Home » Berita » Mobil Listrik Indonesia Berpeluang Ekspor ke Australia

Mobil Listrik Indonesia Berpeluang Ekspor ke Australia

harga xpander lebih mahal
Mitsubishi Xpander siap dikirim ke negara tujuan ekspor (Foto: Santo/Carmudi)

Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyusun peta jalan untuk pengembangan mobil listrik Indonesia. Salah satunya dengan memberikan insentif bagi produsen yang mau dan bersedia memproduksi mobil listrik maupun hybrid di dalam negeri. Dengan begitu diharapkan industri otomotif Indonesia memiliki daya saing di pasar global, dan mendorong ekspor.

Australia menjadi salah satu target tujuan ekpor mobil listrik dan hybrid. Apalagi pemerintah baru saja menjalin Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Kerja sama ini juga akan memberi peluang Indonesia untuk ekspor mobil listrik dan hybrid ke Negeri Kanguru tersebut dengan tarif preferensi 0 persen. Dengan penandatanganan perjanjian itu, sebanyak 6.747 pos tarif barang asal Indonesia akan dibebaskan bea masuknya ke Australia.

Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak produsen otomotif di Australia menutup pabriknya karena dianggap tidak menguntungkan. Untuk memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat, selama ini Australia mengandalkan impor dari beberapa negara seperti Thailand, Jepang, China, dan India.

“Dengan demikian, potensi pasar otomotif di Australia sebesar 1,1 juta sudah terbuka bagi produsen Indonesia,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Pesaing Indonesia dalam Industri Otomotif

Ekspor Toyota
Ekspor Toyota alami peningkatan signifikan. Foto/Carmudi Indonesia.

Airlangga mengatakan saat ini pesaing industri otomotif Indonesia di ASEAN hanya Thailand. Dengan adanya CEPA ditargetkan ekspor otomotif Indonesia bisa melewati Thailand. Saat ini, produksi Thailand lebih tinggi dari Indonesia yakni sebesar 2,1 juta unit dengan ekspor 1,1 juta unit, sedangkan Indonesia produksinya 1,3 juta unit dan ekspor 346 ribu unit.

“Persentase ekspor Thailand 53 persen, Indonesia ekspornya 26 persen dan sebagai catatan Thailand sudah memiliki Free Trade agreement dengan Australia, New Zealand, India Jepang, Peru, dan Chile. Sedangkan Indonesia yang sudah berjalan baru dengan Jepang, Pakistan, Chile, Eropa,” imbuhnya.

Berdasarkan kategori, ekspor Thailand kebanyakan adalah jenis pick up dan mobil dengan berat satu ton kemudian mobil penumpang SUV dan sedan.

“Yang membedakan dengan Indonesia, ekspor terbesar kita adalah MPV seperti Kijang dan kelompoknya yang tujuh penumpang, SUV dan hatchback,” tutur Airlangga.

Biaya Servis Mitsubishi Xpander
Previous post
Melihat Biaya Servis Mitsubishi Xpander Setelah 3 Tahun
Mitsubishi Xpander
Next post
Jangan Khawatir, Inden Mitsubishi Xpander Akan Lebih Cepat