Berita Mobil

Mobil ESEMKA Bakal Seperti Wuling? Dicibir dan Diragukan

Jakarta – Sebelumnya, tak ada yang pernah menduga, gara-gara mobil bisa membuat seorang jadi Presiden. Ya, adalah Presiden Jokowi yang namanya mencuat saat melambungkan mobil nasional, ESEMKA.

Dan dalam hitungan tahun, meredup, ESEMKA seolah dihidupkan kembali. Penampakan sosoknya muncul baru-baru ini di jalanan Indonesia, tepatnya di kota Solo, karena dari plat nopol tertera huruf AD.

Dari penampakannya, itu merupakan sebuah doublecabin. ESEMKA Digdaya tertulis sebagai emblem identitas. Nama yang sangat Indonesia dan penuh pengharapan; Digdaya..ESEMKA Carmudi

Meski hanya terlihat sedikit saja, tapi jujur deh, not bad kan? Mungkin secara tampilan bisa dibandingkan dengan Ford Ranger maupun Toyota Hilux atau Mitsubishi Triton. Iya? Entah lah soal selera.

Tapi dunia maya menjadi heboh lagi dengan isu ESEMKA. Mau diapakan lagi oleh Presiden Jokowi ditengah banyaknya isu-isu perpolitikan yang lagi hangat di Indonesia?

Tapi sudahlah, kita para pecinta otomotif baiknya tidak ikut terbawa dan terpancing dengan isu politik yang mungkin melatarbelakangi kemunculan kembali sosok ESEMKA.

Mau dibawa kemana nasib ESEMKA?

Ingat ESEMKA, kok jadi ingat Wuling ya. Mobil China yang sampai sekarang sedang berusaha mati-matian untuk menawarkan kepercayaan pada masyarakat. Produk andalannya sudah jadi, yakni Confero S.

Kami di Carmudi Indonesia juga sudah mencobanya sekilas, dan respon pembaca dan penonton Youtube Channel kamin terhadap mobil tersebut terbilang tinggi. Tonton disini:

Wuling begitu ramai dibicarakan justru bukan karena kualitasnya barangkali, karena hanya waktu yang bisa menjawab semua itu. Karena kita sama-sama belum tau bagaimana kualitas realnya di jalan raya. Wuling jadi pembicaraan justru karena kontroversinya.

Entah apa yang membuat mobil ini penuh kontroversi, entah karena harga jualnya yang khas produk China, ya selalu lebih murah. Entah karena keraguan masyarakat, entah karena trauma masa lampau ulah nakal produk China, entah..

Namun, tak sedikit yang meragukan, tak jarang pula yang mencibir Wuling. Meski semua sama-sama belum tau bagaimana nanti sepak terjang mobil ini di pasar otomotif tanah air.

Apakah ESEMKA Bakal Seperti Wuling?

Nah, silakan dijawab masing-masing pertanyaan tersebut. Apakah ESEMKA bakal dianggap seperti Wuling? Meskipun yang menggaungkannya sang Presiden langsung, meskipun berbagai klaim terus dikampanyekan kalau ini mobil buatan nasional.

Namun sama seperti Wuling, semua orang belum tau sepak terjang ESEMKA kedepan. Kalau Wuling yang dibuat para insinyur Negeri Tirai Bambu saja diragukan, apalagi mobil buatan anak-anak sekolahan?

Pertanyaan yang wajar. Karena toh kita membelinya pakai uang dan tidak murah. Apakah nasionalisme cukup untuk membuat kita buta? Seperti mentraktir pacar tanpa peduli kita punya uang atau tidak.., namanya sudah cinta ya kan?

Nah lagi, ESEMKA sebenarnya punya potensi diperlakukan seperti itu. Hanya ramai di pemberitaan, hanya penghilang haus penasaran, namun ketika disodorkan kwitansi pembelian, orang kembali ragu.

Harusnya Pemerintah Jokowi Membentuk BUMN Otomotif untuk ESEMKA

Bagaimana supaya orang tidak ragu, apalagi mencibir ESEMKA? Pekerjaan rumah yang sulit sebenarnya. Setidaknya, berbagai syarat ekosistem jual-beli mobil harus dipenuhi ESEMKA.

Bagaimana produksinya? Fasilitas, teknologi dan kapasitas pabriknya? Belum lagi urusan aftersales dan showroom pembelian. Semua itu dijamin belum dipunya ESEMKA secara optimal dan minimal menyamai pabrikan kecil di Tanah Air.

Padahal, kalau saja Presiden Jokowi tidak hanya menjadikan ESEMKA sebagai ‘kendaraan politik’, namun langsung mengarah pada rencana kongkret seperti pembentukan BUMN Otomotif misalnya, tentu nasib ESEMKA akan berbeda.

Kami jujur tidak tau bagaimana mekanisme pembentukan sebuah BUMN dengan segala perhitungan bisnisnya. Namun, mungkin untuk saat ini itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan industri ‘gerilya’ mobil nasional.

Agar tidak selalu berjaya hanya dalam ‘pemberitaan’ dan ranah politik saja. Tapi juga benar bisa dijual, bisa dinikmati masyarakat di negerinya sendiri, serta bisa menghidupi orang banyak yang berkecimpung di industrinya.

Kami benar-benar ingin mobil nasional berkualitas bisa dibeli di showroom secara real dan tidak meragukan! Bagaimana pak Jokowi?

Penulis: Bagja Pratama

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts

/