HomeBeritaPenjualan Mobil di Malaysia Naik Berkat Pemangkasan Pajak

Penjualan Mobil di Malaysia Naik Berkat Pemangkasan Pajak

Berkat pemangkasan pajak, penjualan mobil di Malaysia tumbuh
Berkat pemangkasan pajak, penjualan mobil di Malaysia tumbuh (Foto: Malaysia Auto Show/Paultan)

Kuala Lumpur – Juni lalu pemerintah Malaysia mengeluarkan stimulus berupa pemangkasan pajak bagi mobil baru rakitan lokal (CKD). Langkah strategis ini diambil guna membangkitkan kembali industri otomotif sekaligus merangsang penjualan mobil di negara tersebut setelah anjlok cukup tajam akibat pandemi Covid-19.

Alhasil, berkat pemangkasan pajak, Asosiasi Otomotif Malaysia (Asosiasi Otomotif Malaysia/MAA) mengklaim penjualan mobil baru mengalami peningkatan sekira 3% pada Agustus 2020.

Bulan lalu, mobil baru yang terjual sebanyak 52.800 unit, naik cukup tinggi dibandingkan Agustus 2019 dengan total penjualan sebesar 51.148 unit.

Meski penjualan mobil pada Agustus tumbuh berkat pemangkasan pajak, tetapi volume penjualan kumulatif year to date mulai dari Januari sampai Agustus 2020 belum bisa menandingi raihan tahun lalu.

Pada Januari-Agustus 2020 penjualan mobil baru di Malaysia tercatat sebanyak 285.045 kendaraan. Sementara data penjualan selama periode yang sama tahun lalu sebesar 398.319 unit.

“Volume penjualan pada September 2020 diharapkan dapat dipertahankan pada level Agustus 2020,” kata MAA, seperti dilansir dari The Edge Markets, Selasa (29/9/2020).

Mengenai produksi kendaraan, MAA mengatakan pada Agustus 2020 jumlahnya meningkat menjadi 50.228 kendaraan dari 47.000 unit di tahun sebelumnya. Namun jika ditotal sepanjang tahun ini (Januari-Agustus) jumlah kendaraan yang diproduksi mengalami penurunan dari 380.552 unit di 2019 menjadi hanya 263.876 kendaraan.

MAA berharap penjualan mobil baru periode September 2020 lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya. Apalagi di bulan ini sebagian pabrikan otomotif mengelar program penjualan khusus bagi konsumen.

“Namun, sentimen konsumen tetap berhati-hati dengan moratorium pinjaman yang akan berakhir pada 30 September 2020,” tutur MAA.

Di Indonesia Pemangkasan Pajak Pembelian Mobil Masih Wacana

Kemenperin usul Pajak pembelian mobil baru dibuat nol persen
Kemenperin usul Pajak pembelian mobil baru dibuat nol persen (Foto: Carmudi)

Tak cuma Malaysia saja, industri otomotif di Indonesia juga terpukul akibat adanya pandemi Covid-19. Sebagai upaya membangkitkan kembali industri otomotif, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sedang mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen atau pemangkasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen sampai bulan Desember 2020,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2020).

Menperin yakin pemangkasan pajak pembelian mobil baru bisa mendongkrak daya beli masyarakat dan memulihkan penjualan produk otomotif.

“Kalau kita beri perhatian agar daya beli masyarakat bisa terbantu dengan relaksasi pajak, maka kita terapkan. Kemudian pada gilirannya bisa membantu pertumbuhan industri manufaktur di bidang otomotif tersebut,” terangnya.

Saat ini usulan tersebut masih dalam pembahasan di lingkungan Kemeterian Keuangan.

“Kami tiap kali ada ide seperti ini, kami akan kaji secara dalam,” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, insentif perpajakan sudah sangat banyak diberikan di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Salah satu insentif yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri otomotif adalah pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 impor.

“Namun kami akan terus melihat melihat apa-apa yang memang dibutuhkan untuk stimulasi perekonomian kita kembali. Kementerian Keuangan selalu terbuka dengan ide-ide itu. Namun kita juga tetap akan menjaga konsistensi dari kebijakannya,” terang Sri Mulyani.

 

Penulis: Santo Sirait

Editor: Dimas

Baca Juga:

DnZ Wheels, Velg Karya Anak Bangsa Berkualitas Dunia

mitsubishi mirage 2020
Previous post
Mitsubishi Mirage 2020 Ternyata Cuma Jadi Kenangan
mitsubishi outlander 2020
Next post
Mitsubishi Outlander 2020 Menarik tapi Juga Punya Penyakit