Home » Berita » Intip Harga Mobil Mewah Bekas di Bawah Rp 100 Juta

Intip Harga Mobil Mewah Bekas di Bawah Rp 100 Juta

Jakarta – Pasar mobil bekas memang diakui cukup menggiurkan. Bahkan untuk beberapa merek mewah, seperti Mercedes-Benz. Salah satu pedagang mobil mewah bekas mengakui jika mobil buatan Jerman itu kerap dicari oleh para pembeli mobil bekas. Terlebih lagi dengan banderol harga di bawah Rp 100 jutaan. Apa alasannya?

Fahmi, penjual mobil bekas di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur mengaku lebih mudah menjual mobil mewah bekas. Ia mengaku jika mobil mewah bekas yang cepat laku biasanya berharga di bawah Rp 100 jutaan. Peminat untuk mobil Mercedes-Benz ini diakui sangat tinggi.

“Kalau mobil mewah bekas itu jujur memang lebih mudah untuk dijualnya. Salah satu yang banyak dicari itu yang harganya di bawah Rp 150 juta sampai di bawah Rp 100 jutaan. Biasanya mobil yang dibanderol dengan harga itu adalah mobil-mobil yang sudah di atas 10 tahun umurnya. Memang tua, tapi peminatnya banyak,” buka Fahmy kepada Carmudi akhir pekan lalu.

Mobil Mewah Bekas yang Dicari

Mercedes-Benz E-Class

Model yang biasanya dicari merupakan model dari Mercedes-Benz E-Class. Mulai dari tipe chassis W124 dan W210 menjadi dua model yang kerap menjadi primadona. Kedua model itu merupakan mobil yang diproduksi di era 1990-an, jadi sudah termasuk ke dalam kategori mobil tua. “Karena banyak yang anggap antik, banyak yang cari,” tambahnya.

Mercedes E-Class W124 yang masih banyak dicari konsumen. Foto/Ist

 

Beberapa inovasi utama dari seri W124 terkait dengan keselamatan penghuni. Berasal dari Mercedes W201, dengan W124 yang berbagi tata letak dasar, bodi bersudut yang sama dirancang untuk menahan benturan offset pada penghalang beton pada kecepatan 35 mph (56 km / jam) tanpa membahayakan serius bagi penumpangnya dan sebagian besar kabin penumpang yang tidak rusak, kaca depan yang tetap pada tempatnya dan pintu mudah dibuka tanpa alat pemulihan khusus. Konfigurasi crash-test ini menjadi dasar untuk prosedur Euro-NCAP yang saat ini menjadi konfigurasi crash-test standar di UE. Tidak seperti Euro-NCAP, Mercedes membutuhkan tubuh W124 untuk menahan dampak offset dari depan dan dari belakang.

W124 juga menampilkan airbag samping pengemudi (opsional di Eropa, standar di AS sejak diluncurkan), sabuk pengaman yang dapat diatur ketinggiannya dengan pre-tensioner elektronik-mekanik (standar) untuk kedua penumpang depan, sabuk pengaman belakang yang secara otomatis disesuaikan dengan ukuran. dari penumpang (standar), pedal yang bergerak terbalik pada benturan frontal (jauh dari kaki pengemudi dan ke arah sekat yang memisahkan kabin dari engine) dan lengan pintu bersandar pada elemen deformasi yang dirancang untuk mengurangi risiko cedera perut yang dihasilkan dari dampak samping.

Dasbor yang terbuat dari busa penyerap benturan buatan diperkuat dengan lapisan aluminium tipis yang secara efektif mencegah selang, katup, rumah dan komponen lain dari pemanasan dan mesin dari menembus melalui dasbor di dalam kabin penumpang dalam dampak yang parah. Kotak sarung tangan penumpang juga menampilkan titik pecah yang jelas, yang sangat mengurangi kemungkinan cedera pada penumpang depan.

Setelah Mercedes W201, W124 adalah mobil serial yang diproduksi kedua dalam sejarah untuk melihat meluasnya penggunaan ringan baja kekuatan tinggi , Yang saat ini merupakan standar dalam desain mobil.

BMW Seri 3

Selain itu, umumnya tersedia juga varian E200. Dari merek BMW, tersedia juga varian 320i, 318i dan 323i. Rentang harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 40-100 jutaan tergantung kondisi mobil. Ketika ditanya mengapa banyak orang memilih mobil tersebut, Fahmy memprediksi karena banyak orang yang membeli desain dari mobil tersebut.

“Banyak faktor. Dulu kan mobil ini mobil mewah di zamannya, dan banyak orang yang saat itu tidak punya uang, dan sekarang sudah punya uang kepingin mencicipi mobilnya. Ibaratnya faktor nostalgia juga ada. Atau dulu pernah punya, sekarang pingin punya lagi juga banyak. Biasanya sih yang membeli itu orang yang memang sudah pernah pakai atau dulunya belum mampu membeli,” jelasnya.

Pasar mobil bekas di Indonesia menjadi salah satu lahan bisnis yang tak kalah bersinar beberapa tahun belakangan. Mulai dari penjualan mobil bekas tipe terlaris hingga mobil bekas mewah turut meningkat penjualannya setiap tahun. Mercedes-Benz dan BMW menjadi dua merek yang kerap diincar oleh para pembeli mobil mewah bekas ini.(dol)

Previous post
Halal Bihalal FK3O Diwarnai Deklarasi
Harley-Davidson Street 500
Next post
Sabar, Motor 'Murah' Harley Davidson Bakal Masuk Indonesia 2021