Home » Berita » Mobil88 Komentari Soal Harga Jual Kembali Mobil China

Mobil88 Komentari Soal Harga Jual Kembali Mobil China

Jakarta – Tiga tahun belakangan ini, ekspansi yang dilakukan oleh produsen otomotif roda empat asal China cukup agresif. Tercatat ada dua merk yang secara resmi memperkenalkan diri sebagai pemain baru. Keduanya adalah Wuling dan DFSK sebagai pemain baru roda empat di Indonesia.

Kedatangan pemain baru ini pun menjadi salah satu magnet yang cukup menarik bagi masyarakat Indonesia. Wuling mencoba menawarkan diri dengan model Confero, Cortez dan yang terbaru ada SUV bernama Almaz. Sedangkan DFSK mencoba bermain di segmen SUV dengan Glory 580 dan yang terbaru Glory 560.

mobil88
Diler mobil bekas

Kedua merk mobil China ini pun mendapat sambutan yang cukup positif. Kendati mendapatkan sambutan positif, tetapi masih banyak juga masyarakat menilai resale value dari mobil China ini cukup rendah. Mobil88 selaku dealer mobil bekas di bawah naungan Astra pun turut mengomentari soal harga jual kembali dari mobil China ini.

Mobil Bekas Merk China Dinilai Belum Memiliki Market Oleh Mobil88

Pihak Mobil88 menilai jika untuk pasar mobil China dinilai belum memiliki market tersendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88. “Kalau ditanya menjual mobil China juga atau tidak, kami menjawab sebenarnya di pasar mobil bekas itu pasti ada. Tetapi kami di Mobil88 juga belum mengatakan ada atau tidak stok mobil China ini,” buka Fischer di peluncuran aplikasi SERA Group, Kamis (9/5) di Gandaria, Jakarta.

Ia menambahkan jika Mobil88 sebenarnya masih terus menunggu dan melihat dari market mobil bekas merk China ini. “Kalau saya melihatnya cuma satu, ada untung kita kerja. Kalau kita belum kompeten kita khawatir belum bisa untung. Kalau mau bicara jujur, jujur saja banyak pedagang mobil bekas belum kompeten untuk berbisnis mobil China,” sambung Fischer.

Diler mobil bekas Mobil88/photo: Mobil88
Diler mobil bekas Mobil88

Kompeten yang dimaksud ini merupakan belum berhasil untuk menjual mobil China. Ia juga menilai ketidak kompeten berbisnis mobil merk China ini dipengaruhi dari volume penjualan mobil China yang belum terlalu besar.

“Banyak yang tidak kompeten. Harga itu terbentuk karena volumenya cukup. Kalau cuma satu dua saja, saya belum bisa bilang kalau itu harga marketnya. Kita menunggu volumenya dulu,” papar Fischer.

Pihak Mobil88 sendiri pun mengaku tidak ada larangan untuk menjual mobil bekas dari merk China. “Kalau dari kantor pusat, kita belum ada larangan sih. Kita dari diler mobil bekas sendiri sih singkat kata kita tidak bisa bicara apa-apa kalau marketnya belum terbentuk, wait and see saja,” jelasnya. Mobil88 sendiri saat ini lebih memfokuskan diri untuk menjual mobil bekas dengan rentang tahun 3-5 tahun.(dol)

Previous post
Modifikasi Fiat Uno, Pembuktian Stigma Negatif
Next post
Ini Mobil Sport Toyota yang Akan Masuk Indonesia dari Austria