Home » Berita » Pangkas Biaya Operasional, 20 Ribu Karyawan Nissan Dihantui PHK

Pangkas Biaya Operasional, 20 Ribu Karyawan Nissan Dihantui PHK

Nissan akan melakukan PHK besar terhadap karyawan mereka di Eropa. (Foto: Autoindustriya)

Tokyo – Semakin mengerikan, setelah memangkas belasan ribu karyawan tahun lalu, Nissan Motor berencana untuk melakukan hal serupa kembali. Pabrikan otomotif terbesar ketiga di Jepang itu
berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan secara global. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan dan memangkas biaya operasional untuk mengembalikan bisnisnya ke profitabilitas.

Juli lalu, perusahaan telah memangkas 12.500 karyawan di 14 basis produksi di seluruh dunia. Sebagian di antaranya merupakan karyawan Nissan yang bekerja di Indonesia. Sekarang, seperti yang dilaporkan Kyodo News, jumlah pemangkasan meningkat menjadi lebih dari 20.000 karyawan, atau setidaknya mewakili 15% dari total keseluruhan tenaga kerja Nissan secara global yang berjumlah 139.000 karyawan.

Salah seorang sumber mengatakan kemerosotan penjualan mobil mengharuskan perusahaan merevisi rencana restrukturisasi. Perusahaan sedang mempertimbangkan untuk memangkas tenaga kerja di Eropa dan beberapa negara berkembang lainnya. Ini dilakukan guna merampingkan operasi produksi dan memulihkan bisnisnya yang rusak.

Kemerosotan bisnis semakin diperburuk oleh adanya pandemi Covid-19. Namun Nissan pun semakin terdorong menyiapkan langkah-langkah reformasi tambahan. Mereka telah mengumumkan rencana penutupan pabrik di Spanyol dan beberapa pasar negara berkembang lainnya, serta penghapusan secara bertahap sub-merek Datsun.

Belum Ada Keputusan Bulat

Nissan memang tengah mempertimbangkan untuk menutup pabriknya di Barcelona, Spanyol. Akan tetapi sampai sekarang rencana tersebut belum diputuskan. Raul Blanco, sekretaris industri untuk Spanyol mengaku belum mendapatkan konfirmasi langsung dari Nissan terkait rencana tersebut.

“Bagi Nissan jauh lebih murah untuk berinvestasi daripada menutup pabrik. Butuh lebih dari 1 miliar euro untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja dan kontrak dalam menutup pabrik,” kata Blanco dikutip dari Reuters.

Pabrik Nissan di Indonesia Sudah Tutup

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil Nissan sekaligus induk dari merek mobil Datsun di Indonesia memiliki pabrik pembuatan mobil berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Pabrik yang digunakan untuk memproduksi mobil Datsun GO, Datsun GO+, dan Datsun Cross kini sudah tidak digunakan lagi alias berhenti beroperasi sejak Januari lalu.

Tak hanya PHK karyawan, pabrik Nissan di Indonesia untuk Datsun pun akan alih fungsi produksi. (Foto: Santo/Carnudi)

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika pun angkat bicara. Ia mengatakan kemungkinan pabrik hasil peninggalan Datsun itu masih akan dipergunakan, tapi bukan untuk produksi mobil.

“Mereka akan konsentrasi untuk membuat komponen dan mesin untuk Nissan Livina di pabrik Datsun. Mesinnya itu untuk Livina, jadi komponen mesin Livina yang impor dari Jepang akan dikerjakan di dalam negeri itu juga berarti bekerja sama dengan Mitsubishi. Jadi kan Mitsubishi ingin memperdalam produksi Xpander ya, sekaligus untuk itu,” terang Putu, di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Putu tidak menjelaskan lebih detail mengenai mesin yang diproduksi apakah mesin berkapasitas 1.500 cc atau mesin baru.

“Itu (soal mesin) saya enggak tahu persis, bisa ditanya ke mereka (Nissan),” pungkasnya.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Maserati Indonesia Bakal Bawa Levante Trofeo

Suzuki Ertiga Diesel Hybrid
Previous post
Permintaan Menurun, Suzuki Tidak Akan Meluncurkan Mobil Mesin Diesel
Next post
Bagaimana Perawatan Bus Saat Tidak Beroperasi?