Home » Berita » Mobil Baru di Diler Harus Ada Lebel Peringkat Keselamatan dari ASEAN NCAP

Mobil Baru di Diler Harus Ada Lebel Peringkat Keselamatan dari ASEAN NCAP

Mitsubishi Outlander PHEV meraih lima bintang dari ASEAN NCAP (Foto: ASEAN NCAP)

Kuala Lumpur – New Car Assessment Program for Southeast Asian Countries (ASEAN NCAP) dan Kementerian Perdagangan Domestik dan Urusan Konsumen, serta Kementerian Transportasi Malaysia mewajibkan setiap mobil baru di diler harus dipasangi label peringkat keselamatan. Kebijakan tersebut telah diinformasikan sejak Februari 2019, kemudian berlaku efektif mulai 1 Maret 2020.

Informasi mengenai peringkat keselamatan di dapat dari ASEAN NCAP apabila mobil sudah menjalani tes tabrak. Pada lembaran label tersebut harus disertakan pula informasi fitur keamanan dan keselamatan yang ada di mobil. Dengan adanya informasi tersebut, konsumen bisa tahu seberapa aman mobil melindungi penumpangnya di kabin pada saat terjadi kecelakaan.

Label yang berisikan peringkat keselamatan, fitur keamanan dan keselamatan harus ditempelkan di kaca depan dan jendela samping mobil. Sebelum ditempelkan ke mobil, Malaysia Institute of Road Safety Research (MIROS) akan melakukan proses verifikasi terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk memastikan apakah data yang tertera di label sudah sesuai atau belum.

Dilengkapi dengan QR Code

Mengantisipasi ketidaksesuaian data, label tersebut juga akan dilengkapi dengan QR Code. Dari situ konsumen bisa terhubung ke situs resmi ASEAN NCAP untuk melihat informasi yang lebih mendalam mengenai peringkat keselamatan. Tapi sayang nampaknya pemasangan QR Code bukan menjadi sebuah keharusan.

Label peringkat keselamatan (Foto: Pautan)

ASEAN NCAP dalam keterangan resminya yang dilansir dari Paultan, mengatakan bahwa label peringkat keselamatan akan mencegah pelanggan kebingungan karena banyak informasi yang menyesatkan dan penyalahgunaan peringkat keselamatan NCAP dari negara lain. Sebab perangkat fitur kemanan dan keselamatan dari satu model mobil mungkin berbeda di masing-masing negara,

Ini bukan satu-satunya label yang ditempelkan pada mobil-mobil baru di diler, Sebelumnya sudah ada label EEV dari Malaysia Automotive, Robotics and IoT Institute (MARii). Label satu ini memberikan informasi tentang spesifikasi utama kendaraan, termasuk nilai rata-rata konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Label EEV pertama kali terlihat pada Proton X70 CKD pada bulan Februari, sifatnya sukarela dan tidak wajib.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Mobil Tua
Previous post
Mobil Nostalgia, Ini 10 Mobil Lawas yang Tetap Dicari Penggemar
Next post
Ada Fortuner, Toyota Masih Pikir-pikir Jual RAV4 di Indonesia

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *