HomeBeritaPasar Otomotif Belum Stabil Merek Honda Bayangi Penjualan Daihatsu

Pasar Otomotif Belum Stabil Merek Honda Bayangi Penjualan Daihatsu

Jakarta – Harapan untuk mendapat peningkatan penjualan terus dilakukan untuk pabrikan mobil merek Honda khususnya di Indonesia. Honda Prospect Motor (HPM) selaku distributor tunggal mobil merek Honda di Tanah Air menargetkan pangsa pasarnya di pasar otomotif tahun ini minimal 14,4 persen seperti tahun lalu.

Namun dalam catatan yang dilaporkan ke Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (GAIKINDO) mulai Januari hingga Oktober, pangsa pasar HPM sudah mencapai 13,7 persen. Untuk sementara ini Honda menjadi pabrikan terbesar ketiga di Indonesia setelah Toyota dan Daihatsu dalam penjualan terbanyak.

Merek Toyota membukukan penjualan unit terbanyak, dengan total Toyota 141.542 unit. Jumlah ini menjadikan Toyota menguasai pasar 31,2% penjualan ritel. Sedangkan Daihatsu berada di posisi kedua dengan angka penjualan 81.623 unit dengan menguasai pangsa pasar sebesar 18,0%.

Pada rutan berikutnya ada merek Honda yang menjual unit ke konsumen sebanyak Honda 62.109 unit menguasai pasar sebanyak 13,7%.

“Pasar saat ini masih belum stabil, naik-turun. Kami tak mau muluk-muluk, kami memasang target minimal pangsa pasar tetap di 14,4 persen seperti tahun kemarin. Meskipun pasar otomotif turun drastis di tahun ini kami masih optimis,” ujar Yusak Billy, Business Innovation, Sales, and Marketing Director HPM, saat jumpa pers secara virtual dengan para wartawan.

Disisi lain dalam catatan GAIKINDO menerangkan total penjualan ritel mobil mencapai 453 ribu unit di periode Januari-Oktober tahun ini. Angka ini turun tajam sekitar 50 persen dibandingkan penjualan tahun lalu.

Baru-baru ini, Gaikindo pun mengubah prediksi pasar mobil tahun ini menjadi 525 ribu unit. Angka ini lebih rendah dari prediksi sebelumnya yaitu 600 ribu unit, alias turun 40 persen.

mobil honda paling laris
HR-V Menjadi Mobil Honda Paling Laris di Indonesia (Foto HPM)

Terkait diskon akhir tahun, Billy menyatakan kalau pihaknya tidak pernah mengatur diskon untuk bisa mencapai target di dua bulan sisa tahun ini. Karena program diskon merupakan wilayah diler diberbagai darah. Kebanyakan diler memberikan diskon tergantung kebutuhan konsumen di wilayah itu dan potensi pasarnya.

“Sebagai agen pemegang merek, HPM tidak pernah mengatur diskon. Sekali lagi program diskon bergantung dari daerah masing masing, tergantung bagaimana kondisi stok dan permintaannya. Kami hanya atur program penjualan menarik, program yang mudahkan dan ringankan seperti DP ringan,” ujarnya dia.

Strategi yang dilakukan HPM terus dilakukan dengan terus mendorng penjualan secara online di dua November-Desember ini. Karena terbukti berhasil, yang mana lebih dari 50 persen penjualan mobil Honda berasal dari online kala pandemi.

“Penjualan online saat ini memang kita terus kembangkan, kita tak menutup mata memanfaatkan teknologi yang terus memberikan kemudahan. Salah satu menjadi fokus kami adalah digitalisasi dalam segala hal,” pungkasnya.

Meraba Prospek Tahun Depan

Tahun depan masih  menjadi perjuangan baru bagi kalangan industri otomotif, karena belum jelas kapan pandemi ini akan berakhir sepenuhnya. Namun bagi Honda Indonesia situasi ini tak membuat pesimistis, karena hingga saat ini pihaknya terus mengembangkan strategi.

“Hingga saat ini kami masih melakukan studi, baik itu masalah kebutuhan konsumen akan produk baru hingga peningkatan penjualan,” ujar Yusak.

Disinggung apakah tahun depan HPM akan menggelontorkan mobil baru Honda, dirinya menjawab pasti ada. Namun apa yang akan dibawa ke Indonesia masih belum bisa dikatakan.

Terkait mobil listrik Billy mengatakan kalau HPM mendukung penuh apa yang dlakukan pemerintah. Namun pihaknya masih terus melakukan studi terkait mobil ramah lingkungan.

Baca juga: Bahan Bakar Premium Akan Hilang Tak Lama Lagi

“Kami melihat ini sangat menarik, tapi kita tidak bisa langsung memutuskan. Menurut saya yang pas untuk Indonesia saat ini adalah mobil hybrid, setelah itu full mobil listrik,” ucapnya.

Sangat diharapkan pemerintah terus melengkapi infrastruktur yang dibutuhkan untuk mobil ramah lingkungan, hingga akhirnya para APM tak ragu untuk mendatangkan produknya ke Indonesia.

Previous post
Ternyata Banyak Keluhan Pengguna Mobil Wuling yang Jarang Terdengar
Review Spesifikasi dan Harga Toyota Yaris 2020
Next post
New Toyota Yaris, Hatchback Lincah Bagi yang Berjiwa Muda

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *