Home » Berita » Pemerintah Berkomitmen Kebut Pengembangan Produksi Mobil Listrik

Pemerintah Berkomitmen Kebut Pengembangan Produksi Mobil Listrik

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengamati teknologi yang diterapkan pada mobil fuel cell Hyundai Nexo di Seoul (Foto: Kemenperin)

Jakarta – Wujud pengembangan mobil listrik, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian menargetkan pada 2025 sekira 20 persen dari total produksi mobil di dalam negeri adalah kendaraan bertenaga listrik. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto baru-baru ini di Jakarta.

Menurut Harjanto, bila bicara kendaraan listrik ada beberapa kategori di dalamnya seperti Hybrid, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Fuel Cell.

“Pemerintah telah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan produksi mobil listrik di dalam negeri. Akselerasi itu diwujudkan melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan,” ungkap Harjanto dalam keterangan resminya.

Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden diharapkan para pelaku industri otomotif di Indonesia segera merancang dan membangun pengembangan mobil listrik.

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, dalam Perpres tersebut diatur juga mengenai penggunaan komponen lokal atau Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan beroda empat atau lebih. TKDN minimal 35% sampai 2021 dan kemudian pada 2030 harus bisa mencapai sebesar 80%.

Apabila hal tersebut tercapai, maka tidak menutup kemungkinan mobil listrik hasil produksi dalam negeri bisa diekspor ke Australia.

“Karena dalam skema kerja sama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), ada persyaratan 40% TKDN, sehingga kami sinkronkan dengan fasilitas yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Menperin, pemerintah sedang memfinalisasi revisi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

“Dalam skema PPnBM yang baru, akan ditambahkan parameter penghitungan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2. Ini juga untuk menyesuaikan minat pasar global, sehingga kita bisa mendorong produksi kendaraan seperti sedan,” imbuhnya.

Pengembangan Mobil Listrik Dorong Ekspor

Toyota Fortuner Buatan Karawang Masih Disukai di Luar Negeri
Toyota Fortuner Buatan Karawang Masih Disukai di Luar Negeri (Foto: TMMIN)

Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui capaian ekspornya.

“Kami optimistis, sektor industri otomotif bisa menjadi primadona untuk mendongkrak ekspor nasional. Targetnya pada tahun 2030, industri otomotif di Indonesia ada yang menjadi champion, baik itu untuk produksi kendaraan internal combustion engine (ICE) atau electrified vehicle (EV),” ungkap Harjanto.

Menurut Harjanto, guna menggenjot ekspor kendaran, Kementerian Perindustrian fokus mendorong penguatan rantai pasok dan pendalaman struktur manufakturnya.

“Kami berusaha untuk terus menumbuhkan ekspornya, sehingga pada tahun 2025, industri otomotif nasional dapat melakukan ekspor kendaraan CBU sebesar 1 juta unit ke lebih dari 80 negara,” tuturnya.

Potensi industri otomotif di Indonesia terlihat dari capaian ekspor produk otomotif dan komponennya yang terus menunjukkan peningkatan. Pada 2018, ekspor kendaraan dalam bentuk utuh atau CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian terurai atau CKD sekira 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta set.

“Hingga Juli 2019, nilai ekspor produk tersebut telah melampaui 50% dari pencapaian ekspor tahun 2018. Ekspor mobil produksi Indonesia tahun 2019 ditargetkan menembus di angka 400 ribu unit. Kita sudah ekspor ke lebih dari 80 negara, dengan lima negara tujuan utamanya, antara lain Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam,” terang dia.

Kekuatan industri otomotif di Indonesia juga akan dipacu melalui peningkatan kapasitas seiring dengan masuknya sejumlah investasi. Pada periode Januari hingga Juni 2019, produksi mobil sudah mencapai 600 ribu unit. Adapun penjualan domestik sebesar 500 ribu unit.

Baca juga:

Perpres Mobil Listrik Sudah Keluar, Bagaimana Langkah Toyota?

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Previous post
Touring Mewah McLaren Club Indonesia, Ampun Sultan!
Mitsubishi New Triton di Pekanbaru
Next post
Launching di Pekanbaru, New Triton Digeber Pembalap Reli Dakar