BeritaMobilProdukSumber informasi

Penjelasan Toyota Terkait Hilangkan ‘Konde’ Pada Rush

Penulis: Sato Evren

Jakarta – Toyota Astra Motor (TAM) pertama kali menghadirkan sport utility vehicle (SUV) Rush pada 2006. Bersama kembaranya Daihatsu Terios, keduanya saling bersaing memperebutkan pasar disegmen low SUV. Sejak saat itu sampai sekarang pasar SUV terus mengalami perkembangan.

Satu yang menarik dari Rush bila dibandingkan dengan SUV lainnya. Yaitu adanya ban serep (konde) dibelakang mobil yang masih dipertahankan hingga model terakhir yang saat ini masih dipasarkan.

Sebelumnya ada Ford Ecosport, tapi sudah berhenti dipasarkan di Indonesia sejak 2016. Namun pada Rush model terbaru, Toyota terpaksa harus menghilangkannya. Hal itu dilakukan karena berdasarkan hasil survei ke para konsumen, banyak yang menginginkan ban serep dihilangkan dan dipindah ke bawah.

“Sebenarnya kita sudah studi kami melakukan pendalaman Rush yang baru ini apakah mau tetap dipasang konde atau mau dilepas. Ternyata hasil studi banyak orang yang tidak terlalu suka dengan ban serep belakang, ya sudah dihilangkan saja. Supaya menyatu dengan desain keseluruhan maka bagian belakang bannya itu kita pindahin ke bawah.” ujar Tomy Hermansyah, product knowledge TAM, di Jakarta Kamis (24/11/2017).

Dijelaskannya, kebetulan Rush ini diciptakan dan dikembangkan khusus untuk pasar Indonesia sehingga apa yang terbaik untuk konsumen itu yang akan diterapkan di sini.

“Karena lahirnya di sini dan marketnya besar di Indonesia jadi sebenarnya itu (hilangnya ban serep) hasil studi dari konsumen Rush dan calon konsumen, lalu kita gali dan kita cari datanya, akhirnya kita putuskan tidak pakai ban serep belakang,” terangnya.

Sementara itu Chief Enginer Toyota Rush, Eiji Fujibayashi pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa hilangnya ban serep Rush di belakang lebih kepada mengikuti tren dari kendaraan SUV dan keinginan konsumen saat ini.

“Itu karena kami melihat sebuah tren desian SUV sendiri itu di dunia seperti apa dan juga utility bagi pengendara seperti apa. Dari dua hal itu kami pikirkan dan kami simpulkan sekrang ban serep tidak diletakkan di belakang tapi di bawah,” katanya.

Tanggapan Komunitas Teruci dan Rush

Hilangnya konde pada bagian belakang mobil Rush rupanya mendapat perhatian khusus dari komunitas mobil Terios Rush Club Indonesia (TeRuCI). Mewakili TeRuCI, Budi Sunarto selaku Kumendan Pusat (Kumpus) mengatakan tidak semua anggotanya setuju. Dengan perpindahan ban serep setelah melihat gambar All New Rush di Internet.

“Ada beberapa rekan yang menyayangkan jadi dari sisi macho-nya hilang. Apalagi beberapa rekan-rekan ada yang suka memodifikasi membuat Rush ini menjadi mobil off road, kalau dengan ban serep di belakangkan macho gitu. Kalau ini (ALL New Rush) kaya kendaraan dalam kota, bukan off road seperti sebelumnya,” tutur Budi.

Menurutnya dengan adanya penjelasan yang sudah diberikan oleh TAM terkait ban serep yang pindah, mungkin anggota yang tadinya tidak setuju menjadi mengerti dan bisa menerima perubahan desain tersebut.

“Tapi setelah dijelaskan dan dipaparkan maksudnya dan fitur-fitur terbarunya, jadi benar-benar ini memang SUV sesungguhnya yang TAM berikan kepada Rush. Kalau bagi rekan-rekan yang belum melihat detilnya pasti ‘wah kok ini jadi mirip kaya merek lain’ gitu. Tapi dengan penjelasan tadi, saya yakin pasti temen-temen berubah pikiran,” pungkas Budi.

 

 

Dony Lesmana

Dony Lesman memulai karirnya di dunia jurnalis di Jawa Pos Surabaya 2003. Hijrah ke Jakarta bergabung di majalah Otomotif Ascomaxx dan Motomaxx di 2010. Sempat bergabung di portal berita Sindonews.com di kanal Autotekno hingga 2016 yang mengupas perkembangan otomotif dan teknologi. Terhitung Januari 2017 masuk sebagai tim Journal Carmudi Indonesia yang mengulas dan mempublikasikan berita-berita otomotif terbaru di Indonesia maupun dunia.

Related Posts