Berita

Myanmar Masih Bergejolak, Toyota Tunda Buka Pabrik

Pabrik Toyota Myanmar

Toyota tunda buka pabrik mobil di Myanmar karena adanya kudeta militer (Foto/Ilustrasi)

Yangon – Pabrik mobil Toyota di Myanmar rencananya dibuka pada Februari 2021. Sehubungan dengan kudeta militer dan ketidakpastian politik serta keamanan di negara tersebut, Toyota memilih untuk menunda pembukaan pabrik.

Diberitakan Nikkei Asia, Selasa (3/2/2021), pabrikan mobil asal Jepang itu mengaku sangat sulit untuk membuka pabrik sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya, jika konflik terus berlanjut. Apalagi beberapa hari belakangan ini marak aksi demonstrasi yang terjadi di kota-kota besar.

“Waktu pembukaan masih dalam pembahasan,” kata seorang sumber dari Toyota.

Bagi Toyota pembukaan pabrik di tengah kondisi negara yang tengah bergejolak akan menimbulkan berbagai tanggapan. Bisa saja Toyota dianggap mendukung pemerintah militer yang dapat memancing reaksi bukan hanya dari kalangan masyarakat umum, tapi juga dari kelompok Hak Asasi Manusia dan investor.

Pabrik Toyota terletak di Zona Ekonomi Khusus (SEZ) Thilawa, selatan Yangon. Pabrik ini dibangun dengan biaya 52 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp744 miliar.

Toyota Motor Corporation (TMC) menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 85% di Toyota Myanmar (TMY). Sedangkan sisanya sekira 15% dimiliki oleh perusahaan dagangnya, Toyota Tsusho Corporation.

Pabrik Toyota Myanmar

Hilux menjadi mobil yang akan diproduksi di pabrik Toyota di Myanmar (Foto: TAM)

Produksi Toyota Hilux

Nantinya pabrik tersebut akan digunakan untuk memproduksi mobil Toyota Hilux dan sejumlah komponen yang diimpor dari negara lain, seperti Thailand.

Pembukaan pabrik mobil Toyota di Myanmar sejalan dengan angka penjualan mobil yang kian menanjak dari tahun ke tahun.

Pada pertengahan 2019, sekira 18.000 kendaraan Toyota terjual di Myanmar, atau 2,1 kali lebih banyak dari yang terjual pada 2017.

Pada saat itu, model yang dijual mulai dari Toyota Hilux, Hiace Commuter dan panel van, Avanza, Innova, Camry, Corolla, Vios, Fortuner, Land Cruiser 200 dan Rush.

Semua adalah model yang diimpor secara utuh dari negara lain.

Suzuki Menghentikan Produksi Mobil

Pada hari pertama terjadinya kudeta militer di Myanmar pada 1 Februari 2021, Suzuki memutuskan untuk menghentikan produksi mobil di kedua pabriknya.

Langkah ini mau tidak mau diambil oleh Suzuki guna mengedepankan keselamatan dan keamanan para karyawannya.

Suzuki Myanmar

Pabrik Suzuki di Myanmar (Foto: Myanmar Times)

Dalam keterangan resminya bulan lalu disebutkan bahwa, belum diketahui pasti kapan aktivitas pabrik mobil Suzuki berjalan kembali.

Pabrik Suzuki yang berada di Yangon mempekerjakan sekira 400 karyawan.

Suzuki sendiri memiliki pangsa pasar sebesar 60% di Myanmar, pada 2019 lalu sebanyak 13.200 mobil baru Suzuki terjual di sana.

Suzuki resmi masuk Myanmar pada Februari 2013, kemudian pada Mei di tahun yang sama, Suzuki mulai memproduksi Carry yang didatangkan dari luar negeri dalam bentuk terurai atau CKD.

Baca Juga:

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Santo Sirait

Santo Sirait sebelumnya Jurnalis di Okezone.com, pindah ke Carmudi.co.id sebagai Reporter pada November 2017. Fokus di sektor otomotif, terutama meliput tentang mobil, motor dan industri otomotif. Santo dapat dihubungi di [email protected]

Related Posts