Home » Berita » Nyawa Isuzu Panther Terselamatkan Berkat Penundaan Implementasi Euro4

Nyawa Isuzu Panther Terselamatkan Berkat Penundaan Implementasi Euro4

Kekurangan Isuzu Panther (Foto: Isuzu)
Panther Grand Touring (Foto: Isuzu)

Jakarta – Implementasi Euro4 untuk kendaraan bermesin diesel di Indonesia resmi ditunda sampai 2022. Bila merujuk Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No. 20/Setjen/Kum.1/3/2017, seharusnya kebijakan tersebut berlaku efektif pada April 2021.

Penyebab ditundanya implementasi Euro4 kendaraan diesel akibat pandemi virus corona (Covid-19). Di samping itu para teknisi asing yang bekerja untuk mengembangkan mesin diesel Euro4 harus kembali ke negara asalnya, sehingga proyek pengembangan terganggu.

Akibat penundaan implementasi Euro4 untuk kendaraan diesel, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan Isuzu batal meluncurkan dua produk baru. Keduanya adalah varian baru dari Isuzu Traga dan mu-X terbaru.

“Jadi kami sudah mendapatkan informasi dari GAIKINDO bahwa mereka sudah menerima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyatakan bahwa implementasi Euro4 untuk kendaraan diesel itu ditunda sampai dengan April 2022. Ditunda satu tahun karena mendengarkan berbagai macam pertimbangan juga termasuk audiensi dengan GAIKINDO tentunya dalam situasi yang seperti ini banyak pembatasan-pembatasan aktivitas sehingga persiapan menuju Euro4 itu juga terhambat,” ungkap Attias Asril, General Manager PT IAMI dalam sesi ngobrol virtual bersama Forwot, Jumat (26/6/2020).

Di satu sisi ada kabar baik di balik penundaan implementasi Euro4. Di mana IAMI sudah memastikan bahwa Isuzu Panther batal menemui ajal tahun depan. Artinya mobil keluarga pesaing Toyota Innova itu masih akan terus diniagakan setidaknya sampai kebijakan Euro4 berlaku. Sebagai informasi, Multi Purpose Vehicle (MPV) legendaris itu sampai sekarang masih menggendong mesin diesel berstandar Euro2.

“Soal Panther selama masih ada napas dan ada kesempatan jual Panther kami akan tetap jual. Dengan mundur satu tahun (Implementasi Euro4) berarti Panther masih ada napas. Siapa tahu kebijakan Euro4 untuk kendaraan diesel enggak jadi lagi (2022), berarti Panther masih akan tetap ada,” tutur Attias.

Euro4 Bikin Isuzu Panther Tergerus dengan Sendirinya

Isuzu Panther masih terus dijual selama implementasi Euro4 belum berlaku
Isuzu Panther masih terus dijual selama implementasi Euro4 belum berlaku

Isuzu Panther akan tergerus dengan sendirinya karena adanya regulasi baru yaitu Euro4 yang tidak memungkinkan bagi mobil tersebut terus bertahan di pasar otomotif Indonesia. Menurut Attias regulasi yang mengharuskan mesin diesel berstandar Euro4 menghambat keberlangsungan hidup Isuzu Panther.

“Pasar, kan, melihat dan apalagi kalau dijelaskan ada Euro4, kan, satu yang membuat kami bisa lanjut atau enggak bisa. Ya, mau enggak mau dibutuhkan keterlibatan prinsipal kami. Secara mesin dengan standar Euro4, Isuzu telah siap tapi itu untuk kendaraan komersial, prinsipal sudah komitmen untuk menjalankan apapun itu regulasi dari pemerintah harus ikut,” terang Attias pada Februari 2020.

Seandainya, sambung Attias, regulasi Euro4 sudah resmi berlaku sementara mesin dengan standar Euro2 masih bisa digunakan, maka bukan tidak mungkin Isuzu Panther akan tetap hidup.

“Ya, titiknya di Euro4, kan, kalau mesinnya (Euro2) masih boleh, ya boleh-boleh saja jalan, tapi apa iya masih jalan,” lanjut Attias.

Seperti diketahui, Isuzu Panther pernah dipasarkan di beberapa negara. Namun semua negara yang menjadi sasaran pemasaran Panther sudah tidak lagi menjualnya. Sekarang hanya Indonesia saja yang masih meniagakan Panther.

Harga Isuzu Panther Juni 2020 OTR Jakarta

  • Panther LV Rp293,9 juta
  • Panther LS Rp316,4 juta
  • Panther LM Rp286,6 juta
  • Panther GT Rp342,3 juta.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Kasus Pasien Positif Corona Belum Turun, Bagaimana Nasib Pameran GIIAS 2020?

Previous post
Resmi Diumumkan, Ini Jadwal Rilis Kawasaki Ninja ZX-25R di Indonesia
SPBU
Next post
Konsumsi BBM Pertamina Naik, Tapi Masih di Bawah Rata-rata Normal

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *