BeritaSepeda motor

Pembeli Motor Cenderung Impulsif, Ketimbang Mobil

Pangsa pasar sepeda motor dan mobil di Indonesia dan mungkin di bagian negara lain memang berbeda. Perbedaan ini yang coba diraih oleh para penjual kendaraan tersebut.

Dari sisi ketertarikan, banyak pembeli motor lebih bersifat impulsif. Artinya,mereka membeli motor tanpa berpikir panjang. Jika sudah suka dengan tampilan, maka terjadilah proses pembelian.

Berbeda dengan konsumen mobil yang butuh waktu lama dalam proses pemilihan hingga pembelian. Menyadari hal itu pebisnis dunia otomotif pun menyiasati tentu dengan cara mempermudah sesorang untuk memiliki sepeda motor.

Lihat saja, banyak lembaga keuangan atau bahkan diler sepeda motor memberikan keringan uang muka untuk beli motor. Dilihat dari sisi harga memang sangat jauh antara rata-rata harga motor dengan mobil.

Bagi lembaga pembiayaan sekelas Adira Finance, justru hal tersebut mematik mereka untuk melakukan inovasi. Salah satunya adalah dengan menelurkan jual beli sepeda motor bekas untuk dunia maya.

Menamai bisnis itu dengan momotor.id, Adira Finance menyakini hal ini merupakan bentuk transformasi digital perusahaan tersebut. Mengikuti tren yang tengah ramai, Adira pun turun ke bisnis ecommerce.

Sebelumnya mereka punya momobil.id, kini momotor.id. Mengapa sepeda motor dan mengapa harus dipisah?

Jawabannya kembali lagi pada fakta di awal yakni, pembeli motor cenderung impulsif. Tidak mau ribet dan harus cepat dapat. Dengan alasan itu juga Adira menampilkan form pembelian yang tidak panjang, beda dengan pengajuan kredit mobil di Adira.

Baru 25% Diler Motor Bekas Gabung

Bisnis jual beli online kendaraan yang dilakukan Adira Finance ini masih menyasar B to C market. Artinya pilihan motor bekas yang didapat itu berasal dari diler motor bekas.

Berbeda dengan Carmudi yang juga memasukkan pilihan motor bekasnya dari penjualan perorangan langsung, tidak hanya dari diler motor bekas saja.

Alasannya bekerjasama dengan diler motor bekas, tentu hal itu terkait dengan pengajuan kredit yang akan dilakukan. Jika penjual pribadi tentu akan sulit bagi lembaga pembiayaan itu melakukan proses kreditnya.

Masalah yang dihadapi Adira Finance di awal ini adalah partisipasi dari diler motor bekas itu sendiri. Baru sedikit diler motor bekas yang sudah ikutan jual di situs milik Adira tersebut.

“Dari 400an diler motor bekas di Jabodetabek, baru 25 persen yang sudah bergabung. Semoga ke depannya semakin banyak,” ujar Hafid Hadeli, Direktur Utama Adira Finance, saat peluncuran Minggu (22/07/2018) di Serpong.

Tutus Subronto

Tutus Subronto memulai karirnya di dunia otomotif sebagai jurnalis di Media Indonesia. Sejak 2008, telah meliput beragam kegiatan otomotif nasional. Terhitung Januari 2014 masuk sebagai tim Content Writer di Carmudi Indonesia. Kini terlibat di tim editorial Journal Carmudi Indonesia untuk mengulas dan publikasikan berita-berita otomotif terbaru. Email: [email protected]

Related Posts