Home » Berita » Pengusaha Angkutan Wisata Curhat Soal Regulasi Peremajaan Kendaraan Angkut

Pengusaha Angkutan Wisata Curhat Soal Regulasi Peremajaan Kendaraan Angkut

PTWI
Perayaan 2 tahun berdirinya Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) berlangsung di The Breeze, BSD Serpong, Tangerang.

Serpong – Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) merayakan hari jadinya yang ke-2 dengan menggelar ajang kumpul-kumpul antar pengusaha transportasi wisata se-Jabodetabek.

Kegiatan tersebut diisi berbagai agenda mulai dari silaturahmi antar anggota sampai sharing session membahas perkembangan bisnis transportasi di Tanah Air.

Selama dua tahun berdirinya, PTWI menjadi sarana komunikasi sekaligus wadah yang menampung serta mengakomodir perusahaan otobus pariwisata dalam menjalankan bisnisnya.

Alhasil, saat ini sudah tercatat 32 perusahaan otobus (PO) menjadi anggota PTWI dengan Yuli Sayuti sebagai ketua umumnya.

“Maksud dan tujuan PTWI adalah mengakomodir perusahaan otobus pariwisata bersatu dalam satu wadah. Salah satu yang berhasil kita wujudkan adalah mendukung dan mensukseskan progam Kementerian Perhubungan terkait proses perizinan penyelenggaraan pariwisata secara online,” sambut Yuli Sayuti, Selasa (23/10/2018).

Selain itu, PTWI juga menjadi jembatan komunikasi aktif serta bersinergi dengan instansi-instansi terkait, khususnya Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata serta Kepolisian Republik Indonesia.

“Kami berkumpul disini merayakan HUT ke-2 PTWI sekaligus meminta dukungan berbagai pihak terkait. Ini kali pertama kita bikin acara kumpul seperti ini sekaligus jadi ajang kami berkomunikasi dengan pemerintah,” tambah Yuli Sayuti.

Menurutnya PTWI masih membutuhkan banyak bimbingan dalam berbagai hal. Sehingga sangat perlu untuk selalu bersinergi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pariwisata.

Minta Perpanjangan Masa Peremajaan Kendaraan Angkutan Menjadi 15 Tahun

Dalam kesempatan tersebut, Yuli Sayuti menyampaikan curhatan kepada pemerintah terkait regulasi masa peremajaan kendaraan angkutan bus dari 10 tahun menjadi 15 tahun.

“Regulasi usia bus pariwisata yang ditetapkan pemerintah 10 tahun menjadi tantangan terberat anggota saat memulai investasi. 10 tahun tidak cukup bagi ketika memulai bisnis. kami berharap pemerintah bisa memperpanjangnya menjadi 15 tahun,” curhat Yuli kepada pemerintah yang diwakili Direktur Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani , ATD.,MT

Hal ini pun digambarkan secara gamblang oleh Yuli Sayuti menyangkut skema bisnis perusahaan otobus, khususnya di bidang angkutan pariwisata yang tidak seglamor nama pariwisata itu sendiri.

“Rata-rata kita investasi dengan kredit bus itu 3-5 tahun. Sekitar tiga tahun berikutnya kita baru bisa balik modal. Benar-benar kita harus kerja keras selama kurun 7 tahun. Kalau masa peremajaan bus 10 tahun, artinya kita cuma punya waktu 3 tahun menikmati untung. Setelah itu kita harus kembali keluarkan biaya besar untuk proses peremajaan,” jelasnya secara detil.

Berangkat dari hal itu, ketua umum PTWI ini meminta pemerintah agar bisa mendengarkan keluhan serta aspirasi dari anggota-anggotanya.

Previous post
Layanan Purna Jual Mitsubishi Paling Memuaskan Konsumen di Indonesia
recall bmw diesel
Next post
Recall BMW Diesel 1,6 Juta Unit di Seluruh Dunia, Ada Potensi Terbakar