Home » Berita » Mobil Baru Buatan Indonesia Akan Dijual ke Luar Negeri

Mobil Baru Buatan Indonesia Akan Dijual ke Luar Negeri

Ekspor mobil Honda Brio (Foto: Dok Honda)

Jakarta – Pemerintah Indonesia mendorong Agen Pemegang Merek (APM) memiliki pabrik sehingga sebagian mobil yang dipasarkan sudah buatan lokal. Di samping itu pula setiap APM supaya tidak hanya fokus memenuhi permintaan domestik saja tapi juga memikirkan soal ekspor. Dorongan pemerintah untuk memperbanyak ekspor rupanya direspons cepat oleh APM.

Yohannes Nangoi selaku ketua umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan bahwa ekspor mobil buatan Indonesia mengalami peningkatan pada kuartal pertama 2019. Peningkatan cukup signifikan, tumbuh dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Tahun ini sampai dengan kuartal pertama pertumbuhannya 20 persen lebih untuk ekspor. Tahun lalu itu kalau enggak salah sedikit di bawah tapi tetap tumbuh,” kata pria yang akrab disapa Nangoi baru-baru ini, Selasa (14/5/2019) di Jakarta.

Dirinya yakin bila total kendaraan dalam bentuk utuh atau Completely Build Up (CBU) yang dijual ke luar negeri akan mengalami peningkatan hingga akhir tahun ini. Sebab lanjut Nangoi, ada beberapa mobil baru buatan Indonesia yang segera dikirim ke luar negeri.

“Saya tahu akan ada beberapa model baru yang akan diekspor tapi saya belum berani ngomong. Akhir tahun ada beberapa produk baru lagi yang akan kami ekspor. Ini akan kami sampaikan ke Kementerian Perindustrian bahwa ekspor kita sudah mulai lebih banyak,” tambah Nangoi.

Nangoi berharap supaya pemerintah Indonesia memberikan fasilitas serta peraturan-peraturan yang lebih fleksibel. “Sehingga jenis kendaraan yang kami produksi bisa lebih banyak dan secara bottom line total ekspor kita bisa naik,” sambungnya.

Dikirim ke 70 Negara

Total ada 70 negara yang menjadi tujuan ekspor mobil-mobil buatan Indonesia. Jenis kendaraan yang di ekspor beragam mulai dari sedan, MPV hingga SUV.

“Yang kami ekspor itu bukan ke negara-negara dalam arti kata teknologinya masih rendah, tapi seperti Jepang juga kami ekspor secara utuh (CBU). Contohnya adalah Daihatsu Gran Max itu sudah kami ekspor ke Jepang dengan merek Toyota,” pungkas Nangoi.

Pesaing Ekspor

Pesaing industri otomotif Indonesia di ASEAN hanya Thailand. Dengan adanya CEPA ditargetkan ekspor otomotif Indonesia bisa melewati Thailand. Saat ini, produksi Thailand lebih tinggi dari Indonesia yakni sebesar 2,1 juta unit dengan ekspor 1,1 juta unit, sedangkan Indonesia produksinya 1,3 juta unit dan ekspor 346 ribu unit.

“Persentase ekspor Thailand 53 persen, Indonesia ekspornya 26 persen dan sebagai catatan Thailand sudah memiliki Free Trade agreement dengan Australia, New Zealand, India Jepang, Peru, dan Chile. Sedangkan Indonesia yang sudah berjalan baru dengan Jepang, Pakistan, Chile, Eropa,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Berdasarkan kategori, ekspor Thailand kebanyakan adalah jenis pick up dan mobil dengan berat satu ton kemudian mobil penumpang SUV dan sedan.

“Yang membedakan dengan Indonesia, ekspor terbesar kita adalah MPV seperti Kijang dan kelompoknya yang tujuh penumpang, SUV dan hatchback,” tutur Airlangga.(dol)

Previous post
Melihat Skema Penghitungan Simulasi Kredit Mobil
Next post
Modifikasi Suzuki Katana GX, Mobil yang Tak Diharapkan