Home » Tips dan Trik » Perawatan Mobil 10 Tahun, Harus Rutin Tiap 5 Ribu Kilometer

Perawatan Mobil 10 Tahun, Harus Rutin Tiap 5 Ribu Kilometer

perawatan mobil
Perawatan Mobil berusia 10 tahun

Jakarta – Mobil yang sering digunakan setiap hari pastinya butuh perawatan rutin agar kondisinya tetap prima. Seiring pemakaian, performa mobil lama-kelamaan akan menurun dan mengurangi kenikmatan berkendara. Dengan adanya wacana larangan mobil 10 tahun karena tingkat polusi tinggi, maka perawatan akan semakin penting untuk meminimalisir emisi yang dihasilkan.

Agar mobil kesayangan tetap ‘tokcer’ dan menyenangkan dikendarai, setidaknya perlu melakukan perawatan rutin. Perawatan yang perlu diperhatikan pemilik mobil yaitu ganti oli dan melakukan tune up. Bila perawatan ini dijalankan secara rutin, kondisi mesin senantiasa sehat dan siap digunakan kapan saja.

Interval atau periode perawatannya dilakukan setidaknya setiap lima ribu kilometer. Setiap masuk periode servis ini, mobil perlu melakukan tune up berikut ganti oli. Pada periode ini juga, mobil akan diperiksa bagian kaki-kaki apabila butuh melakukan spooring.

Sigit menjelaskan, untuk para pemula yang ingin terjun menggeluti mobil lawas, hanya perlu memperhatikan soal perawatannya secara rutin. Pada jenis mobil Eropa, jenis penanganannya hanya berbeda pada diagnosis kerusakannya. Untuk memeriksa kerusakan, perlu memakai alat scan yang dicolok pada suatu soket.

Perawatan mobil BMW. Foto/Benedictus.

Untuk perawatan mobil pada dasarnya yaitu melakukan servis setiap 5 ribu kilometer, dengan ganti oli berikut tune up. Biasanya agak ribet di tune up-nya, karena kan pakai diagnostic scan untuk mesin,” jelas Sigit Wahyu Anggoro, Group Head Marketing CARfix Indonesia.

Perawatan mobil 10 tahun ini tak ubahnya seperti perawatan mobil yang sudah habis masa garansi. Durasi perawatan antara mobil Jepang dan Eropa kurang lebih sama. Namun, pada mobil Eropa biasanya perlu melalui proses diagnostic scan untuk memeriksa adakah masalah dari mesin dan beberapa bagian lainnya.

“Kalau treatment khusus untuk mobil 10 tahun ke atas itu lebih hati-hati saja. Kita tahu sendiri harga mobil lebih murah dari sparepart-nya yang susah dan perawatannya ada treatment khusus. Secara general, butuh soket buat diagnostik bisa terbaca untuk deteksi awal kerusakan, nanti kode-kodenya terbaca apa saja,” tambah Kepala Mekanik Carfix, Herman Santoso.

Persoalan Dalam Perawatan Mobil 10 Tahun

Setelah mobil melewati masa garansi, sebagian pemiliknya mulai enggan untuk meneruskan paket servis di bengkel resmi. Padahal, mobil terutama dengan usia 10 tahun ke atas tetap butuh perawatan rutin. Dengan pemakaian di wilayah kota besar, mesin seolah dipaksa bekerja keras.

bengkel carfix
Tune up dan ganti oli tiap 5 ribu kilometer penting untuk mobil tua. Foto/Ist

Alasannya, kemacetan mesin mobil tetap hidup namun tidak menambah jarak tempuh. Dengan kondisi seperti mobil capek inilah, banyak bagian mobil perlu mendapat pemeriksaan dan perbaikan dari tangan mekanik. Perawatan rutin setiap lima ribu kilometer dirasa tepat untuk mobil 10 tahun di kota besar seperti Jakarta.

“Kalau kami menyarankan ke customer itu 5 ribu kilometer, per ganti oli sekalian tune up, dan maksimal di 7 ribu kilometer. Kita enggak menyarankan ambil di 10 ribu kilometer, karena pemakaiannya enggak menentu. Apakah dia sering kena macet, meskipun kilometer enggak panjang tapi mobilnya hidup” lanjut Sigit.

Nah persoalan soal perawatan mobil ini menurut Sigit bagi mekanik sebenarnya hanyalah soal data teknis mobil. Mekanik di bengkel umum akan menangani berbagai jenis mobil dari berbagai tahun. Kadang, mekanik bisa lupa atau perlu mempelajari ‘contekan’ dari suatu jenis mobil yang jarang ia tangani.

“Jadi kalau tentang cara servis, meskipun mobil tua Eropa atau Jepang di kita ada tablet data. Contekannya ada di tablet itu, jadi mekanik sudah ada contekannya harus ngapain. kita memang sudah training, tapi kadang ada yang lupa,” ucap Sigit menjelaskan cara servis di CARfix.

Pada umumnya untuk mobil yang relatif jarang digunakan, Sigit menyebut soal staging dalam perawatan. Maksudnya staging di sini ialah perawatan bertahap dalam penggantian sparepart yang mulai rusak. Apabila sudah ada tanda-tanda kerusakan namun belum parah, masih bisa ditunda untuk servis di periode berikutnya.

“Dengan perawatan setiap lima ribu kilometer, biasanya seperti itu perawatannya dibuat staging, kayak dicicil. Misalnya sudah ketahuan ada yang rusak, kira-kira masih bisa dipakai enggak. Kalau bisa dipakai, selanjutnya baru dibenerin,” tuturnya.

Skema Perawatan Mobil Berusia 10 Tahun ke Atas

Mobil yang sudah berumur, biasanya telah melewati berbagai kondisi jalan baik mulus atau keriting. Perawatan yang perlu dilakukan setelah habis masa garansi yaitu memeriksa bagian kaki-kaki, baik itu bushing atau gemuk pelumasannya. Bila perlu, lakukan spooring dan balancing supaya arah mobil tidak mencong sebelah.

“Masalah mobil setelah habis garansi setelah tiga tahun itu di rack steer dan ball joint. Itu di grease, lalu spooring, dan tune up seperti biasa. Selain itu, biasanya karet-karet bushing setelah 5 tahun sudah pada retak, dan itu diganti,” jelas Herman.

Bengkel mitsubishi
Pemeriksaan bagian kaki-kaki. Foto/Carmudi.

Dengan berpatok pada periode tersebut, maka perawatan mobil berusia 10 tahun ke atas maka perlu mengganti bushing yang sudah getas sekaligus melumasi bagian kaki-kaki. Bahkan, seiring pemakaian yang sudah lama, bagian tie rod dan ball joint mungkin perlu diganti. Ini dilakukan apabila bagian bolanya sudah mengalami keausan yang cukup parah dan tidak teratasi dengan dilumasi gemuk saja.

“Kalau misalnya bicara kesulitan, yaitu di harga sparepart mobil Eropa lebih mahal dari mobil Jepang. Untuk perawatan seperti tune up dan ganti oli sama aja, itu general semua mobil,” kata Herman.

Bengkel Jatra khusus menangani masalah kaki-kaki mobil. Foto/Carmudi Indonesia/Benidictus.

Soal bagaimana perawatan harian dari suatu mobil, Sigit pun tetap berpatok pada anjuran dari buku panduan atau saran pabrikan mobil tersebut. Misalnya saja, di mobil Eropa yang jarang digunakan tetap perlu dipanaskan minimal setiap dua hari sekali. Ia pun meminta kepada pemilik mobil tetap mengikuti anjuran seperti itu.

“Iya diikuti dari ATPM-nya. Biasanya mereka makai mobilnya enggak setiap hari, atau cuma weekend. Dan, kebanyakan mobilnya tidak banyak jalan,” ucap Sigit.

Perawatan Sendiri di Rumah

Selain melakukan perawatan rutin di bengkel, mobil berusia 10 tahun juga bisa dirawat sendiri di rumah. Teknologinya belum sesulit mobil keluaran terbaru, jadi Carmudian bisa kerjakan di waktu luang. Dengan melakukan perawatan sendiri, kamu jadi makin dekat dan makin tahu soal kondisi mobil kesayangan.

Bengkel
Ganti filter udara atau bohlam lampu masih bisa dilakukan sendiri. Foto/Ilustrasi.

Paling penting, kalian perlu punya alat-alat yang dibutuhkan. Peralatan untuk perawatan ringan tidak sebanyak seperti yang dimiliki bengkel. Penggantian lampu, wiper, atau antena luar bisa dikerjakan sendiri.

Jika bohlam lampu sein atau lampu senja putus sudah pasti harus diganti. Mungkin, Carmudian perlu buka kap mesin untuk memudahkan saat ganti bohlam. Apabila dudukan fitting bohlam model colok, cukup tarik dari bagian belakang reflektor.

Saat memasang bohlam baru, sebaiknya gunakan sarung tangan atau lap kain yang bersih. Tujuannya, untuk mencegah minyak kulit menempel pada kaca bohlam. Biasanya, noda minyak seperti ini mengurangi pancaran cahaya dan konon dapat merusak bohlam secara prematur.

Perawatan lainnya yang cukup mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah yaitu mengganti wiper. Cukup angkat gagang wiper dan congkel pengaitnya supaya bilah wiper terlepas. Bila agak sulit, bisa diatasi dengan bantuan obeng min supaya lebih mudah dicongkel.

Pemasangannya, tinggal masukkan pengait di gagang wiper ke bilah wiper yang baru. Setelah itu, turunkan kembali gagang wiper dan wiper sudah siap digunakan kembali. Penggantian wiper ini dilakukan setiap enam bulan sekali untuk antisipasi karetnya keburu getas.

 

Penulis: Yongki Sanjaya

Editor: Dimas

Touring para pengguna Chevrolet Trax (T-Rax) menuju Lampung.
Previous post
Puluhan Pengguna T-Rax Singgah di Lampung
Next post
Alasan Mitsubishi Enggan Luncurkan Pajero Sport Terbaru