Home » Berita » Pasar Kendaraan Niaga Lesu, Mitsubishi Fuso Coba Pertahankan Dominasi Truk

Pasar Kendaraan Niaga Lesu, Mitsubishi Fuso Coba Pertahankan Dominasi Truk

Jakarta – Penjualan kendaraan di 2019 lalu mengalami penurunan dari seluruh segmen, baik kendaraan penumpang maupun niaga. Di tengah kondisi pasar otomotif yang kurang bergairah, Mitsubishi Fuso berhasil menguasai market share sebesar 44.2% atau setara dengan 41,736 unit.

Dari jumlah tersebut, penjualan terbesar disumbang dari segmen light duty truck yaitu Colt Diesel sebanyak 36,575 unit dengan market share 55.4%. Kepala kuning berhasil menjadi market leader di segmen light duty truck dengan komposisi lebih dari setengah jumlah penjualan keseluruhan.

Sementara itu, untuk model Fuso dan Fighter terjual 5,161 unit dengan market share di segmen Medium Duty Truck sebesar 23.4%. Varian Fighter yang meluncur di tahun 2019 lalu berhasil terjual sebanyak 1,581 unit. Selanjutnya untuk Fuso series terjual 3.580 unit dalam setahun.

Kehadiran Fighter bisa memenuhi kebutuhan bisnis di berbagai sektor mulai dari logistik, infrastruktur, hingga agrikultur. Fighter berkontribusi terhadap peningkatan market share segmen MDT cukup signifikan di tahun 2019 lalu.

Pasar Kendaraan Niaga Menurun Signifikan

Sepanjang tahun 2019 lalu Indonesia mengalami gejolak politik pasca pemilihan umum. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh masa sulit ekonomi global yang berdampak ke Indonesia. Akibatnya, penjualan kendaraan niaga ikut lesu.

“Seperti yang Anda ketahui, pasar otomotif dunia mengalami masa sulit di tahun lalu. Begitupun di Indonesia, kondisinya dipengaruhi pasar global. Total demand pun turun 19% dibandingkan 2018,” ucap Atsushi Kurita, selaku President Director PT KTB.

Adapun total penjualan sepanjang 2019 secara keseluruhan dari segmen kendaraan niaga sebesar 94,323 unit. Jumlah tersebut menurun 19% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 116,421 unit.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors selaku agen pemegang merek mencoba realistis dengan target penjualan di angka 46,900 unit di tahun ini. Sebab, pasar kendaraaan niaga di tahun 2020 diprediksikan bertumbuh tidak lebih dari 7%.

Adapun rincian dari masing-masing segmen yaitu Colt Diesel 40,400 unit. Selanjutnya untuk target ‘kepala oranye’ Fuso dan Fighter secara kombinasi sebanyak 6,500 unit di tahun 2020 ini.

Untuk mendukung layanan penjualan, tentunya dibutuhkan dukungan layanan puma jual yang berkesinambungan. Penyempurnaan layanan puma jual menjadi salah satu strategi yang dilakukan KTB dalam mencapai target di tahun 2020.

KTB terus memperkuatnya dengan perluasan jaringan Fuso Fleet Workshop untuk memenuhi kebutuhan service dan spare parts di lokasi konsumen. Tidak hanya itu, KTB juga menghadirkan Fuso Maintenance Package untuk memastikan kendaraan konsumen dalam keadaan optimal.

“Kami akan tetap fokus untuk mempertahankan dominasi kami sebagai absolute market leader. Kami juga akan meningkatkan kualitas layanan purna jual untuk melengkapi solusi bisnis konsumen,” tutur Kurita.

Penulis: Yongki

Editor: Lesmana

Previous post
Jonan Pamer Foto Mesra dengan Mobil Esemka dan Mercedes Benz
Next post
Replika Mobil Pertama di Dunia Ada di Museum Nasional Indonesia