Home » Berita » Negara Kompetitor Mulai Was-Was dengan Kemampuan Industri Otomotif di Indonesia

Negara Kompetitor Mulai Was-Was dengan Kemampuan Industri Otomotif di Indonesia

ekspor satu juta mobil
Ekspor Mobil Toyota Terus Meningkat Dari Tahun ke Tahun (Foto: Carmudi)

Jakarta – Pemerintah terus mendorong industri otomotif di Indonesia menggunakan komponen lokal atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebanyak-banyaknya. Upaya ini guna memacu produktivitas dan daya saing industri nasional di tengah kondisi persaingan dagang antar negara kian ketat.

Tak heran bila akhir-akhir ini hampir semua produsen otomotif di dalam negeri berlomba-lomba untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kalau negara kompetitor mulai was-was. Ini terkait penggunaan komponen lokal pada kendaraan yang diproduksi di dalam negeri mulai banyak.

“Industri ini berbasis komponen lokal. Dengan local content yang semakin banyak, daya saing kita semakin kuat. Karena seluruh industri di sektor otomotif kita ini ekosistemnya adalah just in time,” ungkap menperin Airlangga.

Bahkan, industri otomotif di Tanah Air saat ini telah berkembang dengan baik dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja.

“Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional sejak tahun 2013 sampai 2018, telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun, di mana tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut,” sambung Airlangga.

Mobil Produksi Indonesia Sudah Diekspor ke 80 Negara

Berdasarkan data produksi mobil yang dimiliki Kementerian Perindustrian pada periode Januari – Juli 2019, tercatat sebesar 712 ribu unit. Dari jumlah tersebut sekira 570 ribu unit diperuntukkan bagi pasar domestik. Sedangkan 169 ribu unit dieskpor dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) dan terurai atau Completely Knock Down (CKD) 423 ribu set. Serta komponen sebesar 48,9 juta pieces.

“Jadi, saat ini tahapannya Indonesia tidak hanya sebagai global value chain, tetapi juga menjadi global vendor untuk kendaraan CBU itu sendiri,” jelasnya.

Saat ini pangsa pasar ekspor otomotif Indonesia sudah menembus lebih dari 80 negara di dunia termasuk lima negara tujuan utama ekspor, yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko dan Vietnam. Pada 2019, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit dan diharapkan terus meningkat setiap tahunnya. Sehingga pada tahun 2025 industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit.

Xpander
Mitsubishi Xpander buatan Bekasi tiba di Filipina. Foto/MMKSI.

“Pemerintah berharap bahwa produksi kendaraan roda empat ini akan meningkatkan kemampuan supplier lokal kita pada supply chain-nya. Dengan demikian, industri ini akan semakin kokoh di dalam negeri. Saat ini, kalau kita lihat, industri otomotif kita sudah mampu memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Jadi, jumlah produksi nasional jauh lebih tinggi daripada impornya,” pungkas Airlangga.

Penulis: Santo

Editor: Lesmana

Previous post
Resmi Dijual, Segini Harga Mobil Sport Favorit Anak Jokowi
Indonesia Modification Expo 2019, menjadi ajang modifikasi Tanah Air yang sukses.
Next post
IMX 2019 Sukses Catatkan Transaksi Rp3,8 Miliar