Home » Berita » Melihat Nilai Investasi dan Lokasi Pabrik Hyundai di Indonesia

Melihat Nilai Investasi dan Lokasi Pabrik Hyundai di Indonesia

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan pejabat pemerintah menerima delegasi Hyundai Motors Group (Foto: Kemenperin)

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan akhirnya buka suara mengenai lokasi pabrik Hyundai yang akan dibangun di Indonesia. Selain itu, Luhut juga mengatakan bocoran informasi mengenai nilai investasi yang akan digelontorkan Hyundai.

Luhut mengatakan bahwa akan ada dua lokasi pabrik yang akan dibangun Hyundai di Indonesia secara bertahap. Pabrik pertama kabarnya akan dibangun di kawasan Karawang, Jawa Barat dan diprediksi memiliki nilai investasi mencapai Rp14 triliun.

Presiden Joko Widodo sebelumnya dikabarkan bertolak ke Korea Selatan untuk melakukan perundingan. Perundingan ini guna membicarakan soal pabrik dan investasi yang akan dilakukan Hyundai di Indonesia. Penandatanganan tersebut akan dilakukan di Seoul, Korea Selatan pada bulan November nanti.

Sedangkan untuk lokasi pabrik Hyundai di Indonesia ke dua, kabarnya akan berlokasi di Jawa Tengah. Sayangnya, pihak Hyundai Motors dan pemerintah Indonesia belum ingin memberikan informasi mengenai lokasi ini.

“Lokasi yang ke dua ini belum tahu. Mungkin ada, nanti ditawarkan pak Gubernur. Ada lahan 2.000 hektar atau 3.000 hektar. Mungkin bisa di situ diambil berapa hektar,” tutur Luhut di Jakarta, Senin (29/7/2019.

BYD Susul Hyundai untuk Investasi di Indonesia

Hyundai di GIIAS 2019
Hyundai Kona Modifikasi di GIIAS 2019. (Foto: Carmudi/Rizen)

Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengatakan ada dua merek yang akan masuk ke Indonesia. Merek pertama adalah Hyundai dengan visi pengembangan mobil terbang, dan merek ke dua yang akan masuk adalah BYD. BYD sendiri memang sudah tidak asing di lingkup otomotif Tanah Air lantaran telah bekerja sama dengan perusahaan taksi Bluebird.

BYD sudah menjalin kerjasama dengan Bluebird dengan menghadirkan armada mobil taksi listrik. Mobil taksi listrik ini merupakan armada terbaru yang resmi dipakai oleh Bluebird di Indonesia.

“Sampai saat ini baru dua merek itu saja yang akan masuk ke Indonesia. Investasi Hyundai ini juga tidak sama dengan KIA. Jadi berbeda. Lagipula KIA sudah tidak dipegang oleh Indomobil Group lagi,” imbuh Nangoi.

Meskipun kabarnya sudah santer, sayangnay BYD belum mengonfirmasi secara resmi perihal keinginannya berinvestasi di Indonesia. Hanya saja, produsen otomotif mobil listrik asal Tiongkok tersebut menyatakan sangat tertarik untuk berjualan di Indonesia. (dms)

Previous post
Bertemu Presiden Jokowi, Hyundai Bahas Investasi hingga Mobil Terbang
Next post
Toyota Avanza Masih Jadi Primadona Penjualan di GIIAS 2019