uji coba kendaraan listrik pada akhir 2017. Uji coba tersebut sebagai bentuk penelitian untuk merancang produk regulasi atau biasa disebut low carbon emmision vehicle (LCEV).

Sayangnya saat disinggung masalah kapan diterbitkan masalah regulasi, Airlangga hanya mengatakan sedang dalam proses finalisasi. Tak ada jawaban pasti regulasi terkait hal ini akan diterbitkan.

Pemerintah Serius Kembangkan Mobil “Hijau”

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto mengutarakan, serah terima kendaraan listrik ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Kemenperin dan Mitsubishi MoU pada 30 Oktober 2017 dalam mendukung program pengembangan kendaraan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

“Kerja sama kami meliputi tiga hal, yaitu studi bersama di bidang teknologi dan pengembangan kendaraan listrik, sosialisasi penggunaan kendaraan listrik dan penggunaan kendaraan listrik untuk kepentingan umum,” sebut Harjanto dalam kata sambutannya.

Mobil listrik ini nantinya bakal disertakan dalam serangkaian studi bersama guna melihat kinerja mobil listrik di lingkungan lalu lintas nasional. Karena kondisi jalanan di Tanah Air memang memiliki karakteristik khusus, sekaligus melihat respons konsumen dengan mobil ramah lingkungan tersebut.

Sebagai informasi, Outlander PHEV memiliki kecepatan maksimal 200 km per jam dan mampu menempuh jarak 800 km dengan kombinasi bahan bakar bensin dan tenaga listrik.

Sedangkan jika hanya menggunakan tenaga listrik full, mampu menempuh 55 km. Sedangkan untuk i-MIEV memiliki kecepatan maksimal 120 km per jam dan jarak tempuh 120 km.

Dalam mendukung hal ini, selain regulasi yang jelas, pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan. Disamping itu Agen Pemegang Merek juga harus menyediakan fasilitas untuk perawatan, ini bisa dilakukan bertahap. (dol)

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts