Home » Berita » Modifikasi Fiat Uno, Pembuktian Stigma Negatif

Modifikasi Fiat Uno, Pembuktian Stigma Negatif

Bekasi – Memiliki sebuah mobil idaman tentu menjadi salah satu alasan tersendiri. Namun apa jadinya jika seseorang membeli mobil tetapi hanya untuk mematahkan stigma negatif? Hal inilah yang membuat Rachmat Setia atau yang akrab disapa Kibot untuk meminang Fiat Uno.

Ia pun membeli sebuah Fiat Uno II lansiran 1992 silam. Ada alasan tersendiri mengapa ia ingin memelihara mobil asal Italia yang satu ini. “Sebenarnya dulu pernah pakai Fiat Uno II juga, tapi dulu buatan 1991. Mobil itu fungsional banget, dan bentuknya unik. Sehingga masih banyak warga Jakarta yang belum tahu mobil apa ini,” buka Kibot kepada Carmudi di Harapan Indah, Bekasi beberapa waktu lalu.

Singkat cerita, ia pun menjual mobil tersebut dan beberapa tahun belakangan ia ingin memilikinya lagi. “Sempat beralih ke Mercedes-Benz W124, tapi ada hasrat ingin punya Fiat Uno II lagi setelah ikut touring Fiat Club Bekasi. Pulang dari sana, saya langsung cari mobil. Pokoknya harus dapat, titik! Hehehe,” sambungnya seru. Hari demi hari pun digunakan untuk mencari mobil kecil ini.

Hingga akhirnya ia pun mendapatkan Fiat Uno II lansiran 1992 berkelir biru. Ia mendapatkan mobil ini pada tahun 2018 lalu dan langsung dimodifikasi oleh pria ramah ini.

“Begitu dapat langsung di modif. Kaca film dilepas biar bening, velg ganti pakai R15, ban pakai 165/50. Terakhir potong per dikit atau bahasa kerennya potkit supaya ceper hehehe,” sambung pria yang bekerja di Event Organizer ini.

Bagian eksterior hampir 80 persen masih dipertahankan keasliannya. Interior juga tak mendapatkan ubahan sama sekali. Karena ia memiliki prinsip jika modifikasi yang baik justru harus bisa mempertahankan keaslian interior. “Interior dibiarkan asli. Mesin juga nggak diubah-ubah, paling cuma pasang knalpot. Knalpot pakai HKS biar ada suaranya pas lagi kencang,” katanya.

 

Mematahkan Stigma Negatif Fiat Uno

Mobil yang kerap dipakai harian olehnya ini merupakan salah satu bentuk pembuktian. Pasalnya, masih banyak orang yang menganggap jika Fiat Uno termasuk ke dalam mobil yang rewel dan gampang mogok.

“Terus terang ini mobil dipakai harian. Gue sebenarnya pengen membuang stigma negatif kalau Fiat itu selalu panas mesinnya kalau dipakai harian,” ujarnya.

Ia menilai jika mesin yang panas ini juga dipengaruhi oleh sistem pendinginan mesin yang baik. “Intinya sih kalau mobil itu sehat sih aman-aman saja. Begitu dapat mobil ini, dua hari kemudian gue langsung bawa jalan ke Cibodas, Puncak, Jawa Barat. Kesana aman-aman aja, tapi ada cerita lucu dan menarik sih yang nggak bakal lupa sama mobil ini,” beber Kibot.

Pada saat menuju Cibodas, mobil yang digunakan untuk membawa keluarganya ini sempat mogok. Tetapi mogok ini diakibatkan oleh aki yang sudah mulai tekor. Sistem pendinginan selama perjalanan menuju Cibodas diakui aman tak mengalami masalah apapun. “Karena sebelum gue beli, mobil ini sempat diam selama 6 bulan. Jadi pas mogok di Puncak, gue cuma beli aki doang. Pas dipasang langsung ngacir lagi deh,” tutupnya.

Mobil dengan dimensi yang mungil ini diakui menjadi salah satu mobil kesayangannya. Bahkan, Fiat Uno II ini kerap digunakan untuk bertemu rekan sejawatnya di Bekasi Fiat Club. Kedepannya ia akan melakukan modifikasi dengan memasang atap ragtop lansiran Webasto sembari memperbaiki karat yang sudah mulai hinggap di beberapa bagian Fiat Uno II miliknya.

dealer mobil honda
Previous post
Beli Mobil Honda untuk Lebaran Banyak Keuntungan
mobil88
Next post
Mobil88 Komentari Soal Harga Jual Kembali Mobil China