Home » Berita » Mobil Listrik : Kaliurang Unisi Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Mobil Listrik : Kaliurang Unisi Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Kaliurang Unisi
Bentuk mobil listrik KaliurangUnisi yang akan bertanding di kompetisi mobil listrik internasional. Fot/Istimewa

Jakarta – Satu lagi prestasi membanggakan dicetak ‘Putra Bangsa’ di bidang teknologi otomotif. Tim UASC (Ulil Albab Student Center) atau lebih akrab disebut tim mobil listrik UII berhasil mengembangkan mobil listrik bernama Kaliurang Unisi yang terintegrasi dengan Android dan mengantarkan tim ini menjadi juara 1 di kategori Best
Technology di Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) 2016.

Mobil listrik ini dirancang sesuai spesifikasi kompetisi mobil listrik yang berfokus pada kecepatan dan kestabilan. Dibekali mesin listrik magnet permanen berdaya 2000W atau setara 3 tenaga kuda dengan torsi 80 Nm, serta sumber energi berasal dari baterai Lithium Polymer berkapasitas 20Ah dengan kemampuan discharge mencapai
600A, Kaliurang Unisi generasi 2 mampu melaju lebih cepat mencapai 65 km/jam.

Seluruh sistem penggerak dan utilisasinya sudah terkoneksi dengan ponsel Android, sehingga semua perangkat sensor yang ada di mobil bisa membaca dan melaporkan langsung ke ponsel. Lebih istimewa lagi, mobil ini bisa dikendalikan tanpa pengemudi lewat ponsel Android.

“Kami sangat senang dan bangga bisa membawa nama UII menjadi juara pertama di tingkat nasional, perjuangan dan keseriusan kami dalam menjawab tantangan akhirnya membuahkan hasil,” ungkap Fandi Pasaribu, Ketua Tim UII di IIMS 2017, Minggu (7/5).

Kaliurang Unisi Generasi Terbaru Tampil di IIMS 2017

Kaliurang Unisi
Tim UII yang memproduksi mobil listrik canggih, Kaliurang Unisi. Foto/Istimewa

Di gelaran pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 pekan lalu, Kaliurang Unisi 2 mendapat tempat istimewa, tepatnya di Hall C. Model yang di display merupakan model pengembangan dengan berbagai inovasi terbaru.

Kaliurang Unisi generasi 2.1 hadir lebih baik lagi. Sudah dilengkapi dengan sistem brake yang lebih baik. Tampilan sayap belakang atau downforce yang biasa hadir di mobil balap sudah disematkan. Fungsinya untuk menekan bobot mobil kebawah saat melaju dalam kecepatan tinggi, sehingga ban tetap melekat dengan jalan dan mobil bisa
melaju lebih stabil.

Nampak juga aplikasi karbon fiber dengan resep khusus yang sudah diteliti selama hampir setahun oleh tim UASC di laboratorium UII.

“Masih belum cukup kami berinovasi, sekarang Kaliurang Unisi generasi 2.1 memiliki kemampuan IoT atau Internet of Things, dimana mobil ini bisa terkoneksi ke internet dan terhubung dengan semua peralatan berbasis jaringan di seluruh dunia, mirip Skynet dalam film Terminator. Dengan fitur ini, mobil listrik mampu menulis status
Facebook dan Twitter dengan sendirinya. Tidak ada yang mengendalikan, semua aksi dilakukan atas kehendaknya (Kaliurang Uisi) sendiri,” jelas Fandi.

“Biasanya yang sering di tweet oleh mobil adalah temperatur, kadang-kadang suka ngetweet soal kecepatan. Para programmer Tim UASC UII menjulukinya sebagai server berjalan,” lanjutnya.

Mengharap Dukungan Pemerintah untuk Tampil di Kompetisi Dunia

Kaliurang Unisi
Tim UII pencipta Kaliurang Unisi. Foto/Istimewa

Masih banyak memang yang harus dibenahi oleh tim UII untuk menyempurnakan Kaliurang Unisi. Bahkan rencananya tim akan lebih fokus pada penyempurnaan seluruh sistem penggerak utama dan utilisasi tambahan. Kedepannya, hasil penelitian ini tidak hanya terbatas untuk kebutuhan mobil kompetisi saja. Lebih dari itu, diharapkan nanti seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati produk mobil listrik perkotaan.

Selama mengikuti kompetisi Mobil Listrik Indonesia tahun lalu, riset dan perakitan mobil listrik Kaliurang Unisi didukung penuh oleh Rektorat UII dan Dekan UII dari segi pendanaan. Selama kompetisi di Bandung, tim ini didukung Patrajasa, salah satu BUMN di Indonesia.

Karya ‘Anak Bangsa’ ini bukan kali pertama tampil di IIMS. Sebelumnya, Kaliurang Unisi sudah tampil pada IIMS 2015 dan IIMS 2016. “Ini bentuk nyata dukungan pihak Dyandra Promosindo kepada kami. Momentum ini sekaligus kami manfaatkan untuk kembali meyakinkan banyak sponsor ataupun pihak pemerintah,” ajak Fandi Pasaribu.

Tahun ini juga jadi tahun penting bagi tim UII untuk memperkenalkan Kaliuran Unisi kepada dunia. Lewat kompetisi mobil formula SAE 2017, mobil listrik buatan Indonesia ini bakal melakoni tour di tiga negara dunia, Italia, Jepang dan Australia.

“Kita butuh negara hadir dalam prestasi ini, mendukung secara pendanaan riset dan juga akomodasi. Total biaya yang kita butuhkan sebesar Rp5 miliar. Rp1,5 miliar untuk produksi mobil dan Rp3,5 miliar untuk akomodasi. Semoga pemerintah bisa mendukung karya ini,” pungkasnya berharap. (Zie)

Penjualan Suzuki IIMS 2017
Previous post
Suzuki Ignis Melejit Sementara Karimun Menahan Nafas
Next post
Managing Director AmCham : Konsumen Kenal Toyota, Beli? Belum Tentu!