Reviews

Mungupas Tuntas Kenyamanan dan Fitur Xpander Cross

Jakarta – Harus diakui pasar mobil keluarga di Indonesia memang banyak pilihan dari berbagai merek dengan sajian desain dan fitur andalan. Namun dalam kondisi banyak pilihan tak semua sukses di pasar otomotif Nasional.

Ya, karakter masyarakat Indonesia sangat unik, rata-rata menyukai mobil keluarga yang mampu memuat banyak penumpang. Bahkan fitur menjadi nomer dua bagi konsumen, akan tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan disukai konsumen.

Salah satu merek yang mempunyai lini mobil keluarga adalah merek Mitsubishi dimana ada Pajero Sport dan Xpander. Namun bahasan kali ini lebih mengerucut untuk membahas kelebihan Xpander.

Mitsubishi Xpander merupakan sebuah small MPV yang harus diakui tak hanya unggul dalam hal disain namun juga fitur. Apalagi telah muncul varian Xpander Cross yang bermain di segmen mini SUV. Selain nyaman digunakan keseharian, mobil ini juga mumpuni untuk diajak berpetualang.

Dimana fitur-fitur yang ada sangat menunjang aktivitas pengguna dengan kenyamanan maksimal. Tampilannya jelas terlihat tidak membosankan, berani, dan berikan segudang kemudahan dan kenyamanan bagi pengendara maupun penumpang.

Limpahan Fitur

Sebagai mobil keluaran baru di era sekarang untuk menyalakan mesin cukup tekan tombol Start/Stop Engine saja sambil mengantungi kunci KOS (Keyless Operation System). Fitur ini cuma tersedia pada varian Sport dan Ultimate.

Xpander mempunyai kabin lapang dan senyap dengan tujuh kursi penumpang yang bisa diatur sesuai kebutuhan. Ini sangat memudahkan penumpang untuk saling jaga jarak selama perjalanan. Terdapat sandaran lengan yang bisa menjadi pembatas di kursi penumpang baris kedua.

Bila tidak memuat banyak penumpang, pengguna bisa melipat kursi belakang dan baris kedua untuk ruang kargo yang lebih luas saat membawa peralatan selama perjalanan, misalnya koper pakaian, sepeda, peralatan camping dan lain sebagainya.

Interior Xpander (Foto: Paultan)

Sangat pas dalam hal ini saat situasi new normal yang masih banyak pembatasan. Selama pandemi, Anda mungkin akan membawa lebih banyak barang yang berkaitan dengan protokol kesehatan, misalnya hand saitizer, masker atau pakaian ganti.

Selain kelegaan kabin, Xpander juga memiliki banyak tempat penyimpanan, mulai dari glove box, panel side pocket, panel tray, hingga panel lower tray. Ada juga beberapa cup holder, front door pocket, hingga kotak penyimpanan tertutup yang bisa digunakan untuk menyimpan masker, hand saitizer atau pakaian ganti agar tetap bersih.

Jika Anda kerap membawa sepatu atau pakaian, terdapat laci bawah kursi dan penyimpanan di bawah bagasi untuk menempatkan alas kaki. Sedangkan pakaian bisa digantung di panel head rest.

Bagi penumpang yang aktif dan membutuhkan konektifitas setiap saat, Xpander menyediakan banyak tempat charge baterai di bagian depan dan penumpang. Terdapat juga tempat meletakkan ponsel di sisi belakang.

Kenyamanan Kabin

Sedangkan pada bagian depan atau pengemudi, terdapat layar hiburan 7 inci yang terkoneksi dengan ponsel pintar dengan fitur kontrol pada setir yang membuat pengemudi tetap fokus berkendara.

Tak perlu khawatir suara bising mesin masuk dalam kabin, karena suara mesin 4N91 yang digunakan ternyata cukup tenang, dan saat idle tidak sampai menembus kabin mobil.

Mau diajak berpetualang dimanapun dengan Xpander tak perlu khawatir. Akselerasi mesin 4-silinder berkapasitas 1.499 cc ini ternyata lumayan galak dan cukup agresif. Penumpang didalam kabin-pun dibuat nyaman karena Xpander cenderung mudah memberi respon yang smooth alias halus ketika pedal gas hanya diinjak sedikit.

Mitsubishi Xpander Malaysia

Jok baris kedua dan ketiga dapat dilipat (Foto: MMM)

Transmisinya menggunakan jenis torque converter, punya 4-percepatan dan sistem overdrive off untuk menahan di putaran lebih tinggi. Menekan pedal gas setengah dari keadaan berhenti, akan terasa perpindahan dari gigi 1 ke 2 cepat, sedangkan 2 ke 3 akan terasa cukup panjang dan gigi 4 jelas paling efektif untuk cruising santai.

Perpindahan gigi naik alias upshift terasa sangat halus. Selama pedal gas tidak diinjak terlalu dalam yang membuat akselerasinya bekerja terlalu keras. Namun limit transmisi 4-speed ini akan langsung terasa ketika ‘disiksa’. Misalnya ketika kickdown yang akan langsung membuat putaran mesin naik berlebih tinggi.

Namun bila dibawa santai, perpindahannya terasa halus bak CVT. Sekaligus mengeleminasi kekurangan transmisi karet baja tersebut seperti yang ada di Mirage, Outlander Sport dan Delica. Dimana membuat akselerasi awal sangat-sangat berat.

Overall, karakter mesin dan transmisi dari Mitsubishi Xpander ini akan jauh lebih cocok untuk cruising santai alias comfort cruiser. Sehingga dibawa mengemudi rileks di jalan raya akan terasa cocok. Sedangkan yang ingin berlebih agresif di jalan dalam kota juga terakomodasi.

Suspensi Mumpuni

Seperti mayoritas Low MPV lainnya, jenis suspensi Xpander menggunakan MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang. Yang membedakan, Xpander juga mengaplikasikan shock absorber valve di peredam kejut depan-belakangnya, yang diklaim dapat memberi quick response sehingga membuat kendaraan bisa melaju lebih stabil.

Sedangkan di belakang, konstruksi suspensi Xpander diperumit dengan reinforcement tambahan , forged large spindle dan trailing arms-nya. Konfigurasi suspensi Xpander sangat jarang kami temui.

Karena biasanya, suspensi belakang terasa jauh lebih keras dibanding yang depan. Di Xpander, rasa bantingan yang kasar akan lebih sering ditemui ketika ban depan menghantam sesuatu, sedangkan di belakang akan teredam lebih baik ke keseluruhan bodi.

Mitsubishi Xpander Cross Filipina (Foto: MMPC)

Ini akan terasa saat bagian belakang menghantam polisi tidur, penumpang yang duduk di baris kedua atau ketiga tidak akan terpental parah, namun yang depan akan cukup terasa bantingannya terutama di sekitar dasbor. Sebenarnya secara umum, karakter suspensinya masuk ke kategori nyaman di kelasnya

Stabil Saat Berkendara

Bagaimana dengan kestabilannya? Sebenarnya, bodyroll Xpander cukup besar ketika menikung di kecepatan cukup tinggi. Namun harus diingat lagi, ground clearance Xpander mencapai 205 mm.

Angka itu lebih tinggi 5 mm dibanding di Avanza-Xenia atau bahkan Rush-Terios, yang memiliki rasa bodyroll yang jauh lebih parah dan masih limbung. Jadi memang, untuk ketinggian ekstra ini, kestabilan Xpander masih termasuk wajar untuk sebuah low MPV.

Putaran setir tergolong ringan, meski karena balutan kulit di lingkarnya, rasa mengenggamnya termasuk mantap. Feedback-nya termasuk akurat untuk kecepatan rendah sampai medium. Terasa effortless, namun tidak sampai hambar seperti Confero S.

Test drive Mitsubishi Xpander Cross melewati jalan berkelok dan naik turun. (Foto: Carmudi/Rizen)

Walaupun di kecepatan tinggi di atas 100 km/jam, deadzone akan jauh lebih banyak, butuh cukup banyak koreksi dan putarannya menjadi terlalu ringan. Apakah buruk untuk sebuah Low MPV? Sama sekali tidak. Apalagi, radius putarnya tergolong lumayan kompak di 5,2 meter mengingat bodinya yang lebih panjang dibanding kompetitor.

Satu hal penting lainnya adalah bicara fitur keselamatan, Xpander dilengkapi dengan lane change turn signal system, ABS, hill start assist, pedestrian protection, active stability control, lampu hazard otomatis, airbag ganda, hingga cruise control dan kamera parkir belakang.

Suara mesin 4N91 teredam dengan sempurna, tetap tenang bahkan di atas 100 km/jam. Suara ban Bridgestone Ecopia berdiameter 16 incinya pun minim yang masuk ke kabin, apalagi suara dari luar yang terbukti dari seberapa beratnya suara pintu saat ditutup.

Konsumsi BBM

Bagaimana soal konsumsi bahan bakar? Dengan mesin 4N91 ini karakternya cenderung mengembalikan konsumsi bahan bakar yang irit.

Mengitari Jakarta lebih dari 200 km dengan kecepatan rata-rata 21 km/jam misalnya, konsumsi bahan bakar yang tercantum di MID tidak jauh-jauh dari 11 km/liter. Bila jalan lebih kondusif, kami yakin mencapai angka di atas 15 km/jam tidak akan terlalu sulit.

Hal tersebut tak menutup kesempatan untuk berpetualang di dalam kota dengan keyamanan Xpander. Seperti kenyamanan saat berada dalam rumah, semua kesenangan dan kemudahan ada dalam kabin. Semoga bermanfaat.

Penulis Dony Lesmana

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts