Home » Tips dan Trik » Mumpung WFH, Yuk Kita Usir Binatang yang Bersarang di Mobil

Mumpung WFH, Yuk Kita Usir Binatang yang Bersarang di Mobil

Tikus jadi binatang pengganggu yang suka bersarang di kap mobil (foto: Pinterest)

Jakarta – Memasuki pekan ketiga bekerja di rumah (work from home/WFH), mungkin ada sebagian dari kita yang lupa memperhatikan kondisi mobil kesayangan. Akibat kelamaan parkir di garasi, bukan tidak mungkin mobil jadi sarang dari binatang pengganggu. Selagi sempat, yuk kita bersihkan mobil supaya tidak jadi sarang hama.

Bila dilihat sepintas, mungkin mobil yang diparkir di garasi tidak ada masalah apa-apa. Namun, kita patut waspada bila ruang parkirnya berada di halaman terbuka, sekalipun sudah terpasang atap kanopi. Biasanya, mobil yang lama terparkir menjadi tempat yang nyaman bagi tikus atau kecoa.

Binatang pengganggu di sekitar rumah kita sebenarnya bisa dicegah agar tidak lagi masuk ke mobil kita. Seringkali kita tidak mengetahui bahwa binatang-binatang tersebut sudah masuk ke mobil kita.

Kehadiran mereka tentunya akan berbahaya bagi mobil kesayangan. Tikus kadang suka bersarang di ruang mesin, dan binatang pengerat ini tidak jarang menggigiti kabel. Bisa-bisa, kabel di dalam kap mesin banyak yang putus dan menyebabkan konsleting atau hubungan pendek arus listrik.

Binatang pengganggu bisa bersarang di mobil lewat beberapa cara, misalnya:

Mobil sering diparkir di bawah pohon, di rumput atau dekat kebun. Kondisi parkir di ruang terbuka memudahkan semut atau tikus masuk ke dalam mobil Anda.

Kendaraan terlalu lama tidak digunakan dan diparkir di suatu tempat. Tentu ini bisa memudahkan semut, kecoa, tikus, bahkan laba-laba tinggal di dalam mobil.

Kendaraan terlalu sering diparkir di tempat lembab. Suasana yang lembab terutama di kabin disukai kecoa dan menggoda hewan jorok ini berkoloni di dalamnya.

Membersihkan Mobil, Mencegah Binatang Bersarang

Apabila kalian memiliki banyak waktu luang selama WFH, tidak ada salahnya untuk memberi perhatian lebih pada mobilmu. Ini juga tidak bertentangan dengan program pemerintah yang meminta social distancing karena kita bisa mengerjakan sendiri di rumah.

Cara mencegah binatang masuk ke mobil:

Bersihkan mobil kalian setiap waktu, baik interior dan eksterior. Pada bagian kabin, usahakan tidak ada sisa-sisa makanan yang rontok di kursi atau karpet. Jangan lupa, bersihkan karpet-karpet kendaraan anda menggunakan vakum cleaner atau dicuci dengan sabun detergen.

Hindari terlalu lama memarkirkan kendaraan di bawah pohon, di atas rumput, dan atau di dekat kebun. Hindari juga parkir di tempat yang lembab yang mengundang kecoa untuk bersarang.

Sesekali, panasi mesin kendaraan, jangan hanya tersimpan di dalam garasi Anda. Sembari dipanasi, periksalah kendaraan setiap waktu baik eksterior, interior, dan bagian mesinnya.

Bagi kalian yang tidak ingin mobilnya menjadi sarang kecoa atau binatang pengganggu lainnya, usahakan untuk tidak terlalu sering makan di dalam mobil. Sisa makanan yang tidak segera dibersihkan akan menarik kecoa untuk datang ke dalam mobil Anda. Kalaupun ingin makan di dalam mobil usahakan untuk segera bersihkan sisa-sisa makanan.

Usahakan jika dalam kondisi parkir cukup lama di ruang terbuka, tutup rapat kaca jendela mobil dan pintu mobil. Karena jika terbuka, akan menjadi akses serangga masuk ke dalam mobil.

Cara Menghilangkan Kecoa dari Mobil

Kecoa perlu penanganan khusus apabila sudah bersarang di dalam mobil (foto: Pinterest)

Kecoa merupakan hewan yang banyak membawa penyakit dan bakteri bahaya, sehingga keberadaan kecoa di dalam mobil sangat membahayakan. Akan sangat menjengkelkan jika mobil kesayangan kita dimasuki kecoa, bahkan sampai beranak pinak.

Munculnya kecoa di dalam mobil ini adalah karena mobil tersebut jarang sekali dirawat atau dibersihkan. Kecoa bisa masuk dan yang lebih mengerikannya lagi bisa berkembang biak di dalam mobil. Biasanya, kecoa tinggal di tempat yang berbau dan jorok.

Kecoa senang sekali berada di bagian karpet dasar, sela-sela karet pintu dan rongga kaca mobil. Jika kalian melihat ada kecoa berukuran kecil di dalam mobil, maka sudah dipastikan kabin sudah menjadi tempat berkembang biak kecoa.

Untuk mengusir kecoa dari kabin mobil, caranya tidak sulit kok. Bahan yang dibutuhkan juga sederhana dan mudah ditemui di sekitar kita. Paling mudah, kita bisa menggunakan kamper atau kapur barus untuk mengusir kecoa dari dalam mobil.

Cukup letakkan kapur barus di sudut-sudut mobil, dan kolong kursi. Kita bisa menumbuknya sampai halus dan menaburkan di balik karpet, dimana banyak anak kecoa bersarang. Namun, tidak semua orang suka dengan aroma kapur barus yang menyengat ini.

Bila tidak suka dengan aroma kapur barus, kalian bisa menggantinya dengan bunga melati. Cukup beli atau petik bunga melati yang masih segar, setelah itu taburkan bagian kelopak bunga melati itu kebagian karpet dan celah celah mobil yang menjadi tempat tinggal kecoa. Kecoa akan otomatis pergi sendiri setelah menghirup aroma bunga melati di dalam mobil.

Alternatif mudah lainnya yaitu memakai daun pandan, karena mudah dicari atau dibeli di tukang sayur terdekat. Seperti halnya bunga melati, aroma daun pandan juga tidak disukai oleh kecoa. Caranya, potong daun pandan menjadi bagian kecil, lalu taruh bagian pandan tersebut ke celah celah yang biasanya menjadi pintu masuk kecoa.

Mengusir Semut yang Bersarang dari Dalam Mobil

Semut akan masuk ke dalam mobil karena mencari sisa makanan. (Foto: fumida.co.id)

Semut mungkin tidak seberbahaya kecoa, tapi tetap saja mengganggu bila masuk ke kabin. Beberapa jenis semut juga bisa membuat gatal dan nyeri bila sampai menggigit. Untuk semut berukuran besar yang biasa bersarang di pohon bahkan kekuatannya bisa melubangi karet pintu.

Tubuh semut yang sangat kecil memungkinkan semut untuk masuk ke interior melalui sela-sela di bodi mobil. Semut punya sifat berkoloni, sehingga jika kita menemukan satu semut yang masuk ke kabin biasanya akan membawa serta “teman-teman” mereka.

Keberadaan semut di suatu lokasi karena satu alasan, yakni mengais sisa-sisa makanan di dalam mobil. Guna mencegah dan menghindari semut masuk ke sela-sela kabin, bersihkan interior secara rutin serta gunakan vacuum cleaner untuk menyedot kotoran yang tersembunyi.

Koloni semut bisa diatasi ketika kita membersihkan kabin dengan menyedotnya pakai vacuum cleaner. Cara ini jauh lebih aman daripada kita menyemprot pestisida cair seperti racun serangga. Cairan tersebut bisa menguap bersama udara dan tersirkulasi bersama AC, lalu bisa meracuni manusia jika dihirup dalam jumlah banyak.

Mengusir Tikus yang Bersarang di Mobil, Binatang Pengerat Paling Berbahaya

Tikus jadi binatang pengganggu yang suka bersarang di kap mobil (foto: Pinterest)

Tikus menjadi ancaman yang cukup menakutkan bagi setiap pemilik mobil. Hewan ini bisa masuk dan bersarang dalam mobil sekalipun diparkir di garasi tertutup. Tikus adalah binatang yang kotor dan membawa bibit penyakit.

Mungkin, tikus tidak bisa masuk ke dalam kabin mobil. Tapi, tikus bisa bersarang di dalam kap mesin dengan menyusup dari kolong. Tikus biasanya akan masuk ke ruang mesin mobil dengan merayap melalui ban. Mobil yang lama tidak digunakan biasanya di kap mesin menjadi tempat favorit untuk bersarang, karena gelap dan dingin.

Untuk mengetahui apakah tikus sudah bersarang di ruang mesin, bisa dideteksi dengan 4 hal. Tikus biasanya meninggalkan bau, ada jejak kakinya, dan menyisakan kotoran berbentuk bulat hitam pada ruang mesin. Tikus biasanya juga meninggalkan sampah-sampah makanannya di dalam ruang mesin.

Untuk itu, sekalipun kita tidak pergi ke mana-mana, tetap perlu memanasi mesin mobil setiap hari setidaknya selama lima menit. Hal ini tidak hanya untuk mengisi daya aki atau mensirkulasikan pelumas dalam mesin, tapi juga membuat ruang mesin jadi panas sehingga tikus tidak betah.

Sebagai upaya pencegahan, kita bisa memasang lampu LED berdaya rendah di dalam kap mesin. Lampu ini bisa dinyalakan pada malam hari karena tikus dikenal sebagai binatang yang tidak menyukai tempat bercahaya. Tikus juga tidak menyukai aroma kamper atau kapur barus.

Supaya tikus tidak bisa merayap masuk, kita cukup menaburkan kapur barus yang sudah ditumbuk halus di sekitar ban mobil. Dengan begini, tikus akan menjauh dan mesin mobil tetap aman.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Baca Juga:

Merawat Sepeda Motor Honda yang Nganggur Gara-Gara Work From Home

Teknisi Honda
Previous post
Merawat Sepeda Motor Honda yang Nganggur Gara-Gara Work From Home
Next post
Terimbas Virus Corona, Paris Motor Show 2020 akan Lanjut dengan "Cara Lain"