Home » Sepeda motor » Penjualan Motor Honda Moncer di Jawa Barat, Bukan Karena ADV 150

Penjualan Motor Honda Moncer di Jawa Barat, Bukan Karena ADV 150

Honda ADV150 mendapat respon positif dari konsumen Indonesia. Foto/Carmudi

Bandung – Baru diperkenalkan secara resmi di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 Juli lalu, sepeda motor Honda ADV 150 langsung mencatatkan penjualan yang sangat positif, khususnya di Jawa Barat. Catatan penjualan impresif dari main dealer Daya Adicipta Motora (DAM) ini ditengarai mampu membuat kompetitornya, Yamaha NMAX wajib waspada.

General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM Lerri Gunawan membeberkan bahwa hingga pertengahan Agustus ini ADV sudah inden 2.126 unit. Bahkan, di luar itu, Honda ADV 150 sudah digunakan konsumen sebanyak 758 unit.

Baca juga:

Review Honda ADV150: Pilih Performa atau Tampilan?

Meskipun masih harus inden, Lerri menyatakan bahwa pihaknya berjanji waktu pengadaannya tidak lama. Dirinya secara lugas mengatakan calon konsumen hanya perlu menunggu 2-3 minggu saja sebelum akhirnya menerima unit ADV 150 di rumahnya.

“Kita sendiri berusaha menjamin akan ketersediaan stoknya, jadi kalau inden kita berusaha memenuhi dalam waktu 2-3 minggu,” ujar Lerri saat ditanya Carmudi di Bandung pekan lalu.

Pada kesempatan yang sama, Lerri juga memaparkan tentang pencapaian penjualan motor Honda di semester pertama 2019 kemarin. Total, DAM berhasil menjual motor Honda sebanyak 415 ribu unit ke seluruh pelosok Jawa Barat. Capaian penjualan motor Honda tersebut juga dinilai optimis mampu memodali target akhir tahun di angka 860 ribu unit. Padahal, target penjualan DAM tahun ini turun dibanding tahun sebelumnya. Pada 2018, DAM sendiri berhasil mencapai target penjualan sebanyak 880 ribu unit.

“Kalau melihat progres penjualan dan inden, kita cukup optimis bahwa target yang kita canangkan harusnya bisa tercapai,” tutur Lerri. “Tahun ini memang ada sedikit penurunan, ada banyak faktor, salah satunya pada semester I kita dihadapkan pada kondisi politik bangsa yaitu pilpres, nah itu sedikit banyak membuat konsumen kita melakukan delaying pembelian,” lanjutnya.

Penjualan Motor Honda Bekasi Tertinggi di Jawa Barat

Karyawan Honda sedang memproduksi sepeda motor Honda (Foto: AHM)

Mengenai kontribusi wilayah, DAM juga membeberkan wilayah mana saja yang memiliki angka penjualan motor Honda tertinggi. Saat ini trennya masih sama seperti tahun kemarin, penjualan terbanyak terjadi di Bekasi dan Cikarang dengan pangsa pasar sebesar 21 persen. Berikut rinciannya:

  1. Bekasi & Cikarang – 21%
  2. Bandung – 20%
  3. Bogor – 17-18%
  4. Depok – 11-12%
  5. Cirebon, Karawang, dll. – 29-31%

Sementara itu, Lerri juga memamparkan bahwa segmen matik masih sangat mendominasi pasar sepeda motor Jawa Barat. Dari total penjualan dan inden DAM, 90 persen di antaranya adalah unit matik, disusul varian motor sport sebanyak 6-7 persen, dan motor bebek sebanyak 3-4 persen.

Honda ADV 150 Bukan yang Paling Laris

Menariknya lagi, meskipun ADV 150 ada di segmen yang mendominasi pasar, namun nyatanya bukan model baru ini yang paling dicari. Dari data DAM, motor matik yang paling laris adalah segmen entry level atau kelas 110 cc yakni dengan raihan 47-48 persen. Maka jika diurai, masyarakat Jawa Barat masih menggandrungi motor BeAT, Vario eSP, dan Genio. Khusus nama terakhir, Genio pun cukup memberikan sumbangsih penjualan yang membanggakan bagi DAM.

Honda Genio
Honda Genio resmi diluncurkan PT AHM. (Foto: Carmudi/Dimas).

“Matik entry level ini masih mendominasi pangsa pasar terbesar, maka dari itu kita hadirkan Genio,” papar Lerri. “Sebenarnya (Genio) untuk memberikan alternatif atau tambahan line up buat konsumen sebagai opsi yang lebih luas,” imbuhnya.

Sejak peluncuran perdananya pada Juni di Jakarta serta public launching di Bandung pada Juli kemarin, sebanyak 1.083 unit Genio kini sudah dipesan konsumen. Namun itu baru yang inden. Lerri menegaskan berdasarkan data bahwa 2.262 unit motor Honda Genio telah mengaspal di seluruh Jawa Barat.

Baca juga:

Test Ride Honda Genio, Bobot dan Gas Serba Enteng Tapi Lutut Mentok Setang

 

Penulis: Dimas Hadi

Previous post
Ini Pentingnya Adu Keterampilan Pengemudi Truk Volvo Bagi Pengusaha Logistik
Mitsubishi Xpander AP4
Next post
Gagal Pakai Mitsubishi Xpander AP4, Rifat Sungkar Andalkan Lancer Evo di Reli Selandia Baru