Home » Berita » Pasca Corona, Penjualan Mobil Baru di China Mulai Melonjak

Pasca Corona, Penjualan Mobil Baru di China Mulai Melonjak

Mobil hasil produksi di China (Foto: Reuters)

Beijing – Pandemi virus corona (Covid-19) yang menyerang China beberapa bulan lalu telah berimbas pada sektor otomotif. Penjualan mobil baru mengalami penurunan yang amat drastis. Saat ini China tengah memasuki tahap pemulihan pasca corona, perekonomian kembali bergerak termasuk juga minat masyarakat untuk membeli mobil mulai tumbuh.

Reuters melaporkan penjualan mobil baru di China sepanjang Juli 2020 naik 16,4% dibanding periode yang sama tahun lalu. Total mobil yang terjual pada Juli sebanyak 2,11 juta kendaraan. Meski demikian menurut China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) capaian tersebut belum bisa melampaui angka penjualan tahun lalu sebesar 12,37 juta unit.

Sebelumnya negara dengan penjualan mobil terbesar di dunia itu mengalami penurunan penjualan mobil selama empat bulan berturut-turut. Hal itu dikarenakan adanya kebijakan karantina wilayah atau lockdown akibat virus corona di negara itu.

CAAM memperkirakan penjualan mobil baru tahun ini akan turun sekira 10% atau lebih rendah dari tahun lalu. Namun, jika gelombang kedua virus corona menghantam China, maka diperkirakan angka penurunan bisa menjadi sekira 20 persen.

Dari banyaknya merek mobil di China, beberapa di antaranya melaporkan mengalami peningkatan penjualan cukup tinggi pada Juli 2020. Mereka adalah Great Wall, Geely, and Toyota.

Penjualan Mobil Baru di Indonesia

Tak cuma China saja, pandemi virus corona juga mengakibatkan industri otomotif di Indonesia terganggu. Pada Mei lalu sejumlah pabrik mobil memilih untuk menghentikan operasional pabrik guna menekan angka penularan Covid-19. Pada bulan yang sama juga penjualan mobil baru di Indonesia anjlok.

Melihat anjolknya angka penjualan yang dilaporkan oleh semua merek mobil, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi langsung merevisi target penjualan mobil tahun ini yang sebelumnya mencapai 1 juta unit.

Ekspor Toyota

“Saya lihat mungkin tahun ini bisa 600 ribu, tahun depan bisa growing sampai 800 ribu-900 ribu. Kami membuat forecast sampai akhir tahun hanya 600 ribu unit, ini penjualan terendah 15 tahun terakhir sejak April. Kami memprediksi penjualan di 600 ribu, melihat hasilnya di April dan Mei muncul rasa was-was karena 600 ribu akan berat sekali,” beber Nangoi pada Mei lalu.

Keprihatinan industri otomotif nasional akibat pandemi Covid-19 tidak berhenti sampai di situ. Catatan ekspor kendaraan bermotor dari Indonesia pun ikut lesu akibat hantaman virus yang membuat banyak pabrik stop produksi sementara. Nangoi memperhitungkan, total ekspor kendaraan tahun ini tak mampu melebihi angka 200 ribu unit.

Memasuki Juni 2020, industri otomotif Tanah Air mulai menunjukkan pemulihan. Penjualan mobil mengalami perbaikan dibanding bulan sebelumnya. Pertumbuhan penjualan mobil baru kian merambat naik begitu memasuki Juli.

Total penjualan mobil baru dari semua merek yang ada di Tanah Air melonjak pada Juli. Secara nasional, capaian wholesales (distribusi mobil dari pabrik ke diler) ada di kisaran 25 ribu unit atau naik 2 kali lipat dibanding Juni 2020. Sedangkan pada retail sales (distribusi mobil dari diler ke konsumen) selama periode Juli 2020 mencapai sekitar 35 ribu unit, naik sekitar 19% dibanding Juni 2020.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

Indonesia Keduluan Australia dalam Mendatangkan Toyota Fortuner Facelift

Previous post
DFSK Pancing Konsumen Beri Banyak Promo untuk Beli Glory i-Auto
Next post
Dibanjiri Mobil Jenis SUV, Toyota Akan Tetap Mempertahankan Sedan