Home » Sepeda motor » Modifikasi Motor Ngawur Ala Orang Indonesia, Banyak Bahayanya

Modifikasi Motor Ngawur Ala Orang Indonesia, Banyak Bahayanya

Motor dengan mika rem bening dan ban cacing, jenis modifikasi motor yang ngawur dan berbahaya

Jakarta – Sebenarnya, memodifikasi motor kesayangan sesuai selera adalah hak siapapun. Namun, modifikasi motor yang dilakukan tentu jangan ngawur supaya tidak mengganggu dan merugikan orang lain. Tidak jarang, para pemotor justru mengubah sejumlah komponen namun tidak memikirkan faktor kenyamanan pengendara lain.

Perilaku modifikasi motor yang ngawur ini kerap dijumpai hampir di semua wilayah. Namun paling sering, kita menjumpai di kota besar dengan kota satelit seperti Jakarta dengan Bogor dan Bekasi. Banyak pengguna jalan lain yang nyaris celaka akibat modifikasi dengan konsep dan peruntukan yang salah kaprah tersebut.

Sebelum kita memutuskan untuk modifikasi motor, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu soal konsep dan fungsi dari ubahan yang kita lakukan. Modifikasi yang dikatakan baik ialah yang bermanfaat dan tidak membahayakan saat motor dikendarai di jalan umum.

Pihak kepolisian sebenarnya telah memberi sedikit kelonggaran supaya pemilik kendaraan bisa berkreasi namun tidak kebablasan. Selama modifikasinya tetap dalam koridor hukum dan undang-undang, tentu masih diperbolehkan demi kepuasan pemilik kendaraan juga tentunya.

Dengan konsep dan tujuan pemakaian aksesoris yang jelas, kita tentu tidak dicap alay atau norak oleh pengguna jalan lainnya. Sebab, tidak jarang konsep modifikasi hanya meniru motor-motor kontes yang memang bukan dipakai untuk harian. Bukannya performa atau penampilannya makin keren, kita malah dihujani sumpah serapah atau umpatan dari orang lain.

Karakter Pengguna Motor dengan Modifikasi Ngawur

Menurut hasil pengamatan di jalan raya, karakter pengguna motor dengan konsep modifikasi ngawur ini bisa dikenali dengan mudah. mereka selalu menunjukkan salah satu atau beberapa ciri. Mayoritas mereka adalah anak muda tanggung yang jarang pakai helm.

Nah, mereka ini sering selap-selip, meliuk-liuk di antara celah kendaraan, walaupun sedang bergerak dalam kecepatan tinggi. Tidak jarang mereka masuk ke jalur berlawanan supaya bisa mendahului. Mereka kadang terlihat salah satu tangannya memegang setang, tangan yang lainnya dipakai merokok.

Duh, bahaya banget kan kelakuan pengendara alay yang doyan modif ngawur itu. Konyolnya lagi, mereka malah kesal dan marah bila kita memperingatkan akan kesalahannya itu. Sebaiknya, kita jauh-jauh dari orang seperti ini dan jangan sampai jadi seperti ini juga.

Baca Juga: 5 Bengkel Rekomendasi untuk Modifikasi Motor

Jenis Modifikasi Motor yang Ngawur

Setelah mengetahui karakter pengguna atau pelaku modifikasi ngawur, yuk kita bahas seperti apa ‘mahakarya’ mereka yang menyusahkan diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai, kita mengikuti jejak mereka dengan ubahan yang jauh dari unsur safety.

Knalpot Racing

Knalpot racing kadang dikeluhkan sebagai jenis modifikasi motor yang ngawur

Salah satu cara instan dan relatif mudah untuk mendongkrak performa yaitu dengan mengganti knalpot bawaan dengan produk aftermarket. Knalpot racing ini bertujuan membuat saluran pembuangan lebih plong. Dengan setelan yang tepat, sang kuda besi menghasilkan akselerasi dan tenaga buas.

Mereka umumnya memilih jenis free flow sehingga menimbulkan suara menggelegar. Sayangnya, kalangan alay hanya asal beli saja, biasanya mereka membeli knalpot racing murahan atau KW sesuai dengan kemampuan kocek mereka. Selain itu, mereka tidak menyesuaikan jenis knalpot racing dengan karakter atau setting-an motor.

Nah, khusus kalangan pengguna knalpot racing dari modifikasi Thailook ini sering dijuluki sebagai “knalpot mbeeerrr”. Julukan ini muncul dari suara motor yang setelah tutup gas berbunyi nyaring “mbeeerrrrr”. Kalangan alay seperti ini ditandai dengan motor yang tidak bisa berlari kencang namun suara knalpot yang menggelegar luar biasa.

Knalpot mereka jelas bising, dan yang tak kalah mengganggu yaitu jenis knalpot racing dengan muffler terlalu mendongak ke atas. Sebenarnya, tujuan produsen sengaja mendesain moncong knalpot seperti itu supaya menghindari masuknya air ketika melewati genangan air. Penggunaan knalpot aftermarket pun sebenarnya lebih layak di dalam sirkuit.

Gawatnya, semburan emisi yang keluar dari knalpot racing di jalan raya yang macet ini mengganggu pengendara yang tepat di belakangnya. Semburan gas ini nembak-nembak bila kena muka serasa seperti ditabok. Bukan cuma mengganggu, knalpot seperti ini dapat membuat sesak napas jika terus menerus terhirup.

Memotong atau Melepas Spakbor Belakang

Potong spakbor sebaiknya tidak boleh sampai habis

Kelakuan menjengkelkan selanjutnya yang tak kalah sering kita jumpai yaitu memotong atau melepas sepatbor (spakbor) belakang. Mereka sengaja melakukannya dengan harapan penampilan motor jadi punya buntut meruncing layaknya tunggangan di MotoGP. Padahal, sepatbor ini berfungsi untuk menahan cipratan air.

Otomatis, karena ketiadaan sepatbor sangatlah menggangu para pengendara yang ada di belakang saat turun hujan. Cipratan air dari roda langsung mengenai pengguna jalan karena tidak ditahan sepatbor. Selain itu, kadang cipratannya ini sampai ke atas sehingga bisa mengotori juga pakaian orang yang sedang ia bonceng.

Cipratan air dari jalanan ini pastinya dapat mengotori pakaian. Apabila sampai terkena kaca helm tentunya membuat pandangan terganggu dan kita mesti mengelapnya terlebih dahulu supaya pandangan kembali jernih.

Mika Bening di Rem Belakang

Motor dengan mika rem bening

Inilah jenis modifikasi paling menjengkelkan dan mengganggu yang sering kita temui. Pemilik motor mengganti penutup lampu belakang dengan jenis mika yang bening. Selain itu, tak jarang mereka juga ikut mengganti bohlam lampu rem dengan bohlam untuk lampu depan.

Hasilnya, kalau mereka ngerem langsung silau to the max, bro! Pastinya penggunaan mika bening pada lampu belakang ini sangat menggangu visibilitas pengendara yang ada di belakang. Bila kondisi jalanan cukup gelap, mata seperti tertembak sinar dengan intensitas tinggi.

Bagi pengendara dengan mata silinder, biasanya fokus pada jalan pun terganggu. Akan muncul kondisi seperti buta sesaat dan ini membahayakan bila sedang memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.

Ban Cacing

Pemakai ban cacing mewabah sampai motor sport

Modifikasi yang satu ini sering dilakukan oleh para penganut aliran Thailook. Mereka mengganti pelek dan ban bawaan motor dengan yang ukuran tapaknya lebih kecil atau diameter roda lebih besar pada motor matik.

Tren ini semakin populer ketika balap drag naik daun. Ban cacing memang membuat motor ngacir dan handling yang lebih ringan. Sayangnya, kalangan alay mengadopsi style ban cacing untuk pemakaian sehari-hari. Mengganti ban dengan ban cacing tidak dianjurkan, sebab tapak ban dengan ukuran kecil memberikan traksi yang minim dengan aspal.

Ini jelas sangat bahaya saat kondisi turun hujan karena ban tidak mendapat traksi semestinya dan mudah selip. Selain itu, apabila menghantam lubang maka langsung membuat pelek ambyar.

Memasang Strobo

Spion kecil kurang safety untuk berkendara

Entah apa urgensi bagi motor kalangan sipil memasang rotator atau strobo ini. Aksesoris ini sering kita temui pada motor yang sering dipakai touring. Bagi penggunanya, strobo dapat digunakan untuk membuka jalan saat kondisi lalu lintas ramai.

Komunitas ambulans escort juga ikut memakai strobo ketika melakukan pengawalan ambulans. Apapun alasannya, menggunakan lampu strobo bagi kendaraan sipil non kedinasan tidak dibenarkan. Ini jelas melanggar undang-undang dan juga mengusik pengguna jalan lain demi suatu sikap arogansi.

Strobo atau rotator hanya diperuntukkan untuk kendaraan tertentu dalam kondisi darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan kepolisian. Dengan bantuan alat ini, petugas bisa segera sampai ke lokasi.

Spion Kecil

Fungsi spion ini cukup penting, karena digunakan melihat objek atau mengukur jarak dengan kendaraan yang ada di belakang saat ingin berpindah jalur atau berbelok. Sayangnya, masih banyak pemotor yang menyepelekan atau mengabaikan fungsi spion.

Demi tidak melanggar lalu lintas, sebagian dari pemotor sengaja mengganti dengan spion berukuran kecil. Alasan mereka, spion kecil memudahkan saat akan selap-selip di kemacetan lalu lintas. Supaya lebih aman, yuk kita gunakan spion berukuran standar di motor kesayangan.

Sudah banyak kok spion dengan ukuran standar atau hanya sedikit lebih kecil dengan desain yang keren. Dengan begini, kita tidak mengabaikan unsur safety selama berkendara.

Memasang Adapter untuk Shockbreaker Belakang

Beberapa motor keluaran baru punya desain buntut dengan postur yang landai. Demi lebih bergaya racy, pemilik ada yang membuatnya lebih nungging. Cara paling gampang, mereka menambah adapter shock yang dipasang pada anting bawah shockbreaker.

Adapter ini sebenarnya berisiko, karena posisinya di bagian bawah maka menerima beban besar dari hentakan roda dan bobot penumpang. Dikhawatirkan, adapter ini patah atau pecah sebab sampai saat ini kualitas bahannya belum diketahui pasti.

Bila kalian ingin motor jadi nungging, cara yang aman yaitu mengganti shockbreaker belakang dengan yang lebih tinggi. Bisa substitusi satu merek atau membeli produk aftermarket. Cara ini lebih aman karena beban yang diterima seluruhnya terdistribusikan pada suspensi.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Tren Modifikasi Motor 2019 di Indonesia, Mana yang Masih Digemari?

Previous post
Keuntungan Beli Mobil Baru Toyota Jelang Akhir Tahun
Next post
Tak Cuma Indonesia, Mitsubishi Xpander Cross Bakal Meluncur di Negara Tetangga